JAKARTA, KOMPAS.com - Konsultan tim pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Eep Saefulloh, menilai suara dukungan untuk pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat terkarantina. Itu menjadi salah satu penyebab kemenangan Anies dan Sandiaga pada Pilkada DKI 2017.
Eep mengatakan suara yang terkarantina maksudnya adalah jumlah dukungan untuk Ahok-Djarot stagnan tanpa peningkatan.
"Padahal hampir 20 persen pendukung Agus-Sylviana direbut oleh Ahok-Djarot. Artinya mereka ada tambahan 20 persen, tetapi angka agregat mereka justru turun hampir 14.000," ujar Eep dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4/2017).
Baca: Dukungan PPP dan PKB Tak Mampu Menarik Suara untuk Ahok-Djarot
Eep mengatakan ada pendukung Ahok-Djarot yang justru pergi. Meski mendapat tambahan 20 persen dari mantan pendukung Agus-Sylvi, suara Ahok-Djarot tetap tidak bertambah.
Eep mengatakan pasangan Ahok-Djarot tidak bisa menjangkau basis elektoral yang baru. Dukungan dari PKB dan PPP juga tidak berdampak signifikan.
Sebab, kata Eep, survei menunjukan pemilih PKB dan PPP tidak mengikuti sikap partai tersebut dengan mendukung Ahok-Djarot.
Baca: Politisi PDI-P: Bagus jika Anies dan Ahok Susun APBD DKI Bersama
Selain itu, kata Eep, kemenangan Anies-Sandi tidak lepas dari meningkatnya tingkat partisipasi publik pada putaran kedua ini.
"Angka partisipasi meningkat dari 77 persen ke 78 persen, peningkatan ini terjadi tapi kok suara turun, ternyata partisipasi di kantong Basuki cenderung turun dan di kantong Anies cenderung naik," ujar Eep.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.