Cerita Tukang Kembang 50 Kali ke Balai Kota Antar Bunga Ahok-Djarot

Kompas.com - 26/04/2017, 14:23 WIB
Karangan bunga untuk Ahok dan Djarot diletakan di trotoar Balai Kota, Rabu (26/4/2017). Hal ini karena ruang terbuka di dalam Balai Kota tidak cukup lagi menampung karangan bunga itu. KOMPAS.com/JESSI CARINA Karangan bunga untuk Ahok dan Djarot diletakan di trotoar Balai Kota, Rabu (26/4/2017). Hal ini karena ruang terbuka di dalam Balai Kota tidak cukup lagi menampung karangan bunga itu.
Penulis Jessi Carina
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini, salah seorang pengantar bunga dari Florist Lotus, Iksan, bolak-balik ke Balai Kota DKI Jakarta.

Iksan mengatakan dia dan pekerja lain di toko bunga Florist Lotus sudah berkali-kali mengantar karangan bunga sejak kemarin.

"Aduh sudah berapa kali ya, sudah 50 kali bolak-balik ini sih kayaknya. Kita udah dari kemarin," ujar Iksan sambil menurunkan satu per satu karangan bunga dari mobil pikap yang dia bawa, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (26/4/2017).

Iksan mengatakan toko bunga tempat dia bekerja terletak di kawasan Kedoya. Sejak kemarin, memang banyak orang yang memesan bunga untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dam Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.


"Itu semua kayak ucapannya, dari mereka semua," ujar Iksan.

Iksan mengatakan kebanyakan pemesan bunga datang dari orang per orang. Biasanya mereka memesan bunga dengan ukuran 2x1,5 meter.

Baca: Terus Berdatangan, Jumlah Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot Capai 1.000

Iksan mengatakan karangan bunga dengan ukuran tersebut seharga Rp 500.000.

"Kalau yang ukuran ini harganya Rp 500.000," ujar Iksan.

Iksan tidak tahu pasti totalnya ada berapa karangan bunga yang dipesan di toko bunga tempat dia bekerja. Iksan mengatakan di sana masih ada lagi rangkaian bunga untuk Ahok dan Djarot yang sedang disiapkan.

"Makanya kayaknya saya bakal balik ke sini lagi buat antar bunga lagi," ujar Iksan.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Sebut Tidak Ada Peserta Aksi Unjuk Rasa di KPK yang Diamankan

Polisi Sebut Tidak Ada Peserta Aksi Unjuk Rasa di KPK yang Diamankan

Megapolitan
Kawanan Monyet Berkeliaran di Jalanan Pantai Indah Kapuk

Kawanan Monyet Berkeliaran di Jalanan Pantai Indah Kapuk

Megapolitan
Dinkes DKI Akan Pastikan Sebab Kematian Anak yang Diduga Keracunan PM-TAS

Dinkes DKI Akan Pastikan Sebab Kematian Anak yang Diduga Keracunan PM-TAS

Megapolitan
Perkosa Siswi SD, Pria 61 Tahun Ditangkap

Perkosa Siswi SD, Pria 61 Tahun Ditangkap

Megapolitan
Wali Kota Jakarta Timur Sebut Trotoar di Median Jalan Kalimalang Perlu Dikaji

Wali Kota Jakarta Timur Sebut Trotoar di Median Jalan Kalimalang Perlu Dikaji

Megapolitan
Siswa Pemukul Temannya di SDN Pekayon Jaya 3 Tidak Diskors

Siswa Pemukul Temannya di SDN Pekayon Jaya 3 Tidak Diskors

Megapolitan
Tak Mau Diperiksa, Pengendara Kabur dengan Polisi Bergelayut di Kap Mobil

Tak Mau Diperiksa, Pengendara Kabur dengan Polisi Bergelayut di Kap Mobil

Megapolitan
Pemprov DKI: Trotoar di Tengah Jalan Kalimalang Dibangun Operator Tol Becakayu

Pemprov DKI: Trotoar di Tengah Jalan Kalimalang Dibangun Operator Tol Becakayu

Megapolitan
Penjelasan Pihak SD di Bekasi soal Video Pemukulan Seorang Siswa kepada Teman-temannya

Penjelasan Pihak SD di Bekasi soal Video Pemukulan Seorang Siswa kepada Teman-temannya

Megapolitan
Seorang Anak Diduga Tewas karena Keracunan PM-TAS, Dinkes DKI Evaluasi SOP Penyiapan Makanan

Seorang Anak Diduga Tewas karena Keracunan PM-TAS, Dinkes DKI Evaluasi SOP Penyiapan Makanan

Megapolitan
Pemprov DKI Tetap Potong Kabel Utilitas meski Dilaporkan ke Ombudsman

Pemprov DKI Tetap Potong Kabel Utilitas meski Dilaporkan ke Ombudsman

Megapolitan
Makam Habibie Jadi Rebutan Selfie, Keluarga: Tidak Masalah

Makam Habibie Jadi Rebutan Selfie, Keluarga: Tidak Masalah

Megapolitan
Kesenian Palang Pintu Sambut Tim Sukses Sekda Muhamad Ambil Formulir Cawalkot Tangsel

Kesenian Palang Pintu Sambut Tim Sukses Sekda Muhamad Ambil Formulir Cawalkot Tangsel

Megapolitan
Di Persidangan, Saksi Bilang Jefri Bukan Target Operasi

Di Persidangan, Saksi Bilang Jefri Bukan Target Operasi

Megapolitan
Banyak Penderita ISPA di Dua RW Dekat Industri Peleburan Alumunium di Cilincing

Banyak Penderita ISPA di Dua RW Dekat Industri Peleburan Alumunium di Cilincing

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X