Kompas.com - 27/04/2017, 17:00 WIB
Kendaraan terjebak macet di Jalan Dewi Sartika, Depok, Rabu (26/4). Kemacetan lalu lintas menjadi salah satu masalah serius yang dihadapi Kota Depok pada usianya ke-18. Kepadatan lalu lintas tersebut imbas dari tumbuhnya permukiman, penduduk, dan kendaraan bermotor yang cukup pesat di kota ini. KOMPAS/HERU SRI KUMOROKendaraan terjebak macet di Jalan Dewi Sartika, Depok, Rabu (26/4). Kemacetan lalu lintas menjadi salah satu masalah serius yang dihadapi Kota Depok pada usianya ke-18. Kepadatan lalu lintas tersebut imbas dari tumbuhnya permukiman, penduduk, dan kendaraan bermotor yang cukup pesat di kota ini.
EditorEgidius Patnistik

Oleh: AMANDA PUTRI NUGRAHANTI

KOTA Depok menginjak usia ke-18 tahun pada hari ini, Kamis (27/4). Kota dengan jumlah penduduk mencapai 2,1 juta jiwa dengan pertumbuhan mencapai 3,5 persen hingga 5,0 persen per tahun ini masih terus bergelut dengan pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan, transportasi publik, sekolah, dan ruang-ruang publik.

Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad, Jumat (21/4), mengakui, masih banyak yang menjadi pekerjaan rumah Depok. Idris mengatakan, Depok pada awalnya memang tidak didesain untuk menjadi sebuah kota. Depok awalnya hanya sebuah kecamatan dengan area yang sangat luas.

Meski telah menjadi kota pada tahun 1999, tata kota baru direncanakan pada 2004 dan dimasukkan dalam rencana jangka panjang Kota Depok tahun 2006 hingga 2025. Program utama saat itu adalah pembuatan jalan utama. Jalan utama yang terlihat hingga kini dan menjadi pusat keramaian dan aktivitas ekonomi yaitu Jalan Margonda Raya.

Selain itu, betonisasi jalan menjadi program tahunan. Betonisasi dilakukan pada jalan-jalan kota sepanjang total 476 kilometer dan jalan lingkungan sepanjang 1.031 kilometer. Hingga kini, upaya betonisasi sudah mencapai 95 persen di jalan kota dan 78 persen untuk jalan lingkungan. Namun, upaya ini tidak diikuti dengan upaya antisipasi kepadatan jalan raya seiring semakin tingginya jumlah penduduk dan kendaraan. Perbaikan sistem drainase yang sebenarnya bisa saling melengkapi dengan pembangunan jalan pun jauh dari sempurna realisasinya.

Jalan penghubung antara kawasan Cinere dan Sawangan dengan pusat kota hanya mengandalkan Jalan Raya Sawangan yang saat ini lebarnya 8 meter. Sementara pertumbuhan jumlah kendaraan mencapai 33 persen per tahun untuk sepeda motor dan 9 persen per tahun untuk mobil. Pada jam-jam sibuk, pagi dan sore hari, kemacetan tak terhindarkan. Bahkan, pada 2015, warga pernah berunjuk rasa menuntut pemerintah agar melebarkan jalan tersebut.

Namun, hingga kini, jalan tersebut belum juga dilebarkan. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok Manto mengatakan, status Jalan Raya Sawangan berubah menjadi jalan nasional. Dengan begitu, upaya pembebasan lahan dan pembangunannya menjadi kewajiban pemerintah pusat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kesan terus menunggu ini juga tergambar dari upaya pembangunan terusan Jalan Juanda yang hingga kini belum juga terealisasi. Jalan sepanjang 7,6 kilometer itu akan menghubungkan pusat kota di Jalan Margonda dengan kawasan Cinere dan Sawangan di sisi barat. Padahal, jalan ini dipercaya mampu memecah kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Sawangan.

Persoalan kemacetan di Depok ini menjadi momok karena terjadi tak hanya pada hari kerja, tetapi juga pada hari libur. Akhirnya, upaya yang dapat dilakukan sebatas melakukan rekayasa lalu lintas. Di Jalan Margonda, misalnya, diberlakukan contra flow pada pagi hari.

Minim transportasi publik

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai Hari ini, WNA dan WNI dari Luar Negeri yang Tiba di Bandara Soekarno-Hatta Wajib Karantina 10 Hari

Mulai Hari ini, WNA dan WNI dari Luar Negeri yang Tiba di Bandara Soekarno-Hatta Wajib Karantina 10 Hari

Megapolitan
Pengelola Gedung Cyber Sebut Korban Tewas dalam Kebakaran Tak Sadar akan Bunyi Alarm

Pengelola Gedung Cyber Sebut Korban Tewas dalam Kebakaran Tak Sadar akan Bunyi Alarm

Megapolitan
Lansia di Bekasi Dituntut Anak, Polisi : Itu Bukan Laporan, tapi Perlindungan Hukum

Lansia di Bekasi Dituntut Anak, Polisi : Itu Bukan Laporan, tapi Perlindungan Hukum

Megapolitan
Mobil Dinas TNI Terguling di Jatinegara, Saksi: Mata Korban Merah, Mulut Bau Minuman

Mobil Dinas TNI Terguling di Jatinegara, Saksi: Mata Korban Merah, Mulut Bau Minuman

Megapolitan
RSU Tangsel Siagakan Nakes 24 Jam untuk Antisipasi Gelombang 3 Covid-19

RSU Tangsel Siagakan Nakes 24 Jam untuk Antisipasi Gelombang 3 Covid-19

Megapolitan
Rentetan Kecelakaan Bus Transjakarta dalam 40 Hari Terakhir

Rentetan Kecelakaan Bus Transjakarta dalam 40 Hari Terakhir

Megapolitan
Transjakarta Kerap Kecelakaan, Penumpang Merasa Ngeri dan Sebut Sopir Sering Ugal-ugalan

Transjakarta Kerap Kecelakaan, Penumpang Merasa Ngeri dan Sebut Sopir Sering Ugal-ugalan

Megapolitan
Bus Transjakarta Kembali Kecelakaan, Kali ini Tabrak Separator di Jalan Sudirman

Bus Transjakarta Kembali Kecelakaan, Kali ini Tabrak Separator di Jalan Sudirman

Megapolitan
Jalan Kaki di Pinggir Tol, Seorang Pria Tak Dikenal Tewas Tertabrak Mobil

Jalan Kaki di Pinggir Tol, Seorang Pria Tak Dikenal Tewas Tertabrak Mobil

Megapolitan
Pengelola Sebut Gedung Cyber Sudah Beroperasi Normal Usai Kebakaran, Kecuali Lantai 2

Pengelola Sebut Gedung Cyber Sudah Beroperasi Normal Usai Kebakaran, Kecuali Lantai 2

Megapolitan
Dua Siswanya Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber, SMK Taruna Bhakti Bantu Keluarga Korban Urus Jenazah

Dua Siswanya Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber, SMK Taruna Bhakti Bantu Keluarga Korban Urus Jenazah

Megapolitan
Hari Disabilitas, Anies: Jangan Merasa Lebih di Atas Penyandang Disabilitas

Hari Disabilitas, Anies: Jangan Merasa Lebih di Atas Penyandang Disabilitas

Megapolitan
2 Korban Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber adalah Siswa PKL di Perusahaan Internet Service Provider

2 Korban Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber adalah Siswa PKL di Perusahaan Internet Service Provider

Megapolitan
Penanganan Kasusnya Dianggap Janggal, Seorang Tersangka Adukan Penyidik Polres Jakpus ke Propam

Penanganan Kasusnya Dianggap Janggal, Seorang Tersangka Adukan Penyidik Polres Jakpus ke Propam

Megapolitan
Menangis Dilaporkan 5 Anaknya, Ibu di Bekasi: Katanya Saya Gadaikan Tanah Rp 500 Juta

Menangis Dilaporkan 5 Anaknya, Ibu di Bekasi: Katanya Saya Gadaikan Tanah Rp 500 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.