Ada Aksi GNPF, Transjakarta Lakukan Penyesuaian Rute

Kompas.com - 28/04/2017, 15:08 WIB
Bus transjakarta melintas di stasiun bank indonesia di Jalan MH Thamrin, Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (14/1/2017). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGBus transjakarta melintas di stasiun bank indonesia di Jalan MH Thamrin, Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (14/1/2017).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
PT Transjakarta melakukan penyesuaian terhadap sejumlah rute bus Transjakarta imbas dari penutupan Jalan Juanda di Jakarta Pusat, Jumat (28/4/2017).

Adapun penutupan jalan dilakukan karena akan adanya aksi yang dilakukan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa ( GNPF) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat.

"Dilaporkan imbas dengan ditutupnya jalur di Juanda untuk rute Transjakarta mengalami perpendekan rute dan pengalihan rute," ujar Asisten Kepala Humas PT Transjakarta Wibowo melalui pesan singkat kepada Kompas.com.

(baca: Polisi Imbau Massa GNPF Tak Jalan Kaki dari Istiqlal ke PN Jakut)

Untuk Koridor 2 dengan rute dari Pulogadung arah Harmoni setelah lampu merah Senen belok kanan bergabung dengan koridor 5 melewati Jalan Gunung Sahari-lampu merah Golden belok kiri ke Jalan Samanhudi -Sawah Besar-Harmoni.

Sementara untuk arah Pulogadung masih normal.

Koridor 7A dari PGC-Senen lurus melewati lampu merah Golden belok kiri melewati Jalan Samanhudi-Sawah Besar-Harmoni.

Untuk rute Harmoni arah PGC melewati rute koridor 2 setelah halte Kwitang, belok kanan arah Matraman.

Adapun Koridor 3 yang melayani rute dari Terminal Kalideres sampai stasiun BRT Pasar Baru diperpendek menjadi Kalideres-Harmoni.

Rute Poris-Pasar Baru juga diperpendek sampai Harmoni. Begitu juga rute Bekasi Timur-Pasar Baru diperpendek sampai Senen.

"Situasional. Kalau kepolisian menyebut situasi kondusif maka layanan kembali normal," ujar Wibowo.

(baca: Ini Rute yang Akan Dilalui Massa GNPF dari Masjid Istiqlal ke PN Jakut)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Megapolitan
Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Megapolitan
Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Megapolitan
Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Megapolitan
Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Megapolitan
Dihubungi Anak Buah John Kei, Putra Nus Kei: Bung John Mau Bunuh Bapak

Dihubungi Anak Buah John Kei, Putra Nus Kei: Bung John Mau Bunuh Bapak

Megapolitan
Pemkot Tangerang Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang

Pemkot Tangerang Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI: Anggota Dewan Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19

Pimpinan DPRD DKI: Anggota Dewan Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Bersyukur Jakarta Keluar dari Zona Merah

Wagub DKI Bersyukur Jakarta Keluar dari Zona Merah

Megapolitan
Mimpi Ibu Guru Siti Noorzanah, Bisa Mengajar Tatap Muka Sebelum Pensiun

Mimpi Ibu Guru Siti Noorzanah, Bisa Mengajar Tatap Muka Sebelum Pensiun

Megapolitan
Pemprov DKI Tolak Permintaan Vaksinasi Covid-19 untuk Keluarga Anggota DPRD

Pemprov DKI Tolak Permintaan Vaksinasi Covid-19 untuk Keluarga Anggota DPRD

Megapolitan
Mantan Anak Buah Mengaku Pernah Diperintah John Kei Tagih Rp 1 Miliar ke Nus Kei

Mantan Anak Buah Mengaku Pernah Diperintah John Kei Tagih Rp 1 Miliar ke Nus Kei

Megapolitan
Ketika Keluarga Anggota DPRD DKI Jakarta Turut Masuk Vaksinasi Tahap 2 saat Vaksin Covid-19 Masih Terbatas...

Ketika Keluarga Anggota DPRD DKI Jakarta Turut Masuk Vaksinasi Tahap 2 saat Vaksin Covid-19 Masih Terbatas...

Megapolitan
Wagub DKI: Penjualan Saham Perusahaan Bir Pemenuhan Janji Anies

Wagub DKI: Penjualan Saham Perusahaan Bir Pemenuhan Janji Anies

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X