Rencana Catat Rekor, MURI Cari Penggagas Karangan Bunga Ahok-Djarot

Kompas.com - 01/05/2017, 11:10 WIB
Karangan bunga yang kami terima sampai hari ini, Sabtu (29/04/2017) sekitar 6.000 lebih, ujar petugas Balai Kota DKI Jakarta, Erwin C Kusumah kepada KompasTravel. KOMPAS.COM/ALEK KURNIAWANKarangan bunga yang kami terima sampai hari ini, Sabtu (29/04/2017) sekitar 6.000 lebih, ujar petugas Balai Kota DKI Jakarta, Erwin C Kusumah kepada KompasTravel.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana mengaku tengah mencari penggagas karangan bunga untuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Hal itu dilakukan karena Jaya tengah merencanakan pemberian rekor untuk karangan bunga tersebut.

"MURI merencanakan untuk menyerahkan penghargaan atas rekor Parade Papan Bunga terpanjang," kata Jaya melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Senin (1/5/2017).

Jaya menjelaskan, pemberian penghargaan untuk rekor tersebut tidak mungkin dilakukan jika pihaknya belum menemukan siapa pemrakarsa karangan bunga tersebut.

Jika pihak MURI telah menemukan pihak yang dianggap berhak, penghargaan akan segera diberikan. Parade Papan Bunga terpanjang menurut Jaya diukur dari deretan karangan bunga untuk Ahok-Djarot, mulai dari gedung Balai Kota DKI Jakarta sampai kawasan Monas.

Baca: Fadli Zon Usulkan Karangan Bunga di Balai Kota Dapat Rekor Muri

Karangan bunga tersebut juga diletakkan mengelilingi sebagian area di luar pagar Monas sampai hari ini. Dari data terakhir, sudah ada sekitar 4.000 karangan bunga.

Sebagian besar karangan bunga berisi ucapan terima kasih kepada Ahok-Djarot atas kepemimpinannya beberapa tahun terakhir di DKI Jakarta.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Agar Tak Terpusat di Masjid, Wali Kota Tangerang Minta Mushala Juga Gelar Shalat Jumat

Agar Tak Terpusat di Masjid, Wali Kota Tangerang Minta Mushala Juga Gelar Shalat Jumat

Megapolitan
UPDATE Covid-19 4 Juni: Pasien Sembuh di Depok Bertambah 27 Orang, 6 Kasus Baru Muncul

UPDATE Covid-19 4 Juni: Pasien Sembuh di Depok Bertambah 27 Orang, 6 Kasus Baru Muncul

Megapolitan
UPDATE 4 Juni, Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi Mencapai 321, 255 di Antaranya Sembuh

UPDATE 4 Juni, Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi Mencapai 321, 255 di Antaranya Sembuh

Megapolitan
Fakta yang Terungkap dalam Kasus Pembunuhan oleh Aulia Kesuma, Terlampau Sadis hingga Dituntut Mati

Fakta yang Terungkap dalam Kasus Pembunuhan oleh Aulia Kesuma, Terlampau Sadis hingga Dituntut Mati

Megapolitan
Masih Zona Merah, 25 RW di Depok Ini Belum Bisa Transisi Menuju New Normal

Masih Zona Merah, 25 RW di Depok Ini Belum Bisa Transisi Menuju New Normal

Megapolitan
Shalat Jumat di Masjid Sudah Diperbolehkan, Ini Protokol Kesehatan yang Harus Diikuti

Shalat Jumat di Masjid Sudah Diperbolehkan, Ini Protokol Kesehatan yang Harus Diikuti

Megapolitan
Hari Pertama PSBB Transisi, Jakarta Cerah Berawan, Bodebek Diprediksi Hujan

Hari Pertama PSBB Transisi, Jakarta Cerah Berawan, Bodebek Diprediksi Hujan

Megapolitan
Mulai Hari Ini, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 20.00 WIB

Mulai Hari Ini, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 20.00 WIB

Megapolitan
Hiraukan Imbauan Penghuni Kos, ART Nekat Mudik, Dipaksa Isolasi Saat Kembali

Hiraukan Imbauan Penghuni Kos, ART Nekat Mudik, Dipaksa Isolasi Saat Kembali

Megapolitan
Wali Kota Depok: PSBB Proposional Bukan Berarti Euforia Aktivitas Kembali Bebas

Wali Kota Depok: PSBB Proposional Bukan Berarti Euforia Aktivitas Kembali Bebas

Megapolitan
Masjid Istiqlal Masih Tiadakan Shalat Jumat Selama PSBB Transisi Jakarta

Masjid Istiqlal Masih Tiadakan Shalat Jumat Selama PSBB Transisi Jakarta

Megapolitan
Aulia Kesuma dan Anaknya Dituntut Mati, Pengacara: Tuntutan Terlalu Sadis

Aulia Kesuma dan Anaknya Dituntut Mati, Pengacara: Tuntutan Terlalu Sadis

Megapolitan
Jam Operasional MRT Jakarta Masa PSBB Transisi Pukul 5.00-21.00 WIB

Jam Operasional MRT Jakarta Masa PSBB Transisi Pukul 5.00-21.00 WIB

Megapolitan
PSBB Transisi, Toko di Jakarta Diterapkan Sistem Ganjil Genap, Begini Pengaturannya

PSBB Transisi, Toko di Jakarta Diterapkan Sistem Ganjil Genap, Begini Pengaturannya

Megapolitan
Mulai Jumat Ini, MRT Kembali Beroperasi Normal dan Buka Semua Stasiun

Mulai Jumat Ini, MRT Kembali Beroperasi Normal dan Buka Semua Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X