Meski Dilarang, Buruh Tetap Akan Aksi May Day di Depan Istana Negara

Kompas.com - 01/05/2017, 13:09 WIB
Perwakilan buruh aksi May Day yang hendak menuju Istana Presiden nampak bernegosiasi dengan pihak kepolisian terkait blokade jalan. Senin (1/5/2017) Kompas.com/Robertus BelarminusPerwakilan buruh aksi May Day yang hendak menuju Istana Presiden nampak bernegosiasi dengan pihak kepolisian terkait blokade jalan. Senin (1/5/2017)
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan akan tetap melakukan aksi unjuk rasa di Istana Negara. Hal ini menyusul pelarangan aksi buruh di istana yang telah ditetapkan oleh Polda Metro Jaya.

Said menilai, pelarangan aksi tersebut dinilai melanggar hak mereka untuk mengeluarkan pendapat. Said menjelaskan, sebelum melakukan aksi, pihaknya sudah memberikan pemberitahuan kepada pihak kepolisian.

"Kami akan tetap ke istana dengan catatan teman-teman polisi bisa memahami kami," ujar Said di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2017).

Said membandingkan aksi yang dilakukan buruh dengan aksi bela islam beberapa waktu yang lalu. Said mengatakan. Saat aksi tersebut, massa diperbolehkan melakukan aksi sampai ke depan Istana Negara.

"Maka itu kami minta kepada kawan-kawan polisi. Perlakuan yang sama dengan aksi bela islam. Kan tidak masuk akal, bukan aksi bela islam yang dijadikan pedoman, tapi undang-undang. UU penyampaian suara di muka umum cukup membeitahu dan kami sudah beritahu," ujar Said.

Baca: Tak Diizinkan ke Depan Istana, Buruh Setel Lagu "Sakitnya Tuh Di Sini"

Dari pantauan Kompas.com di lokasi, akses jalan dari Patung Kuda di Medan Merdeka Barat menuju Istana Negara telah ditutup. Pagar besi setinggi 5 hingga 6 meter dan kawat duri dipasang guna mencegah buruh menuju istana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tampak juga petugas kepolisian telah berjaga di belakang pagar. Diperkirakan ada sebanyak 150.000 buruh yang mengikuti aksi "May Day" tersebut.

Kompas TV 50 Ribu Personel Amankan Peringatan Hari Buruh di Jabar
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Kendaraan yang Dikecualikan dalam Ganjil Genap di Jakarta

Daftar Kendaraan yang Dikecualikan dalam Ganjil Genap di Jakarta

Megapolitan
Simak 13 Lokasi Ganjil Genap di Jakarta yang Berlaku Mulai Hari Ini

Simak 13 Lokasi Ganjil Genap di Jakarta yang Berlaku Mulai Hari Ini

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kronologi Rumah Ambruk di Kalideres | Anak Korban Ambruknya Rumah di Kalideres Sempat Ikut Mencari Jasad Ibu dan Adiknya

[POPULER JABODETABEK] Kronologi Rumah Ambruk di Kalideres | Anak Korban Ambruknya Rumah di Kalideres Sempat Ikut Mencari Jasad Ibu dan Adiknya

Megapolitan
Keluhan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tes PCR Mahal dan Sulit Akses PeduliLindungi

Keluhan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tes PCR Mahal dan Sulit Akses PeduliLindungi

Megapolitan
Janji Kampanye Cetak Wirausaha Baru, Anies: Alhamdulillah Target Tidak Tercapai, tetapi Terlampaui...

Janji Kampanye Cetak Wirausaha Baru, Anies: Alhamdulillah Target Tidak Tercapai, tetapi Terlampaui...

Megapolitan
Hasil Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta Dapat Keluar 3 Jam Setelah Pengambilan Sampel

Hasil Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta Dapat Keluar 3 Jam Setelah Pengambilan Sampel

Megapolitan
Cerita Andriawan Soal Pesan Terakhir Ibunya yang Tewas Tertimpa Rumah Ambruk di Kalideres

Cerita Andriawan Soal Pesan Terakhir Ibunya yang Tewas Tertimpa Rumah Ambruk di Kalideres

Megapolitan
Remaja Palak Sopir Truk di Kalideres, Polisi: Alasannya Buat Beli Rokok dan Nasi

Remaja Palak Sopir Truk di Kalideres, Polisi: Alasannya Buat Beli Rokok dan Nasi

Megapolitan
Puslabfor Polri Olah TKP Rumah di Kalideres yang Ambruk hingga Tewaskan Ibu dan Anak

Puslabfor Polri Olah TKP Rumah di Kalideres yang Ambruk hingga Tewaskan Ibu dan Anak

Megapolitan
Video Sopir Truk Dipalak di Kalideres Viral, Polisi Tangkap Pelaku yang Ternyata Masih Remaja

Video Sopir Truk Dipalak di Kalideres Viral, Polisi Tangkap Pelaku yang Ternyata Masih Remaja

Megapolitan
Ibu dan Adiknya Tewas Tertimpa Rumah Ambruk di Kalideres, Andriawan: Saya Cuma Bisa Pasrah...

Ibu dan Adiknya Tewas Tertimpa Rumah Ambruk di Kalideres, Andriawan: Saya Cuma Bisa Pasrah...

Megapolitan
Rumah Ambruk di Kalideres, Anak Korban Sempat Ikut Mencari Jasad Ibu dan Adiknya

Rumah Ambruk di Kalideres, Anak Korban Sempat Ikut Mencari Jasad Ibu dan Adiknya

Megapolitan
PPKM Level 2 di Jakarta, Pembatasan Kapasitas Penumpang KRL Masih Berlaku

PPKM Level 2 di Jakarta, Pembatasan Kapasitas Penumpang KRL Masih Berlaku

Megapolitan
Anies Bahas 5 Program Kolaborasi Bersama PBB

Anies Bahas 5 Program Kolaborasi Bersama PBB

Megapolitan
Kebakaran Landa Pasar Kalideres, 60 Kios Pedagang Hangus Dilalap Api

Kebakaran Landa Pasar Kalideres, 60 Kios Pedagang Hangus Dilalap Api

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.