Kompas.com - 01/05/2017, 14:42 WIB
Kawat duri pembatas massa buruh dengan polisi di depan gedung Sapta Pesona, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2017). Polisi membatasi unjuk rasa buruh yang tadinya hendak ke depan Istana Negar hanya diperbolehkan di Jalan MH Thamrin sekitar bundaran Bank Indonesia. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAKawat duri pembatas massa buruh dengan polisi di depan gedung Sapta Pesona, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2017). Polisi membatasi unjuk rasa buruh yang tadinya hendak ke depan Istana Negar hanya diperbolehkan di Jalan MH Thamrin sekitar bundaran Bank Indonesia.
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa buruh yang berunjuk rasa di bundaran Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2017) pukul 12.30 WIB, semakin mendesak polisi untuk membuka kawat berduri yang membatasi massa ke depan Istana Negara.

Beberapa kali para buruh menggoyang-goyangkan kawat berduri tersebut sembari membujuk polisi untuk membuka pembatas itu.

"Kami sudah dapat izin unjuk rasa dari Mabes Polri. Kenapa sekarang malah dibatasi?" kata salah satu orator di dalam mobil komando.

(Baca juga: Aksi "May Day", Buruh Soroti Sistem Kerja "Outsourcing" dan Magang)

Orator yang menyerukan untuk membuka kawat berduri itu bahkan meminta langsung kepada Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Suyudi untuk membuka pembatas tersebut.

Massa juga sempat meminta kawat berduri dimundurkan, dari 300 meter hingga 100 meter dari Istana Negara.

Menanggapi permintaan buruh, polisi bergeming. Mereka tetap bersiaga di belakang kawat berduri dengan alat pengamanan berupa tameng dan bambu panjang yang masih diletakkan di bawah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca juga: Lintasi Balai Kota, Buruh Berorasi Kritik Kepemimpinan Ahok )

Buruh juga mendesak kawat berduri dibuka dengan membakar sebuah keranda yang diletakkan tepat di atas kawat berduri.

Mereka berjanji, jika diizinkan menuju depan Istana Negara, unjuk rasa tidak akan anarkistis.

Kompas TV Ribuan Buruh Unjuk Rasa Tuntut Kesejahteraan
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lapangan Latih Jakarta International Stadium Bisa Disewa Senin hingga Kamis

Lapangan Latih Jakarta International Stadium Bisa Disewa Senin hingga Kamis

Megapolitan
Sejumlah Tokoh Betawi Diusulkan Jadi Nama Jalan di Jakarta

Sejumlah Tokoh Betawi Diusulkan Jadi Nama Jalan di Jakarta

Megapolitan
Pintu Air 10 di Kota Tangerang Siaga 1, Potensi Banjir di Cibodas dan Cipondoh

Pintu Air 10 di Kota Tangerang Siaga 1, Potensi Banjir di Cibodas dan Cipondoh

Megapolitan
Ahli Waris Hibahkan Lahan Museum Sumpah Pemuda ke Negara

Ahli Waris Hibahkan Lahan Museum Sumpah Pemuda ke Negara

Megapolitan
Laga Perdana Lapangan Latih JIS: Tim Anies Kalah 0-3 Lawan DPRD DKI

Laga Perdana Lapangan Latih JIS: Tim Anies Kalah 0-3 Lawan DPRD DKI

Megapolitan
Vaksinasi Anak 12-17 Tahun di Tangsel Masih Jauh dari Target

Vaksinasi Anak 12-17 Tahun di Tangsel Masih Jauh dari Target

Megapolitan
Pemprov DKI Usul MRT Jakarta Disuntik Modal Rp 3,17 Triliun dari APBD 2022

Pemprov DKI Usul MRT Jakarta Disuntik Modal Rp 3,17 Triliun dari APBD 2022

Megapolitan
UPDATE 28 Oktober: Tambah 6 Kasus Covid-19 di Tangsel, 92 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 28 Oktober: Tambah 6 Kasus Covid-19 di Tangsel, 92 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Longsor Terjang Kampung Mulyasari Bogor, Tebing Tanah Setinggi 15 Meter Ambruk

Longsor Terjang Kampung Mulyasari Bogor, Tebing Tanah Setinggi 15 Meter Ambruk

Megapolitan
Anies Resmikan Pembangunan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

Anies Resmikan Pembangunan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

Megapolitan
Mobil Terperosok Lalu Terseret Arus Sungai Saat Hendak Dikeluarkan dari Garasi

Mobil Terperosok Lalu Terseret Arus Sungai Saat Hendak Dikeluarkan dari Garasi

Megapolitan
Hujan Angin, Atap JPO Yos Sudarso, Tanjung Priok Terlepas

Hujan Angin, Atap JPO Yos Sudarso, Tanjung Priok Terlepas

Megapolitan
Tes PCR 3 x 24 Jam Akan Dapat Digunakan Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta

Tes PCR 3 x 24 Jam Akan Dapat Digunakan Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Absen Sejak 3 Setember, Bendahara Kelurahan Duri Kepa Mengaku Diintimidasi dan Tak Diizinkan Masuk Kantor

Absen Sejak 3 Setember, Bendahara Kelurahan Duri Kepa Mengaku Diintimidasi dan Tak Diizinkan Masuk Kantor

Megapolitan
Kronologi Polisi Gugur Terlindas Truk Saat Bertugas Mengawal Tim Supervisi Polda Metro Jaya

Kronologi Polisi Gugur Terlindas Truk Saat Bertugas Mengawal Tim Supervisi Polda Metro Jaya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.