Kompas.com - 02/05/2017, 09:41 WIB
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memberikan evaluasi kepada semua Perusahaan Otobus (PO) menyusul seringnya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus.

"Kami akan meminta Kemenhub mengevaluasi PO yang nakal berdasarkan data hasil penindakan Dishub dengan harapan Kemenhub tidak hanya mencabut izin trayek PO yang nakal tapi juga melakukan pembekuan izin penyelenggaraannya," jelas Wakil Kepala Dishub DKI Jakarta Sigit Widjatmoko, kepada Kompas.com, Selasa (2/5/2017).

Teranyar adalah kecelakaan yang melibatkan Bus Pariwisata Kitrans dengan dengan 2 mobil Toyota Avanza, sebuah mobil Toyota Rush, 1 mobil pick up dan dua sepeda motor hingga masuk ke dalam jurang di Desa Ciloto, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat pada Minggu (30/4/2017). Pada kejadian ini 11 orang tewas, 5 luka berat, 42 lainnya luka ringan.

Baca: Pasca-Kecelakaan di Ciloto, Kemacetan di Jalan Raya Puncak Capai 9 KM

Terkait Bus Kitrans tersebut, Sigit menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan verifikasi dan koordinasi untuk melihat semua dokumen perizinannya.

"Hasilnya ternyata semua dokumen perizinan dan keselamatan kendaraannya aspal baik Kartu Pengawasan yang diterbitkan oleh Kemenhub maupun hasil Uji KIR-nya," tambah dia.

Lebih lanjut Sigit mengatakan, hal itu merupakan termasuk tindak pidana sehingga dia meminta Kemenhub untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap PO yang izin dokumennya bodong, termasuk Bus Pariwisata Kitrans.

"Harapan saya data yang ada dapat digunakan untuk membongkar mafia pemalsuan dokumen perizinan yang berkaitan dengan operasional angkutan umum," pungkasnya.

Baca: Dua Bus Kecelakaan Puncak Berstatus Ilegal

Kompas TV Kecelakaan Maut di Jalur Puncak Ciloto
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BBWSCC: Kapasitas Kali Ciliwung Kurang Besar sehingga Perlu Normalisasi

BBWSCC: Kapasitas Kali Ciliwung Kurang Besar sehingga Perlu Normalisasi

Megapolitan
Jakarnaval 2022 di Sirkuit Formula E, Ada Parade Kendaraan Hias hingga Pertunjukan Seni Budaya

Jakarnaval 2022 di Sirkuit Formula E, Ada Parade Kendaraan Hias hingga Pertunjukan Seni Budaya

Megapolitan
Jakarnaval 2022 di Sirkuit Formula E Bisa Dikunjungi Gratis, Hanya Bayar Tiket Masuk Ancol

Jakarnaval 2022 di Sirkuit Formula E Bisa Dikunjungi Gratis, Hanya Bayar Tiket Masuk Ancol

Megapolitan
Transjakarta Segera Uji Coba Mikrotrans Listrik pada September Mendatang

Transjakarta Segera Uji Coba Mikrotrans Listrik pada September Mendatang

Megapolitan
Partai Buruh 'Long March' ke Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol Arah Bundaran HI Ditutup

Partai Buruh "Long March" ke Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol Arah Bundaran HI Ditutup

Megapolitan
Sopir Taksi Cabuli Bocah di Kebayoran Lama, Pelaku Disebut Tak Ada Kelainan Seksual

Sopir Taksi Cabuli Bocah di Kebayoran Lama, Pelaku Disebut Tak Ada Kelainan Seksual

Megapolitan
LPSK Mengaku Tolak Amplop dari 'Bapak' Usai Bertemu Ferdy Sambo di Kantor Propam Polri

LPSK Mengaku Tolak Amplop dari "Bapak" Usai Bertemu Ferdy Sambo di Kantor Propam Polri

Megapolitan
Tertangkap Basah Hendak Curi Sepeda Motor Pedagang Bubur, Pemuda Ini Diamuk Warga

Tertangkap Basah Hendak Curi Sepeda Motor Pedagang Bubur, Pemuda Ini Diamuk Warga

Megapolitan
Pengakuan Satpam Kompleks Terima Rp 150.000 buat Tutup Portal Menuju Rumah Ferdy Sambo

Pengakuan Satpam Kompleks Terima Rp 150.000 buat Tutup Portal Menuju Rumah Ferdy Sambo

Megapolitan
Jejak Sopir Taksi yang Cabuli Bocah di Kebayoran: Sempat Pulang ke Rumah dan Bikin Korban Harus Diungsikan

Jejak Sopir Taksi yang Cabuli Bocah di Kebayoran: Sempat Pulang ke Rumah dan Bikin Korban Harus Diungsikan

Megapolitan
Indra Kenz Didakwa Rugikan 144 Korban Binomo dengan Total Rp 83 Miliar

Indra Kenz Didakwa Rugikan 144 Korban Binomo dengan Total Rp 83 Miliar

Megapolitan
Jakarnaval 2022 di Sirkuir Formula E Akan Dimeriahkan Lyodra hingga Armada Band

Jakarnaval 2022 di Sirkuir Formula E Akan Dimeriahkan Lyodra hingga Armada Band

Megapolitan
Sedang Bermain, Seorang Bocah Tercemplung ke Lubang 'Septic Tank' di Kalideres

Sedang Bermain, Seorang Bocah Tercemplung ke Lubang "Septic Tank" di Kalideres

Megapolitan
Tarif Integrasi Rp 10.000 di Jakarta Hanya Berlaku lewat Aplikasi Jaklingko

Tarif Integrasi Rp 10.000 di Jakarta Hanya Berlaku lewat Aplikasi Jaklingko

Megapolitan
Polda Metro Jaya Ungkan Ada Pohon Koka di Kebun Raya Bogor, tapi Sudah Mati

Polda Metro Jaya Ungkan Ada Pohon Koka di Kebun Raya Bogor, tapi Sudah Mati

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.