Said Iqbal Sayangkan Polisi Blokade Jalan Saat Buruh Ingin Orasi di Depan Istana

Kompas.com - 02/05/2017, 19:25 WIB
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Buruh melakukan unjuk rasa di seputar bundaran Bank Indonesia, Jakarta, memperingati Hari Buruh Sedunia, Senin (1/5/2017). Aksi buruh serentak dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia menuntut agar pemerintah menghapuskan sistem outsourcing, magang dan upah layak.


JAKARTA, KOMPAS.com -
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengklaim aksi memeringati Hari Buruh pada Senin (1/5/2017) berjalan aman sesuai rencana. Meski aksi buruh di Jakarta sempat diwarnai pembakaran karangan bunga untuk Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

"Iya, aksi kemarin sesuai rencana, kondusif, aman, tertib, dan damai," ujar Said Iqbal, kepada Kompas.com, Selasa (2/5/2017).

(baca: Said Iqbal: Upah Buruh Naik Seharga Sebuah Kebab di Eropa)

Tapi Said menyayangkan sikap kepolisian yang memblokade jalan ketika massa aksi buruh hendak berorasi di depan Istana Kepresidenan.


Menurut dia, blokade tersebut mencederai demokrasi karena aksi buruh di depan Istana Kepresidenan sudah mendapat izin dari Mabes Polri.

Blokade itu, menuru Said, baru pertama kali terjadi dalam sejarah aksi buruh di Indonesia selama 10 tahun terakhir.

"Baru kali ini aksi May Day yang resmi diblokade polisi sehingga kesan yang ditangkap para buruh, presiden sedang dijauhkan dari buruh," ucap Said.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorIndra Akuntono
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X