Kompas.com - 04/05/2017, 05:12 WIB
Warga  Pasar Ikan meminta Ahok menghormati prosws hukum sebelum kembali memutuskan untuk kembali menggusur warga yang masih bertahan di kawasan tersebut, Rabu (3/5/2017) Kompas.com/David Oliver PurbaWarga Pasar Ikan meminta Ahok menghormati prosws hukum sebelum kembali memutuskan untuk kembali menggusur warga yang masih bertahan di kawasan tersebut, Rabu (3/5/2017)
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Suyatno, warga Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, menyampaikan kekecewaannya terhadap Presiden Joko Widodo yang juga merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta.

Kekecewaan Suyatno itu disampaikan saat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) DKI Jakarta menggelar konferensi pers untuk merespons rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama kembali menertibkan bedeng yang didirikan warga di Pasar Ikan.

Naik ke atas panggung, Suyatno sebelumnya menceritakan kebanggannya terhadap Jokowi dan partai pengusungnya, PDI-Perjuangan. Suyatno mengatakan, saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi datang dan berjanji tidak menggusur permukiman mereka.

Bahkan, lanjut Suyatno, Jokowi berjanji jika terpilih maka warga yang telah tinggal selama 20 tahun di kawasan itu bisa mendapatkan sertifikat hak milik atas lahan yang ditempati.

Karena tergiur dengan janji Jokowi itu, pada Pilkada DKI 2012 dia memilih Jokowi-Ahok.

"Saya sudah 30 tahun tinggal di sini. Pak Jokowi sebelum jadi gubernur datang kemari, injak tanah ini. Saya nyoblos PDI-P kan partai wong cilik. PDI-P memang untuk wong cilik," ujar Suyatno.

"Anak saya bilang 'nanti digusur Pak'. Saya bilang 'enggak', PDI-P kan dari Jawa, kok digusur (sama-sama orang Jawa)," ujar Suyatno.

Namun, belum terealisasi janji membuatkan sertifikat hak milik, Jokowi terpilih menjadi Presiden dan posisi Gubernur DKI Jakarta digantikan Ahok.

Saat pemerintahan Ahok, kawasan Pasar Ikan ditertibkan dengan dalih untuk merevitalisasi kawasan Sunda Kelapa. Suyatno mengaku kecewa dengan penertiban itu dan menilai Jokowi tak menepati janjinya.

"PDI-P gambar banteng, badan (seperti) kerbau, cocok untuk dipelihara rakyat miskin. Tapi kok jadinya seperti ini," ujar Suyatno.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjal, Mulanya Rugi Nyaris Rp 1 Miliar dari Bisnis Minyak Goreng

Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjal, Mulanya Rugi Nyaris Rp 1 Miliar dari Bisnis Minyak Goreng

Megapolitan
Jadi TNI Gadungan Untuk Nikahi Kekasih, Seorang Pria Ditangkap Polisi di Jatinegara

Jadi TNI Gadungan Untuk Nikahi Kekasih, Seorang Pria Ditangkap Polisi di Jatinegara

Megapolitan
Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Megapolitan
Duduk Perkara Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjalnya, Terlilit Utang dan Dikejar Rentenir

Duduk Perkara Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjalnya, Terlilit Utang dan Dikejar Rentenir

Megapolitan
Kelurahan Jurumudi Direndam Banjir 4 Hari, Bantuan Belum Merata hingga Warga Harus Berebut

Kelurahan Jurumudi Direndam Banjir 4 Hari, Bantuan Belum Merata hingga Warga Harus Berebut

Megapolitan
Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Megapolitan
Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Megapolitan
Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Megapolitan
Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Megapolitan
Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Megapolitan
Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Megapolitan
Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran 'Kurang Kerjaan'

Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran "Kurang Kerjaan"

Megapolitan
Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Megapolitan
Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Megapolitan
18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.