Kompas.com - 04/05/2017, 15:16 WIB
Sejumlah anggota Kepolisian tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pasca kejadian penembakan oleh orang tak dikenal ke rumah Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini di kawasan Kp Tengah, Ciputat, Tangerang Selatan. Penembakan tersebut terjadi pada Rabu (3/5/2017) malam. dok. Jazuli JuwainiSejumlah anggota Kepolisian tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pasca kejadian penembakan oleh orang tak dikenal ke rumah Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini di kawasan Kp Tengah, Ciputat, Tangerang Selatan. Penembakan tersebut terjadi pada Rabu (3/5/2017) malam.
|
EditorIndra Akuntono


TANGERANG, KOMPAS.com -
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Ahmad Alexander mengatakan polisi tidak mendapat keterangan warga yang mengaku mendengar suara tembakan yang diarahkan ke rumah Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR, Jazuli Juwaini, di Ciputat, Rabu (3/5/2017).

Keluarga Jazuli sebelumnya melapor ke Polsek Ciputat karena kaca di rumahnya pecah dan meninggalkan lubang seperti bekas tembakan.

"Enggak ada yang dengar suara tembakan. Itu kejadiannya sekitar pukul 04.30 WIB kemarin pagi," kata Ahmad, kepada Kompas.com, Kamis (4/5/2017).

(baca: Polisi Belum Bisa Pastikan Rumah Ketua Fraksi PKS Ditembak)

Sampai siang ini, menurut Ahmad, pihak Puslabfor Polri masih memeriksa kaca yang pecah dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi juga belum menemukan adanya proyektil peluru di sekitar lokasi.

Adapun saat kejadian, Jazuli sedang tidak di tempat. Di rumah tersebut hanya ada istri, keponakan, dan beberapa anggota keluarga yang lain.

Adapun kasus ini masih ditangani Polsek Ciputat dan Polres Tangerang Selatan.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Kalipasir Tangerang dan Cerita soal Pilar Pemberian Sunan Kalijaga

Masjid Kalipasir Tangerang dan Cerita soal Pilar Pemberian Sunan Kalijaga

Megapolitan
Pengusaha di Jakarta yang Terdampak Covid-19 Boleh Bayar THR Sehari Sebelum Lebaran, Ini Syaratnya

Pengusaha di Jakarta yang Terdampak Covid-19 Boleh Bayar THR Sehari Sebelum Lebaran, Ini Syaratnya

Megapolitan
Sosok Sylviana Murni, Wali Kota Perempuan Pertama di Jakarta hingga Lolos Jadi Anggota DPD RI

Sosok Sylviana Murni, Wali Kota Perempuan Pertama di Jakarta hingga Lolos Jadi Anggota DPD RI

Megapolitan
Pesan Ratu Tisha di Hari Kartini: Perempuan Harus Punya Kemauan Kuat demi Bersaing di Sektor Apapun

Pesan Ratu Tisha di Hari Kartini: Perempuan Harus Punya Kemauan Kuat demi Bersaing di Sektor Apapun

Megapolitan
Berikut Nominal Zakat Fitrah DKI Jakarta Tahun 2021

Berikut Nominal Zakat Fitrah DKI Jakarta Tahun 2021

Megapolitan
Sejarah Masjid Jami Kalipasir: Tertua di Kota Tangerang, Berawal dari Gubuk Kecil untuk Syiar Islam

Sejarah Masjid Jami Kalipasir: Tertua di Kota Tangerang, Berawal dari Gubuk Kecil untuk Syiar Islam

Megapolitan
Jadwal Shalat dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Kamis 22 April 2021

Jadwal Shalat dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Kamis 22 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 22 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 22 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Depok, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Depok, 22 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 22 April 2021

Megapolitan
Penerima BST di Kota Tangerang Hanya 20.000 Orang, Pemkot Protes ke Kemensos

Penerima BST di Kota Tangerang Hanya 20.000 Orang, Pemkot Protes ke Kemensos

Megapolitan
Ditinggal Majikan ke Luar Kota, ART Tewas Gantung Diri di Serpong Garden Tangerang

Ditinggal Majikan ke Luar Kota, ART Tewas Gantung Diri di Serpong Garden Tangerang

Megapolitan
Pemprov DKI: Pengusaha Wajib Berikan THR Paling Lambat 7 Hari Sebelum Lebaran

Pemprov DKI: Pengusaha Wajib Berikan THR Paling Lambat 7 Hari Sebelum Lebaran

Megapolitan
Update 21 April: Bertambah 602, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini 6.440

Update 21 April: Bertambah 602, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini 6.440

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X