Kompas.com - 05/05/2017, 16:11 WIB
Situasi di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat tak lama setelah berakhirnya aksi unjuk rasa massa yang menuntut hukuman maksimal untuk terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Ahok Tjahaja Purnama pada Jumat (5/5/2017) sore. Massa aksi yang dikenal dengan nama aksi 55 itu terpantau mulai membubarkan diri sekitar pukul 15.15. KOMPAS.com/Alsadad RudiSituasi di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat tak lama setelah berakhirnya aksi unjuk rasa massa yang menuntut hukuman maksimal untuk terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Ahok Tjahaja Purnama pada Jumat (5/5/2017) sore. Massa aksi yang dikenal dengan nama aksi 55 itu terpantau mulai membubarkan diri sekitar pukul 15.15.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa Aksi 55 yang menuntut hukuman maksimal untuk terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta mulai membubarkan diri pada Jumat (5/5/2017) sore.

Massa aksi terpantau mulai membubarkan diri sekitar pukul 15.15 WIB.

Massa mulai membubarkan diri setelah perwakilan pengunjuk rasa yang sebelumnya datang ke Mahkamah Agung datang kembali dan menjelaskan hasil pertemuan kepada massa. Seorang perwakilan pengunjuk rasa yang ikut ke Gedung MA diketahui bernama Didin Hafidudin.

Kepada massa, Didin menyatakan sudah menyampaikan tuntutan massa kepada perwakilan MA. Menurut Didin, dirinya sudah menyatakan bahwa massa menilai ada kejanggalan dalam proses peradilan terhadap Ahok.

"Apalagi jaksa penuntut umum yang seolah-olah bermain dengan hukum. Tim mendorong agar majelis hakim memutuskan dengan hati nurani untuk memutuskan tanpa intervensi kekuasaan. Kita awasi saja bagaimana proses peradilannya itu," ucap Didin.

Baca: Bachtiar Nasir Imbau Masyarakat Terima Apa Pun Vonis Terhadap Ahok

Aksi 55 terpantau mulai berlangsung sejak sekitar pukul 13.20. Massa yang mengikuti aksi terpantau memenuhi Jalan Medan Merdeka Utara, tepatnya dari depan Kantor Kemendagri hingga ke sekitar Masjid Istiqlal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kompas TV Demo 5 Mei adalah lanjutan dari demo pada Jumat, 28 April 2017 lalu.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Megapolitan
Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Megapolitan
Kota Bogor Hadapi Cuaca Ekstrem, Bima Arya Minta Jajarannya Siaga

Kota Bogor Hadapi Cuaca Ekstrem, Bima Arya Minta Jajarannya Siaga

Megapolitan
Pengelola Catat Ada 15.000 Pengunjung pada Hari Pertama Anak Boleh Masuk Ancol

Pengelola Catat Ada 15.000 Pengunjung pada Hari Pertama Anak Boleh Masuk Ancol

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka pada Sabtu, 23 Oktober

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka pada Sabtu, 23 Oktober

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Pasar yang Jual Non-kebutuhan Sehari-hari Jadi 75 Persen

PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Pasar yang Jual Non-kebutuhan Sehari-hari Jadi 75 Persen

Megapolitan
Tempat Bermain Anak dan Tempat Hiburan di Mal di Jakarta Boleh Beroperasi Selama PPKM Level 2

Tempat Bermain Anak dan Tempat Hiburan di Mal di Jakarta Boleh Beroperasi Selama PPKM Level 2

Megapolitan
PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Gym Naik Jadi Maksimal 50 Persen

PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Gym Naik Jadi Maksimal 50 Persen

Megapolitan
Aturan PPKM Level 2, Kantor Non-esensial di Jakarta Bisa Terapkan WFO Maksimal 50 Persen

Aturan PPKM Level 2, Kantor Non-esensial di Jakarta Bisa Terapkan WFO Maksimal 50 Persen

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Jumlah Jemaah Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Jumlah Jemaah Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Aturan PPKM Level 2 di Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Bioskop

Aturan PPKM Level 2 di Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Bioskop

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.