Kompas.com - 08/05/2017, 19:08 WIB
Warga kembali tinggal di bedeng di kawasan Kampung Akuarium, kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (8/5/2017).  Pemprov DKI Jakarta akan segera menertibkan kembali bedeng yang dibangun warga di kawasan tersebut. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOWarga kembali tinggal di bedeng di kawasan Kampung Akuarium, kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (8/5/2017). Pemprov DKI Jakarta akan segera menertibkan kembali bedeng yang dibangun warga di kawasan tersebut.
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Satpol PP DKI Jakarta Jupan Royter mengatakan, pihaknya belum menentukan kapan penertiban kembali kawasan Kampung Akuarium, Pasar Ikan, Jakarta Utara, akan dilakukan. 

Jupan mengatakan, bersama Pemerintah Kota Jakarta Utara, pihaknya masih harus melakukan pendataan jumlah kepala keluarga yang bertahan di kawasan tersebut.

"Sudah ke wali kota (Jakarta Utara), sudah dilakukan pendataan," ujar Jupan saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/5/2017).

Jupan mengatakan, selain pendataan, pihaknya akan melakukan pendekatan secara persuasif  kepada warga.

Pihak Pemkot Jakut dan petugas satpol PP yang melakukan pendataan akan kembali menjelaskan fungsi dari kawasan tersebut.

(Baca juga: Anies Minta Ahok Tidak Merasa Paling Tahu soal Penataan Pasar Ikan)

Menurut Jupan, setelah setahun ditertibkan, masih saja ada warga yang belum tahu mengapa kawasan itu ditertibkan oleh Pemprov DKI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sosialisasi ini dilakukan agar saat penertiban, warga bisa menerima keputusan dan juga untuk menghindari terjadinya kericuhan antara warga dan satpol PP.

"Dijelaskan ke mereka, dicek mereka punya rumah. Nanti disosialisasikan penggunaanya untuk apa. Lahannya untuk apa, kawasan untuk apa," ujar Jupan.

"Kami anytime, kapan saja satpol PP di tingkat kota siap (melakukan penertiban)," ujar Jupan.

Gubernur DKI Jakarta Ahok memastikan, pihaknya tetap akan menertibkan hunian liar berupa bangunan semi-permanen atau bedeng yang masih berdiri di Pasar Ikan dan Kampung Akuarium.

Menurut Ahok, penertiban harus dilakukan karena kawasan itu akan direvitalisasi untuk kemudian dijadikan area wisata bahari.

Sementara itu, warga Pasar Ikan meminta penertiban ditunda. Mereka meminta agar Ahok menunggu hasil dari gugatan kelompok atau "class action" yang telah mereka ajukan.

Adapun mediasi yang dilakukan Pemprov DKI dan warga Pasar Ikan menemui jalan buntu. Pemprov DKI dan warga akan melanjutkan gugatan tersebut di pengadilan.

(Baca juga: Mediasi Gagal, Pemrov dan Warga Pasar Ikan Selesaikan Gugatan di Pengadilan)

Kompas TV Pasca digusur setahun lalu, kini warga kembali menempati wilayah Kampung Akuarium, Pasar Ikan, Jakarta Utara.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lapangan Latih Jakarta International Stadium Bisa Disewa Senin hingga Kamis

Lapangan Latih Jakarta International Stadium Bisa Disewa Senin hingga Kamis

Megapolitan
Sejumlah Tokoh Betawi Diusulkan Jadi Nama Jalan di Jakarta

Sejumlah Tokoh Betawi Diusulkan Jadi Nama Jalan di Jakarta

Megapolitan
Pintu Air 10 di Kota Tangerang Siaga 1, Potensi Banjir di Cibodas dan Cipondoh

Pintu Air 10 di Kota Tangerang Siaga 1, Potensi Banjir di Cibodas dan Cipondoh

Megapolitan
Ahli Waris Hibahkan Lahan Museum Sumpah Pemuda ke Negara

Ahli Waris Hibahkan Lahan Museum Sumpah Pemuda ke Negara

Megapolitan
Laga Perdana Lapangan Latih JIS: Tim Anies Kalah 0-3 Lawan DPRD DKI

Laga Perdana Lapangan Latih JIS: Tim Anies Kalah 0-3 Lawan DPRD DKI

Megapolitan
Vaksinasi Anak 12-17 Tahun di Tangsel Masih Jauh dari Target

Vaksinasi Anak 12-17 Tahun di Tangsel Masih Jauh dari Target

Megapolitan
Pemprov DKI Usul MRT Jakarta Disuntik Modal Rp 3,17 Triliun dari APBD 2022

Pemprov DKI Usul MRT Jakarta Disuntik Modal Rp 3,17 Triliun dari APBD 2022

Megapolitan
UPDATE 28 Oktober: Tambah 6 Kasus Covid-19 di Tangsel, 92 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 28 Oktober: Tambah 6 Kasus Covid-19 di Tangsel, 92 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Longsor Terjang Kampung Mulyasari Bogor, Tebing Tanah Setinggi 15 Meter Ambruk

Longsor Terjang Kampung Mulyasari Bogor, Tebing Tanah Setinggi 15 Meter Ambruk

Megapolitan
Anies Resmikan Pembangunan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

Anies Resmikan Pembangunan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

Megapolitan
Mobil Terperosok Lalu Terseret Arus Sungai Saat Hendak Dikeluarkan dari Garasi

Mobil Terperosok Lalu Terseret Arus Sungai Saat Hendak Dikeluarkan dari Garasi

Megapolitan
Hujan Angin, Atap JPO Yos Sudarso, Tanjung Priok Terlepas

Hujan Angin, Atap JPO Yos Sudarso, Tanjung Priok Terlepas

Megapolitan
Tes PCR 3 x 24 Jam Akan Dapat Digunakan Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta

Tes PCR 3 x 24 Jam Akan Dapat Digunakan Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Absen Sejak 3 Setember, Bendahara Kelurahan Duri Kepa Mengaku Diintimidasi dan Tak Diizinkan Masuk Kantor

Absen Sejak 3 Setember, Bendahara Kelurahan Duri Kepa Mengaku Diintimidasi dan Tak Diizinkan Masuk Kantor

Megapolitan
Kronologi Polisi Gugur Terlindas Truk Saat Bertugas Mengawal Tim Supervisi Polda Metro Jaya

Kronologi Polisi Gugur Terlindas Truk Saat Bertugas Mengawal Tim Supervisi Polda Metro Jaya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.