Polisi Berharap Tak Ada Lagi Pengerahan Massa Terkait Kasus Ahok

Kompas.com - 09/05/2017, 20:22 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat diwawancarai di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/5/2017). Kompas.com/Akhdi Martin PratamaKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat diwawancarai di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/5/2017).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono meminta agar tak ada lagi pengerahan massa pada proses banding kasus penodaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Diharapkan dari sidang banding tak ada pengerahan massa. Kami serahkan saja pada proses pengadilan. Biarkanlah pengadilan yang berjalan sesuai dengan aturan mereka," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (9/5/2017).

Argo meminta masyarakat tak menekan penegak hukum dan memercayakan semuanya pada proses peradilan. Ia menjamin penegak hukum akan menyikapi kasus itu dengan adil.

Selain itu, kisruh pilkada diharapkan tidak berlanjut.


"Kami berharap yang berkaitan dengan pilkada, sengketa antar-pendukung pilkada ini sudah tak ada lagi. Dengan harapan seperti itu biar Jakarta kondisinya kembali tenang, agar masyarakat bisa meningkatkan kualitas hidup mereka," katanya.

Ahok divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara karena terbukti menodai agama dalam pidatonya yang menyinggung surat Al-Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu pada September lalu. Ia dijatuhi hukuman dua tahun penjara pada Selasa.

Ia ditahan di Rutan Cipinang dan akan mengajukan banding atas putusan itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X