Mulai Jumat, Djarot Ubah Sistem Layanan Pengaduan Warga di Balai Kota

Kompas.com - 10/05/2017, 13:59 WIB
Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan musisi Addie MS di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (10/5/2017). KOMPAS.com/JESSI CARINA Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan musisi Addie MS di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (10/5/2017).
Penulis Nursita Sari
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, dia akan mengubah sistem layanan pengaduan warga yang biasa dilakukan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota setiap pagi. Mulai Jumat (12/5/2017) lusa, pengaduan warga akan dilayani sesuai bidang aduannya masing-masing.

"Kami akan bikin cluster sesuai dengan bidang masing-masing pengaduan. Ada cluster rumpun pendidikan, itu meja sendiri, kemudian kesehatan, perumahan, pelayanan masyarakat, dan masalah-masalah yang sifatnya kompleks, umum, khusus," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (10/5/2017).

Djarot juga meminta PNS yang melayani pengaduan warga di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tidak berubah. Pimpinan setiap SKPD akan menerbitkan surat keputusan (SK) untuk menugaskan PNS yang melayani pengaduan.

Tujuannya, agar penanggung jawab aduan tersebut bisa dilacak. Djarot akan turut memantau proses pengaduan tersebut.

"Kami akan tetap mengikuti itu, tapi kami akan pindah-pindah dari satu meja ke meja yang lain. Ini akan dikerjakan mulai hari Jumat," kata dia.

Djarot mengatakan, perubahan sistem layanan pengaduan warga itu dilakukan agar lebih tertib, rapi, dan dapat ditangani dengan baik. Pengaduan akan tetap dilakukan di pendopo Balai Kota DKI Jakarta.

"Silakan pengaduan. Jadi tidak satu per satu dan berbagai macam, supaya tidak crowded, mereka kami tangani dari meja ke meja," kata Djarot.

Pada saat Ahok melayani pengaduan, warga biasanya mendapatkan nomor antrean. Ahok pertama kali menerima aduan-aduan tersebut untuk kemudian ditindaklanjuti SKPD terkait. Aduan warga pun tidak dikelompokan berdasarkan bidang masing-masing, tetapi semuanya digabungkan menjadi satu.

Mulai Rabu ini, Ahok tidak berkantor di Balai Kota karena telah dinyatakan menodai agama dan divonis hukuman dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam sidang putusan, Selasa kemarin. Ahok kini ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 18 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 18 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Wilayah Tangerang Raya, 18 April 2020

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Wilayah Tangerang Raya, 18 April 2020

Megapolitan
BMKG Pastikan Siklon Tropis Surigae tak Pengaruhi Cuaca Jabodetabek

BMKG Pastikan Siklon Tropis Surigae tak Pengaruhi Cuaca Jabodetabek

Megapolitan
Gardu Listrik di Cilandak Meledak dan Terbakar, Api Dipadamkan oleh Warga

Gardu Listrik di Cilandak Meledak dan Terbakar, Api Dipadamkan oleh Warga

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor, 18 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor, 18 April 2021

Megapolitan
Sekjen PBB Setujui Usul Anies Terkait Antisipasi Perubahan Iklim

Sekjen PBB Setujui Usul Anies Terkait Antisipasi Perubahan Iklim

Megapolitan
Pengunjung Diperbolehkan Bersepeda di Dalam Mal Balekota Tangerang

Pengunjung Diperbolehkan Bersepeda di Dalam Mal Balekota Tangerang

Megapolitan
Hilang Kendali, Bus Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan di Glodok

Hilang Kendali, Bus Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan di Glodok

Megapolitan
Update 17 April: Bertambah 1.037, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 398.125

Update 17 April: Bertambah 1.037, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 398.125

Megapolitan
Anies: Kami Sedang Genjot Kembali Perekonomian Jakarta

Anies: Kami Sedang Genjot Kembali Perekonomian Jakarta

Megapolitan
Ada Larangan Mudik, Polda Metro Jaya Siapkan 31 Titik Pengamanan

Ada Larangan Mudik, Polda Metro Jaya Siapkan 31 Titik Pengamanan

Megapolitan
Ambulansnya Terlibat Kecelakaan, Kimia Farma Klaim Sudah Berdamai dengan Korban

Ambulansnya Terlibat Kecelakaan, Kimia Farma Klaim Sudah Berdamai dengan Korban

Megapolitan
Ada Balap Liar di Pondok Indah, 5 Unit Sepeda Motor Ditahan Polisi

Ada Balap Liar di Pondok Indah, 5 Unit Sepeda Motor Ditahan Polisi

Megapolitan
Kimia Farma: Ambulans yang Terobos Lampu Merah Bawa Sampel Hasil Lab

Kimia Farma: Ambulans yang Terobos Lampu Merah Bawa Sampel Hasil Lab

Megapolitan
Balap Liar di Bulan Ramadhan, Tujuh Pemuda Diamankan Polisi

Balap Liar di Bulan Ramadhan, Tujuh Pemuda Diamankan Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X