Kompas.com - 11/05/2017, 19:02 WIB
Meski sudah dipindahkan, Mako Brimob sepi dari pendukung Ahok. Kompas.com/Sherly PuspitaMeski sudah dipindahkan, Mako Brimob sepi dari pendukung Ahok.
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabag Ops Korps Brimob Kombes Pol Waris Agono menjelaskan gambaran umum ruang tahanan yang ditempati terdakwa kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ahok menempati rutan tersebut sejak Rabu (10/5/2017).

"Bloknya itu tidak ada, itu ada di dalam ruang tahanan yang berada di Mako Brimob. Sama seperti tahanan lainnya," ujar Waris di Mako Brimob, Kamis (18/5/2017).

Menurutnya, tidak ada perlakuan khusus yang diberikan kepada Ahok yang merupakan Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu.

"Rutan Ahok ada di lantai 1. Ukuran ruangan 2×3 (meter) untuk satu orang aja, tidak pakai kasur, hanya beralas saja dan kamar mandi di dalam," paparnya.

Baca: 14 Daftar Nama yang Boleh Jenguk Ahok di Mako Brimob

Ia juga menginformasikan, sampai dengan hari ini kondisi kesehatan Ahok sangat baik.

"Sehat, karena setiap hari dilakukan pengecekan kondisi kesehatan," terangnya.

Selain itu, Waris juga meluruskan informasi yang selama ini beredar mengenai kemungkinan Ahok ditahan bersama Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath. Pimpinan aksi Bela Islam 313 itu ditangkap polisi pada Kamis (30/3/2017) atas dugaan upaya makar.

"Beda tahanan dia (dengan Al Khathathath). Ada di dalem juga dia (ruangan terpisah)," pungkasnya.

Baca: Lewat Handy Talky, Ahok Minta Massa Pendukungnya Bubar

Kompas TV Ahok Divonis, Bagaimana Tanggapan Keluarga? (Bag. 1)

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Es di Bekasi, BMKG Ingatkan Warga Waspada

Hujan Es di Bekasi, BMKG Ingatkan Warga Waspada

Megapolitan
Sejarawan Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo

Sejarawan Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo

Megapolitan
Debat Panas Rizieq Shihab dengan Bima Arya soal Siapa yang Bohong dan Tutupi Hasil PCR

Debat Panas Rizieq Shihab dengan Bima Arya soal Siapa yang Bohong dan Tutupi Hasil PCR

Megapolitan
Hujan Es Turun di Bekasi, Ini Penjelasan BMKG

Hujan Es Turun di Bekasi, Ini Penjelasan BMKG

Megapolitan
Cegah Tawuran, Polisi Kota Tangerang Tingkatkan Patroli dan Ancam Pelaku Tak Bisa Lebaran di Rumah

Cegah Tawuran, Polisi Kota Tangerang Tingkatkan Patroli dan Ancam Pelaku Tak Bisa Lebaran di Rumah

Megapolitan
Kadin Tangsel Minta Pekerja Memaklumi jika Perusahaan Tak Bayar THR Penuh

Kadin Tangsel Minta Pekerja Memaklumi jika Perusahaan Tak Bayar THR Penuh

Megapolitan
64 Petak Makam di TPU Rorotan Sudah Terisi

64 Petak Makam di TPU Rorotan Sudah Terisi

Megapolitan
Kejari Sudah Periksa 6 Orang soal Dugaan Korupsi Damkar Depok

Kejari Sudah Periksa 6 Orang soal Dugaan Korupsi Damkar Depok

Megapolitan
LPSK Diminta Lindungi Sandi, Anggota Damkar Depok yang Ungkap Dugaan Korupsi

LPSK Diminta Lindungi Sandi, Anggota Damkar Depok yang Ungkap Dugaan Korupsi

Megapolitan
Usai Tangkap Mahasiswa, Polisi Kejar Bandar dan Kelompok Pengedar Ganja di Kampus Jakarta

Usai Tangkap Mahasiswa, Polisi Kejar Bandar dan Kelompok Pengedar Ganja di Kampus Jakarta

Megapolitan
Mencoba Aplikasi SIM Online, Langsung Muncul 'RPC Timeout' dan Gagal Masuk

Mencoba Aplikasi SIM Online, Langsung Muncul "RPC Timeout" dan Gagal Masuk

Megapolitan
Dua Pohon Tumbang di Jakarta Barat akibat Hujan Deras, Salah Satunya Timpa Rumah

Dua Pohon Tumbang di Jakarta Barat akibat Hujan Deras, Salah Satunya Timpa Rumah

Megapolitan
Bawa Kasus Rizieq Shihab ke Pidana, Bima Arya: Agar Jadi Pembelajaran bagi Semua

Bawa Kasus Rizieq Shihab ke Pidana, Bima Arya: Agar Jadi Pembelajaran bagi Semua

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Frekuensi Kebakaran di Jakarta Turun berkat Sosialisasi lewat Pengeras Suara Masjid

Pemprov DKI Klaim Frekuensi Kebakaran di Jakarta Turun berkat Sosialisasi lewat Pengeras Suara Masjid

Megapolitan
Kritik Pembangunan Tugu Sepeda, Fraksi PDI-P DPRD DKI: Kerja Jangan Berdasarkan Mimpi

Kritik Pembangunan Tugu Sepeda, Fraksi PDI-P DPRD DKI: Kerja Jangan Berdasarkan Mimpi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X