Kompas.com - 16/05/2017, 20:34 WIB
Sejumlah pedagang bunga yang berjualan untuk peziarah yang datang ke taman pemakaman umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (14/5/2017). Ziarah kubur merupakan tradisi yang biasa dilakukan sebagian masyarakat jelang bulan ramadhan. Kompas.com/Alsadad RudiSejumlah pedagang bunga yang berjualan untuk peziarah yang datang ke taman pemakaman umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (14/5/2017). Ziarah kubur merupakan tradisi yang biasa dilakukan sebagian masyarakat jelang bulan ramadhan.
Penulis Dea Andriani
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang bulan Ramadhan, belasan pedangan bunga musiman berjualan di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta Pusat. Saodah (49) merupakan salah satu penjual bunga musiman asal Pejompongan, Jakarta Pusat, di tempat itu.

Ia berani berjualan meskipun termasuk pedagang tidak resmi. Sejak dua tahun lalu, setiap menjelang bulan puasa ia selalu berjualan bunga di area parkir TPU Karet Bivak.

Engga apa-apa (jualan di sini), petugas juga tahu kalo ini cuma musiman. Kamis depan (awal puasa) pindah jualnya ke depan (di trotoar),” kata Saodah saat ditemui Kompas.com, Selasa (16/5/2017).

Menurut dia lapak resmi yang disediakan tidak mampu menampung banyaknya pedagang yang ingin berjualan bunga. Alhasil ia dan belasan pedangan musiman lainnya berjualan dengan membawa sendiri meja dan beratapkan terpal plastik.

Devi (22) juga merupakan pedagang musiman yang mulai berjualan sejak minggu lalu. Sehari-harinya ia menjual bunga di sekitaran kantor pengurus TPU Karet Bivak. Namun menjelang bulan puasa ia berjualan di tempat parkir.

"Masih jarang yang beli (bunga) sih, biasanya banyak yang ziarah beberapa hari sebelum awal puasa," ujar Devi.

Ada empat kios bunga resmi yang disediakan. Harga bunga yang dijual pedangan resmi relatif lebih mahal dibandingkan pedagang musiman yang hanya berkisar Rp 5.000 per satu plastik bunga.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dimulai 2019, Penanaman 200.000 Pohon di Jakarta Ditargetkan Terpenuhi pada 2022

Dimulai 2019, Penanaman 200.000 Pohon di Jakarta Ditargetkan Terpenuhi pada 2022

Megapolitan
Saat Rizieq Shihab 'Ngamuk': Kesal karena Sidang Online, Cap Bima Arya Pembohong, Bentak Jaksa dan Satpol PP

Saat Rizieq Shihab "Ngamuk": Kesal karena Sidang Online, Cap Bima Arya Pembohong, Bentak Jaksa dan Satpol PP

Megapolitan
Tumpukan Ban Bekas di Kampung Boncos Terbakar, Api Merambat ke Rumah Warga

Tumpukan Ban Bekas di Kampung Boncos Terbakar, Api Merambat ke Rumah Warga

Megapolitan
Ini Kronologi Kasus Pencurian Motor di Joglo yang Pelakunya Terekam CCTV

Ini Kronologi Kasus Pencurian Motor di Joglo yang Pelakunya Terekam CCTV

Megapolitan
Kak Seto: Walau yang Perkosa dan Jual Remaja di Bekasi Anak Anggota DPRD, Polisi Harus Tegas

Kak Seto: Walau yang Perkosa dan Jual Remaja di Bekasi Anak Anggota DPRD, Polisi Harus Tegas

Megapolitan
Salah Gunakan Dana BOS dan BOP, Mantan Kepala SMKN 53 Ditetapkan Jadi Tersangka

Salah Gunakan Dana BOS dan BOP, Mantan Kepala SMKN 53 Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
Pingsan Setelah Ditonjok Sopir Lain, Pengemudi Taksi Tabrak Gerbang Mapolres Jakbar

Pingsan Setelah Ditonjok Sopir Lain, Pengemudi Taksi Tabrak Gerbang Mapolres Jakbar

Megapolitan
Praktik Prostitusi Online Anak di Penginapan Tebet, Warga: Enggak Terpikir Jadi Tempat Open BO

Praktik Prostitusi Online Anak di Penginapan Tebet, Warga: Enggak Terpikir Jadi Tempat Open BO

Megapolitan
Bersikeras Dua Terdakwa Kasus 192 Kg Ganja Divonis Mati, PN Tangerang Resmi Ajukan Banding

Bersikeras Dua Terdakwa Kasus 192 Kg Ganja Divonis Mati, PN Tangerang Resmi Ajukan Banding

Megapolitan
Aturan Perjalanan Pakai Kendaraan Pribadi ke Luar Jakarta Selama Larangan Mudik

Aturan Perjalanan Pakai Kendaraan Pribadi ke Luar Jakarta Selama Larangan Mudik

Megapolitan
KPAI Sebut Guru-guru di Jakarta Kelelahan Mengajar Tatap Muka dan Daring

KPAI Sebut Guru-guru di Jakarta Kelelahan Mengajar Tatap Muka dan Daring

Megapolitan
Semrawut, Kolong Flyover Roxy Akan Ditata Ulang

Semrawut, Kolong Flyover Roxy Akan Ditata Ulang

Megapolitan
Evaluasi Belajar Tatap Muka, Disdik DKI Tegaskan Akan Tutup Sekolah jika Tak Disiplin Protokol Kesehatan

Evaluasi Belajar Tatap Muka, Disdik DKI Tegaskan Akan Tutup Sekolah jika Tak Disiplin Protokol Kesehatan

Megapolitan
Hasil Uji Coba Belajar Tatap Muka, Kadisdik DKI: Sempat Hanya Dihadiri 5 Siswa

Hasil Uji Coba Belajar Tatap Muka, Kadisdik DKI: Sempat Hanya Dihadiri 5 Siswa

Megapolitan
Nurmaya, Perempuan Penderma Nasi Bungkus dan Cerita Kejutan-kejutan yang Mengiringinya

Nurmaya, Perempuan Penderma Nasi Bungkus dan Cerita Kejutan-kejutan yang Mengiringinya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X