Kompas.com - 21/05/2017, 23:27 WIB
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Seksi Data dan Informasi Dinas Sosial memperkirakan pengemis di Jakarta berkurang selama Ramadhan dan lebaran 2017. Hal ini dikarenakan ketatnya pengawasan Dinas Sosial.

"Biasanya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri ini diperkirakan para pengemis akan mengunjungi Jakarta, tapi beberapa tahun ini karena ketatnya pengamanan di Jakarta oleh P3S (Pengawasan dan Pengendalian Sosial) dan Satpol PP, para pengemis berpikir ribuan kali kalau mau ke Jakarta," kata Miftahul kepada Kompas.com, Minggu (21/5/2017).

Miftahul mengatakan saat ini, petugas Dinas Sosial dengan jumlah 435 orang menjaga lima wilayah Jakarta. Mereka terbagi menjadi dua shift yakni jam 07.00-15.00 dan 15.00-22.00 WIB. Mereka mengelilingi titik rawan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) seperti terminal, tempat rekreasi, dan persimpangan jalan.

Ada pula lima mobil berisi lima hingga tujuh petugas yang berkeliling setiap harinya.

"Petugas mobile mengelilingi relung-relung Jakarta dan menindaklanjuti laporan warga," ujarnya.

Ketatnya pengawasan ini membuat banyak pengemis yang meraup rupiah dari iba masyarakat, harus sembunyi-sembunyi karena terancam ditangkap dan dibina di panti sosial.

Adapun pemain lama, kata Miftah, mencari celah dan lengahnya petugas dan mengemis di komunitas. Mereka juga kini banyak beroperasi di Depok, Tangerang, bekasi, atau Bogor yang lebih ramah.

"Biasanya pengemis yang terjangkau P3S adalah pengemis baru. Mereka tidak mengetahui kalau di Jakarta tidak diperkenankan mengemis, kalau pengemis lama biasanya enggak berani terang-terangan mengemis di tempat umum," kata Miftahul.

Baca: Pengemis yang Miliki iPhone Punya Banyak Teman di WhatsApp dan BBM

Dalam Pasal 40 Perda DKI Nomor 8 Tahun 2007, pengemis, pengamen, pedagang, asongan, dan pengelap mobil, diancam hukuman kurungan paling singkat 20 hari. Pemberinya, juga terancam hukuman paling singkat 10 hari atau denda paling sedikit Rp 100.000.

Dinas Sosial bersama Satpol PP dan Kepolisian mengimbau masyaakat untuk melaporkan atau menemukan PMKS ke Twitter @dinsosDKI1, Facebook Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Instagram @dinas_sosial_jakarta, Qlue, atau nomor darurat 112.

Kompas TV Petugas Dinas Sosial Jakarta Barat menjaring seorang pengemis yang kedapatan membawa uang lebih dari Rp 16 juta.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Posko Dukcapil di Rawa Buaya Masih Dibuka Besok, Layani Warga yang Ingin Ubah Data Kependudukan

Posko Dukcapil di Rawa Buaya Masih Dibuka Besok, Layani Warga yang Ingin Ubah Data Kependudukan

Megapolitan
Cerita Ibu-ibu Pilih Piknik di Kota Tua Jakarta saat Anak Libur Sekolah

Cerita Ibu-ibu Pilih Piknik di Kota Tua Jakarta saat Anak Libur Sekolah

Megapolitan
Benda Mencurigakan Ditemukan di Lapas Kelas IIA Tangerang, Polisi Sebut Bukan Bom

Benda Mencurigakan Ditemukan di Lapas Kelas IIA Tangerang, Polisi Sebut Bukan Bom

Megapolitan
Benda Mencurigakan Ditemukan di Lapas Kelas IIA Tangerang, Mobil Brimob hingga Gegana Keluar dari Lokasi

Benda Mencurigakan Ditemukan di Lapas Kelas IIA Tangerang, Mobil Brimob hingga Gegana Keluar dari Lokasi

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat Sepekan Terakhir, Warga Diminta Perketat Prokes

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat Sepekan Terakhir, Warga Diminta Perketat Prokes

Megapolitan
Dukcapil Jakarta Barat Jemput Bola Layani Warga Terdampak Perubahan Nama Jalan

Dukcapil Jakarta Barat Jemput Bola Layani Warga Terdampak Perubahan Nama Jalan

Megapolitan
Outlet Holywings di Pondok Indah Tutup, Pintu Digembok hingga Plang Dicopot

Outlet Holywings di Pondok Indah Tutup, Pintu Digembok hingga Plang Dicopot

Megapolitan
Ahli Waris Blokade dan Buka Paksa Palang Tol Jatikarya, Mobil Sempat Masuk Gratis

Ahli Waris Blokade dan Buka Paksa Palang Tol Jatikarya, Mobil Sempat Masuk Gratis

Megapolitan
Masa Jabatannya Segera Berakhir, Bima Arya Fokus Selesaikan Masalah Transportasi hingga Penataan Suryakencana

Masa Jabatannya Segera Berakhir, Bima Arya Fokus Selesaikan Masalah Transportasi hingga Penataan Suryakencana

Megapolitan
Pelaku Pengeroyokan Siswa SMAN 70 Masih Pelajar, Kriminolog Anjurkan Damai

Pelaku Pengeroyokan Siswa SMAN 70 Masih Pelajar, Kriminolog Anjurkan Damai

Megapolitan
141 Orang Terdampak Perubahan Dua Nama Jalan di Jakarta Barat

141 Orang Terdampak Perubahan Dua Nama Jalan di Jakarta Barat

Megapolitan
Benda Mencurigakan Ditemukan di Lapas Wanita Kelas II A Tangerang

Benda Mencurigakan Ditemukan di Lapas Wanita Kelas II A Tangerang

Megapolitan
Holywings Penuhi Panggilan DPRD DKI, Jelaskan Akar Masalah Promo Miras Bermuatan SARA

Holywings Penuhi Panggilan DPRD DKI, Jelaskan Akar Masalah Promo Miras Bermuatan SARA

Megapolitan
Biaya Perawatan 5 Korban Jebolnya Tandon Air Proyek LRT Ditanggung Kontraktor

Biaya Perawatan 5 Korban Jebolnya Tandon Air Proyek LRT Ditanggung Kontraktor

Megapolitan
2 Pemuda Asal Bogor Raih Penghargaan Internasional Berkat Jual Beli Ikan Koi

2 Pemuda Asal Bogor Raih Penghargaan Internasional Berkat Jual Beli Ikan Koi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.