Kompas.com - 23/05/2017, 19:16 WIB
Tersangka pembawa senjata tajam diduga anggota geng motor yang ditangkap di Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Sabtu (20/5/2017). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARTersangka pembawa senjata tajam diduga anggota geng motor yang ditangkap di Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Sabtu (20/5/2017).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap tiga orang yang diduga anggota geng motor di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (20/5/2017).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Budi Hermanto mengatakan, ketiga orang yang ditangkap secara terpisah ini diduga anggota geng motor yang dikabarkan mengancam wilayah Jagakarsa beberapa hari terakhir ini.

Dua terduga anggota geng motor, WRA (18) dan IM (26), ditangkap di Jalan Raya Kelapa Muda, Jagakarsa, sekitar pukul 01.00 WIB.

"Pada saat dilakukan penangkapan, kedua tersangka sedang ada di pinggir jalan dan didapati tersangka sedang membawa dan menguasai sebilah senjata tajam sejenis celurit dengan cara dipegang menggunakan tangan kanan," kata Budi di Mapolrestro Jakarta Selatan, Selasa (23/5/2017).

(Baca juga: Anggota Geng Motor Penusuk Personel Kopassus Divonis 11 Tahun Penjara)

Sebilah golok dan celurit ini ditenteng tersangka dan sempat disembunyikan. Mereka mengaku membawa senjata tajam untuk "melindungi" kampungnya.

Kemudian pada pukul 02.15 WIB, seorang tersangka lainnya berinisial PH (25) membawa golok di pinggang dan pedang di punggung belakang.

Saat itu, PH sedang naik motor bersama teman-temannya dengan total 10 motor berboncengan. Sebagian dari mereka membawa bambu.

(Baca juga: Geng Motor Ditangkap Setelah Ambil Ponsel dan Bacok Korban)

Polisi yang melihat keberadaan mereka di Jalan Kelapa Hijau kemudian mengejar hingga satu kilometer jauhnya. PH tertangkap, sedangkan temannya berhasil melarikan diri.

"Teman-teman tersangka lainnya kocar-kacir berhasil menghindari petugas Polri kabur naik motor masing-masing ke arah semula ke Jalan Jagakarsa Raya," ujar Budi. Mereka saat ini ditahan dan diperiksa oleh polisi terkait aktivitas gengnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Megapolitan
88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Megapolitan
Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.