Kompas.com - 24/05/2017, 09:31 WIB
Gambar yang diambil dari potongan video yang diduga merupakan penyerangan geng motor di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Media sosialGambar yang diambil dari potongan video yang diduga merupakan penyerangan geng motor di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak Selasa (23/5/2017) kemarin, beredar di media sosial dan grup percakapan video yang diduga merupakan aksi penganiayaan anggota geng sepeda motor terhadap warga yang melintas di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Budi Hermanto mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki kebenaran video tersebut. Jika video itu benar, ia mengancam akan menindak tegas para pelaku dan geng motor lainnya yang masih berani membuat onar. 

"Isu geng motor ini menjadi concern kami. Kami akan lakukan tindakan tegas di lapangan secara tepat dan terukur," kata Budi di Mapolrestro Jakarta Selatan, Rabu.

Budi mengatakan, dari hasil pengecekan di lokasi, video tersebut memang diambil di Jalan Lenteng Agung. Namun warga setempat mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Februari 2017. Budi mengatakan, pihaknya masih menelusuri insiden itu.

Sosok perempuan yang terlihat terkena bacok dan berjalan terpincang-pincang usai diserang, diharapkan Budi segera melapor ke polisi agar bisa dicari pelakunya.

Baca juga: Polisi: Geng Motor hanya Ingin Lukai Orang

"Kami harapkan, semua masyarakat turut membantu penelusuran video yang viral itu bila ada informasi lanjutan. Sejauh ini, di Polsek Jagakarsa pun belum ada laporan terkait di video yang viral itu," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil patroli polisi di kawasan Jagakrsa untuk mengantisipasi isu geng motor itu mengarahkan polisi pada tiga orang yang kedapatan membawa senjata tajam. Saat ini ketiganya mendekam di tahanan.

Baca juga: Tiga Orang Diduga Anggota Geng Motor Ditangkap di Jagakarsa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Megapolitan
Banjir Rob Terjang Jalan Lodan Raya Ancol, Petugas Evakuasi Warga

Banjir Rob Terjang Jalan Lodan Raya Ancol, Petugas Evakuasi Warga

Megapolitan
Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Megapolitan
Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus: Ambles, Diaspal, Kini Dilubangi

Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus: Ambles, Diaspal, Kini Dilubangi

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Megapolitan
Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Megapolitan
Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.