Denny Cabuli Anak dan Keponakannya Saat Istri Pergi ke Pasar

Kompas.com - 24/05/2017, 18:35 WIB
AI alias Denny, tersangka kasus paedofil anak saat di Mapolda Metro Jaya, Rabu (24/5/2017). Kompas.com/Akhdi Martin PratamaAI alias Denny, tersangka kasus paedofil anak saat di Mapolda Metro Jaya, Rabu (24/5/2017).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - AI alias Denny (41), tega menyodomi anaknya DAE (17) dan keponakannya DAL (10). Bahkan, dia menyiarkan secara langsung aksi bejatnya tersebut ke media sosial Skype.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Hadiningrat mengatakan, sebelum live di Skype, Denny terlebih dahulu memberitahu anggota grup internasional pecinta seks anak-anak atau paedofil.

Denny tergabung dalam grup Whatsapp, Skype dan Telegram pecinta seks anak-anak internasional.

"Dia (Denny) menginformasikan lebih dahulu bahwa dia akan show, kemudian semua yang pakai Skype bisa live streaming," ujar Wahyu di Mapolda Metro Jaya, Rabu (24/5/2017).

Wahyu menambahkan, Denny telah mencabuli anaknya sejak berusia dua tahun. Sedangkan keponakannya, sudah dicabuli sejak berusia 7 tahun. Sementara itu, Kanit 1 Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol Joko menambahkan, Denny masih mempunyai seorang istri.

Dia mencabuli anak dan keponakannya saat istrinya tidak ada di rumah.

"Dia melakukan hal itu ketika istrinya sedang pergi ke pasar, karena jarak dari rumahnya ke pasar itu cukup jauh, waktu tempuh sekitar 2 jam sehingga dia punya kesempatan itu," ucap dia.

Joko mengatakan, keponakannya tersebut merupakan anak berkebutuhan khusus. DAL dititipkan kepada Denny lantaran orangtuanya telah meninggal. Joko menjelaskan, lantaran sering dicabuli Denny, DAL menjadi anak yang penyendiri.

Dia kerap tak mau pulang ke rumah Denny.

"Jadi menurut keterangan istri pelaku, keponakannya itu sering kabur, kalau mengaji dia enggak pulang dan tidur di masjid. Yang menyebabkan korban sering kabur-kaburan, karena mungkin mau cerita juga takut, sehingga dia memilih untuk kabur," kata Joko.

Baca: Ayah Ini Berbuat Asusila Terhadap Anak Sembari Live di "Skype"

Pengungkapan kasus ini dilakukan setelah penyidik Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan patroli siber. Setelah itu, tim berkordinasi dengan US ICE Homeland Security.

Akhirnya, tim berangkat ke kawasan Kembang Janggut, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur untuk melakukan penangkapan terhadap Denny pada 6 Mei 2017 lalu. Ternyata, Denny merupakan asisten manager di sebuah perusahaan di kawasan tersebut.

Akibat ulahnya, Denny dijerat Pasal 4 ayat 1 Juncto Pasal 29 dan Pasal 6 Juncto Pasal 32 UU RI No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 27 ayat 1 Juncto Pasal 45 ayat 1 Juncto Pasal 52 ayat 1 UU RI No 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 76 D Juncto Pasal 81 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman huluman maksimal 15 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Cek Ketersediaan Tempat Tidur ICU Pasien Covid-19 di Jakarta

Cara Cek Ketersediaan Tempat Tidur ICU Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Total 47 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi, Ini Daftar Namanya

Total 47 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi, Ini Daftar Namanya

Megapolitan
TPU Bambu Apus Bisa Tampung 700 Jenazah Pasien Covid-19

TPU Bambu Apus Bisa Tampung 700 Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Modus Tawarkan Pekerjaan, TNI Gadungan Curi Motor Korban

Modus Tawarkan Pekerjaan, TNI Gadungan Curi Motor Korban

Megapolitan
4 Fakta Risma Bantu 15 PPKS Kerja di BUMN, dari Pemulung Kini Pekerja di Proyek Tol

4 Fakta Risma Bantu 15 PPKS Kerja di BUMN, dari Pemulung Kini Pekerja di Proyek Tol

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Lahan Baru Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus

Pemprov DKI Buka Lahan Baru Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus

Megapolitan
Depok Catat 410 Kasus Baru, 4.569 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Depok Catat 410 Kasus Baru, 4.569 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rangkap Jabatan Marullah Matali, Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta Lalu Ditunjuk Plt Wali Kota Jaksel

Rangkap Jabatan Marullah Matali, Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta Lalu Ditunjuk Plt Wali Kota Jaksel

Megapolitan
UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kota Tangerang, 3 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kota Tangerang, 3 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Sejarah Hari Ini: Kecelakaan Maut Tugu Tani yang Renggut 9 Nyawa Pejalan Kaki

Sejarah Hari Ini: Kecelakaan Maut Tugu Tani yang Renggut 9 Nyawa Pejalan Kaki

Megapolitan
Pedagang Emas di Depok Tertipu, Emas 300 Gram Dibawa Kabur Pelaku

Pedagang Emas di Depok Tertipu, Emas 300 Gram Dibawa Kabur Pelaku

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Bogor, Tangerang, dan Sebagian Jakarta Berpeluang Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Bogor, Tangerang, dan Sebagian Jakarta Berpeluang Hujan

Megapolitan
5 Fakta Terkini Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182: Dihentikan hingga Proses Identifikasi

5 Fakta Terkini Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182: Dihentikan hingga Proses Identifikasi

Megapolitan
Cerita Dokter soal Penuhnya RS Covid-19 di Jakarta, Mencari ICU ke Karawang hingga Pasien Dirawat di Kursi

Cerita Dokter soal Penuhnya RS Covid-19 di Jakarta, Mencari ICU ke Karawang hingga Pasien Dirawat di Kursi

Megapolitan
Pedagang di Seputar Pasar Malabar Masih Langgar Aturan Jam Malam PPKM

Pedagang di Seputar Pasar Malabar Masih Langgar Aturan Jam Malam PPKM

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X