Cerita Ibunda Korban Selamat Bom Kampung Melayu

Kompas.com - 25/05/2017, 00:47 WIB
Ibunda korban selamat bom Kampung Melayu, Amelia (Kanan) bersama keluarga lainnya saat berada di ruang tunggu RS Premier Jatinegara, Kamis (25/5/2017) dini hari. Kompas.com/Sherly PuspitaIbunda korban selamat bom Kampung Melayu, Amelia (Kanan) bersama keluarga lainnya saat berada di ruang tunggu RS Premier Jatinegara, Kamis (25/5/2017) dini hari.
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Ibunda seorang korban selamat bom di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, mendatangi rumah sakit premier Jatinegara, tempat putrinya dirawat sekitar pukul 12.00 WIB.

"Anak saya namanya Jihan umurnya 19 tahun. Dia mahasiswa, Alhamdullilah dia selamat," ujarnya saat ditemui Kompas.com, Kamis (25/5/2017).

Amelia bercerita, sekitar pukul 21.00 WIB perjalanannya dari stasiun Klender tiba-tiba terhenti keramaian masa di sekitar terminal Kampung Melayu.

"Kata ibu-ibu di situ ada bom. Saya ingat anak saya lagi di sana (Kampung Melayu). Saya langsung histeris di sana, saya bayangkan anak saya kenapa-napa," sebutnya.

Baca: Ketua DPRD DKI Minta Warga Tak Sebar Foto Korban Bom Kampung Melayu

Namun beruntung, tak terjadi hal buruk kepada Jihan. Ada seorang pria baik hati yang mau mengantarkan Jihan yang dalam keadaan luka melepuh di tangan kiri pulang ke rumahnya yang beralamat di Lenggang Pemuda.

"Anak saya masih sadar, hanya nangis nanyain Pipit temannya. Dia tadi memang pulang sama Pipit, tapi sampai sekarang belum ada kabar," lanjutnya.

Kemudian, lanjut Amelia, Jihan segera dibawa ke RS Premier Jatinegara untuk menjalani perawatan.

"Di RS dia juga sempat cerita tadi pas ledakan pertama diteriaki polisi biar bangun dan lari, anak saya jadi selamat. Alhamdullilah," tutupnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Baru Covid-19 di Depok Bertambah 34 Kemarin

Kasus Baru Covid-19 di Depok Bertambah 34 Kemarin

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Cerah, Depok dan Bogor Berpeluang Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Cerah, Depok dan Bogor Berpeluang Hujan

Megapolitan
49 RW di Kota Bekasi Ada di Zona Merah Covid-19,  Paling Tinggi di Bekasi Utara dan Timur

49 RW di Kota Bekasi Ada di Zona Merah Covid-19, Paling Tinggi di Bekasi Utara dan Timur

Megapolitan
Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

Megapolitan
Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Megapolitan
Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Megapolitan
Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Megapolitan
Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Megapolitan
Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Megapolitan
Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Megapolitan
Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Megapolitan
Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X