Berita Terpopuler: Ahok Kembalikan Dana Operasional dan Alexis Merugi

Kompas.com - 26/05/2017, 08:08 WIB
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, ketika masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, meladeni foto dengan warga di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta. Foto diambil pada 21 April 2017. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaBasuki Tjahaja Purnama atau Ahok, ketika masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, meladeni foto dengan warga di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta. Foto diambil pada 21 April 2017.
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah berita yang menyedot perhatian pembaca Kompas.com dari Kamis (25/5/2017) kemarin hingga Jumat pagi ini di rubrik Megapolitan adalah topik tentang Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengembalikan dana operasionalnya sebesar Rp 1,2 miliar menyusul pemberhentian sementara dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Langkah Ahok itu mendapat puluhan tanggapan positif pembaca di kolom komentar berita itu.

Berita lain yang populer adalah tentang Hotel Alexix di Jakarta Utra yang merugi setelah Anies Baswedan dan Sandiaga Uno terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, serta tentang istri pilot pesawat Lion Air yang masuk ke ruang kokpit saat pesawat sedang terbang atau berada dalam daya jelajah.

Dana operasional Ahok

Salah seorang pengacara Ahok, Josefina A Syukur, pada Kamis kemarin mengatakan, kliennya telah mengembalikan biaya penunjang operasional (BPO) sebagai Gubernur DKI Jakarta kepada Provinsi DKI Jakarta sebanyak Rp 1.287.096.775 (Rp 1,2 miliar).

BPO dikembalikan melalui rekening Bank DKI atas nama Biro Administrasi Setda Provinsi DKI Jakarta.

"(Dikembalikan) tanggal 23 Mei, Rp 1,2 miliar sekian," kata Josefina saat dihubungi Kompas.com, Kamis.

Josefina menambahkan, uang yang dikembalikan Ahok merupakan BPO pada Mei 2017.

"Uang operasional bulan Mei, dikembalikan sisanya. Jadi Pak Ahok itu pakai cuma sampai tanggal 8 atau 9, pokoknya sampai hari terakhir dia bekerja," kata Josefina.

Dalam surat pernyataan yang diterima Kompas.com, Ahok mengembalikan BPO tersebut karena telah terbitnya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 56/P Tahun 2017 tentang Pemberhentian Sementara Gubernur DKI Jakarta dan Penunjukan Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sisa Masa Jabatan Tahun 2012-2017.

Ahok menandatangani surat pernyataan tersebut pada 23 Mei 2017 di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, tempat dia ditahan.

Baca juga: Ahok Kembalikan Sisa Uang Operasional Sebanyak Rp 1,2 Miliar  dan Bukan Pertama Kali Ahok Kembalikan Uang Operasional Miliaran Rupiah...

Hotel Alexis

Manajemen Hotel Alexis di Ancol, Jakarta Utara, mengatakan mereka merugi setelah muncul wacana penutupan hotel itu oleh Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Oh sangat merugikan, efeknya sampai sekarang sekitar 20 persen - sampai 30 persen. Di sini biasanya tamu kurang lebih 700-800 orang, sekarang paling 500-600 di akhir pekan," kata Humas Alexis, Arman, di Alexis, Rabu.

Isu penutupan tersebut juga menimbulkan keresahan di kalangan karyawan. Para karyawan mempertanyakan masa depan pekerjaan mereka.  "Masalah penutupan, terus terang ya kita paham arahnya karena terus terang izin yang dibutuhkan kita semua lengkap," kata Arman.

Jika Alexis ditutup karena jenis usaha mereka yang bergerak di dunia hiburan, Arman mengatakan seharusnya semua tempat hiburan malam juga ditutup.

Soal isu adanya praktik prostitusi di Alexis, Arman mengatakan hal itu tergantung pribadi seseorang. Arman mengatakan praktik semacam itu bisa terjadi di manapun. Namun, hal yang pasti adalah mereka sudah memerintahkan karyawan tidak terlibat praktik semacam itu.

Selengkapnya lihat: Hotel Alexis Merugi Setelah Ada Rencana Penutupan oleh Anies-Sandi

Istri pilot masuk kokpit

Berita terpopuler lainnya adalah tentang seorang pilot pesawat Lion Air yang dikabarkan telah membolehkan istri dan anaknya yang masih kecil masuk ke ruang kokpit saat pesawat sedang terbang. Pihak Lion Air telah mengetahui tentang hal itu dan sedang melakukan penyelidikan. Pilot yang terlibat terancam akan dikenakan sanksi.

Hal itu bermula dari unggahan status seorang pemilik akun Facebook bernama Citra Rienanti yang menceritakan pengalamannya melihat seorang perempuan dan anaknya memasuki kokpit pesawat Lion Air yang ditumpanginya pada Selasa lalu. Pesawat yang ditumpangi Citra saat itu adalah Lion Air rute Denpasar-Jakarta dengan nomor penerbangan JT 015.

"Kejanggalan terjadi ketika saya melihat salah satu pramugari memberikan kode kepada penumpang yang duduk di bangku 1F dan 1E yaitu seorang ibu muda beserta putranya yang berusia mungkin sekitar 3 th an untuk meninggalkan bangku yang mereka tempati," demikian penggalan cerita Citra dalam postingan di akun Facebook pada Rabu kemarin.

Citra menulis di akunnya itu bahwa dia yang saat itu bepergian bersama suaminya curiga karena perempuan dan anaknya itu tak kunjung kembali atau keluar dari kokpit. Citra lalu mengecek ke toilet di dekat kokpit dan ternyata tidak ada orang di sana.

Selengkapnya lihat: Istri Pilot Disebut Masuk Kokpit Saat Pesawat Lion Air Sedang Terbang

Public Relations Lion Air, Andy Saladin, kemudian memastikan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi tegas bagi salah satu pilotnya, Captain Dimas Rio, yang ketahuan memperbolehkan istrinya masuk kokpit saat dia menerbangkan pesawat.

"Pilot yang bersangkutan akan kami beri sanksi. Sanksi bisa berupa penurunan bar, dari Captain menjadi First Officer atau tidak diberikan izin terbang (grounded) dalam jangka waktu tertentu. Dia termasuk pilot senior," kata Andy saat dihubungi Kompas.com, Kamis (25/5/2017).

Andy mengatakan bahwa pihaknya kembali mengingatkan adanya larangan keras bagi para pilot memasukkan orang ke kokpit saat pesawat sedang terbang. Manajemen Lion Air juga menegaskan, semua awak pesawat dan pilot agar konsisten menjaga keamanan serta kenyamanan penumpang saat sedang bertugas.

Baca juga: Istri Masuk Kokpit Saat Terbang, Pilot Lion Air Akan Diberi Sanksi

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Sumpah Pemuda, BEM SI Sebut 1.000 Mahasiswa Bakal Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jakarta

Hari Sumpah Pemuda, BEM SI Sebut 1.000 Mahasiswa Bakal Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jakarta

Megapolitan
Komplotan Pencuri di Jaksel Jual Motor Curian di Bogor hingga Rp 1,7 Juta

Komplotan Pencuri di Jaksel Jual Motor Curian di Bogor hingga Rp 1,7 Juta

Megapolitan
Sebelum Ditusuk, PSK di Bekasi Sempat Dibungkam Mulutnya oleh Pelaku

Sebelum Ditusuk, PSK di Bekasi Sempat Dibungkam Mulutnya oleh Pelaku

Megapolitan
Turap Longsor di Perumahan Kawasan Ciracas Akan Diperbaiki Pekan Ini

Turap Longsor di Perumahan Kawasan Ciracas Akan Diperbaiki Pekan Ini

Megapolitan
Tertangkap di Mampang Prapatan, Dua Pencuri Biasa Bawa Senjata Tajam Saat Beraksi

Tertangkap di Mampang Prapatan, Dua Pencuri Biasa Bawa Senjata Tajam Saat Beraksi

Megapolitan
Komisi B DPRD Sarankan Pemprov DKI Tak Naikkan UMP 2021

Komisi B DPRD Sarankan Pemprov DKI Tak Naikkan UMP 2021

Megapolitan
Libur Panjang, Polisi Prediksi Puncak Arus Kendaraan Terjadi hingga Rabu Pagi

Libur Panjang, Polisi Prediksi Puncak Arus Kendaraan Terjadi hingga Rabu Pagi

Megapolitan
Lurah: PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi yang Diajukan Warga

Lurah: PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi yang Diajukan Warga

Megapolitan
Gagal Curi Motor karena Alarm Bunyi, 2 Pencuri Ditangkap

Gagal Curi Motor karena Alarm Bunyi, 2 Pencuri Ditangkap

Megapolitan
Bioskop XXI Summarecon Mall Bekasi Mulai Uji Coba Beroperasi Besok

Bioskop XXI Summarecon Mall Bekasi Mulai Uji Coba Beroperasi Besok

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: Bertambah 9 Kasus Positif, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 27 Oktober: Bertambah 9 Kasus Positif, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Anggota Marinir Hendak Dibegal saat Bersepeda, Polisi Kejar Pelaku

Anggota Marinir Hendak Dibegal saat Bersepeda, Polisi Kejar Pelaku

Megapolitan
Ingin Kelabui Polisi, Pembunuh WN Nigeria Membotaki Kepala Saat Kabur

Ingin Kelabui Polisi, Pembunuh WN Nigeria Membotaki Kepala Saat Kabur

Megapolitan
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Pemburu Begal Pesepeda

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Pemburu Begal Pesepeda

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: Bertambah 781, Kasus Covid-19 di Jakarta Capai 102.678

UPDATE 27 Oktober: Bertambah 781, Kasus Covid-19 di Jakarta Capai 102.678

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X