Polisi Kirim Berkas Perkara Ki Gendeng Pamungkas ke Kejaksaan

Kompas.com - 26/05/2017, 18:47 WIB
Ki Gendeng Pamungkas ditahan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/5/2017). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARKi Gendeng Pamungkas ditahan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/5/2017).
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak kepolisian telah merampungkan penyidikan kasus video rasis dengan tersangka Ki Gendeng Pamungkas. Berkas penyidikannya telah dikirimkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Berkas perkara dugaan tindak pidana diskriminasi ras dan etnis dengan tersangka Ki Gendeng Pamungkas telah dikirimkan ke Kejati DKI, tahap 1 hari ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada Kompas.com, Jumat (26/5/2017).

Polisi saat ini tinggal menunggu kejaksaan menyatakan berkas perkara telah lengkap dan siap untuk disidangkan. Jika belum, maka berkas akan dikembalikan ke pihak kepolisian untuk dilengkapi.

"Kita tunggu penelitian jaksa, semoga segera P-21 (lengkap)," ujar Argo.

Baca: Ki Gendeng Pamungkas Ajukan Permohonan Penangguhan Penahanan

Adapun Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nirwan Nawawi mengatakan ia belum menerima informasi terkait penyerahan berkas Ki Gendeng.

"Nanti saya periksa lagi apakah sudah diterima berkasnya," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ki Gendeng Pamungkas ditangkap di rumahnya di Bogor, Jawa Barat pada Selasa (9/5/2017) malam. Ia ditangkap karena membuat video berisi hinaan terhadap etnis tertentu.

Ketika ditangkap, polisi juga menemukan ratusan atribut kebencian serupa. Ki Gendeng dikenakan Pasal 4 huruf b Juncto Pasal 16 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 156 KUHP tentang penyebaran kebencian atas dasar SARA.

Baca: Ditangkap karena Video Rasis, Siapa Ki Gendeng Pamungkas?

Kompas TV Pemerintah melakukan tindakan hukum terhadap para penyebar kebencian dan juga tindakan yang bertentangan dengan dasar negara Pancasila.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gedung Cyber di Jakarta Selatan Terbakar

Gedung Cyber di Jakarta Selatan Terbakar

Megapolitan
Saat Anies Mulai Menjaga Jarak dari Kelompok 212...

Saat Anies Mulai Menjaga Jarak dari Kelompok 212...

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Putar Balik Bus yang Bergerak Menuju Reuni 212

Polres Metro Bekasi Putar Balik Bus yang Bergerak Menuju Reuni 212

Megapolitan
Masjid Istiqlal Jakarta Dijaga Ketat Aparat Gabungan, Warga Dilarang Masuk

Masjid Istiqlal Jakarta Dijaga Ketat Aparat Gabungan, Warga Dilarang Masuk

Megapolitan
Bubarkan Massa Reuni 212, Polres Jakpus Kerahkan Mobil Raisa dan Polisi Bermotor

Bubarkan Massa Reuni 212, Polres Jakpus Kerahkan Mobil Raisa dan Polisi Bermotor

Megapolitan
Polisi Sebut 23 Peserta Reuni 212 yang Terjaring di Ciputat Umumnya Anak-anak

Polisi Sebut 23 Peserta Reuni 212 yang Terjaring di Ciputat Umumnya Anak-anak

Megapolitan
Polda Metro Jaya Akan Tindak Tegas Panitia Reuni 212 yang Arahkan Massa ke Patung Kuda

Polda Metro Jaya Akan Tindak Tegas Panitia Reuni 212 yang Arahkan Massa ke Patung Kuda

Megapolitan
Massa Reuni 212 Bubar, Jalan Wahid Hasyim ke Arah Tanah Abang Lancar

Massa Reuni 212 Bubar, Jalan Wahid Hasyim ke Arah Tanah Abang Lancar

Megapolitan
Enggan Dibubarkan, Peserta Reuni 212: Kemarin Demo Buruh Boleh, Kita Cuma Reuni

Enggan Dibubarkan, Peserta Reuni 212: Kemarin Demo Buruh Boleh, Kita Cuma Reuni

Megapolitan
Polisi di Pos Sekat Ciputat Jaring 23 Orang yang Hendak Ikut Reuni 212

Polisi di Pos Sekat Ciputat Jaring 23 Orang yang Hendak Ikut Reuni 212

Megapolitan
Ada Reuni 212, Perjalanan KRL Hari Ini Tetap Normal

Ada Reuni 212, Perjalanan KRL Hari Ini Tetap Normal

Megapolitan
Antisipasi Pergerakan Massa Reuni 212, Polisi Berjaga di Stasiun Bogor

Antisipasi Pergerakan Massa Reuni 212, Polisi Berjaga di Stasiun Bogor

Megapolitan
Massa Reuni 212 Padati Jalan Wahid Hasyim, Mobil hingga Bajaj Terobos Separator untuk Putar Balik

Massa Reuni 212 Padati Jalan Wahid Hasyim, Mobil hingga Bajaj Terobos Separator untuk Putar Balik

Megapolitan
Saat KSAD Dudung Turun Tangan Cek Pengamanan Reuni 212...

Saat KSAD Dudung Turun Tangan Cek Pengamanan Reuni 212...

Megapolitan
Peserta Reuni 212: Tidak Pulang Sebelum Ada Arahan

Peserta Reuni 212: Tidak Pulang Sebelum Ada Arahan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.