Kompas.com - 05/06/2017, 15:38 WIB
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivis Sri Bintang Pamungkas mengaku tidak pernah melapor ke Polda Metro Jaya kendati ia wajib melakukannya setelah polisi menagguhkan penahannya.

"Saya enggak pernah lapor, ngapain?" kata Sri Bintang ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/6/2017).

Menurut Sri Bintang, sedianya ia wajib melapor dua kali dalam sepekan. Setiap Senin dan Kamis, ia diwajibkan datang ke Polda Metro Jaya untuk melapor.

Sri Bintang mengatakan, pihak kepolisian sempat mencarinya melalui sambungan telepon. "Ada telepon ke rumah, tetapi yang terima anak saya," ujarnya.

(Baca juga: Sri Bintang Berharap Kasusnya Dihentikan)

Sri Bintang tetap pada keyakinannya bahwa polisi tak semestinya menangkap dan menjadikannya tersangka.

Sebab, menurut dia, apa yang ia lakukan bersama 9 orang lainnya yang ditangkap atas tuduhan makar menjelang aksi 212 itu merupakan kritik terhadap pemerintah.

Ia berharap, semua tersangka dugaan makar dibebaskan dari tuduhan itu. "Mestinya enggak cuma saya (yang minta SP3), tetapi Rahmawati juga begitu, Kivlan Zein juga begitu," katanya.

Sri Bintang Pamungkas ditangkap di kediamannya di Cibubur pada 2 Desember 2016. Dia disangka melakukan upaya makar terkait suratnya ke MPR RI yang menuntut sidang istimewa.

(Baca juga: Sri Bintang Gugat Kapolri ke Pengadilan Internasional, Ini Tanggapan Polda Metro)

Penangguhan penahanannya dengan alasan kesehatan sempat ditolak polisi, hingga akhirnya dikabulkan pada 15 Maret 2017 dengan istrinya, Ernalia, sebagai penjamin.

Sri Bintang disangka melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik juncto Pasal 107 tentang Makar juncto Pasal 110 KUHP tentang Permufakatan Jahat. Hingga kini, kasusnya belum disidangkan.

Kompas TV Polri Siap Hadapi Gugatan Tersangka Makar Ini
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Buru Penadah Barang Curian dari Pembobolan Rumah Kosong di Cengkareng

Polisi Buru Penadah Barang Curian dari Pembobolan Rumah Kosong di Cengkareng

Megapolitan
80 Ponsel Dicuri di Cengkareng, Polisi: Pelaku Residivis dan Spesialis Rumah Kosong

80 Ponsel Dicuri di Cengkareng, Polisi: Pelaku Residivis dan Spesialis Rumah Kosong

Megapolitan
Dishub DKI Jakarta Ungkap Alasan Uji Coba Rekayasa Lalin di Bundaran HI

Dishub DKI Jakarta Ungkap Alasan Uji Coba Rekayasa Lalin di Bundaran HI

Megapolitan
Mengaku Dianiaya Pacar dan Dipaksa Gugurkan Kandungan, Perempuan Ini Lapor ke Polda Metro Jaya

Mengaku Dianiaya Pacar dan Dipaksa Gugurkan Kandungan, Perempuan Ini Lapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Siswa Kurang Mampu Tak Lolos Sekolah Negeri, Pemkot Depok Siapkan Dana Bantuan Pendidikan untuk Tiap Jenjang

Siswa Kurang Mampu Tak Lolos Sekolah Negeri, Pemkot Depok Siapkan Dana Bantuan Pendidikan untuk Tiap Jenjang

Megapolitan
Sekeluarga Diusir dari Rusun Jatinegara, Wagub DKI: Anaknya Sudah Dihukum, Apa Sekeluarga Harus Terima Hukuman?

Sekeluarga Diusir dari Rusun Jatinegara, Wagub DKI: Anaknya Sudah Dihukum, Apa Sekeluarga Harus Terima Hukuman?

Megapolitan
Rumah Kosong di Cengkareng Dibobol, Lebih dari 80 Ponsel Raib

Rumah Kosong di Cengkareng Dibobol, Lebih dari 80 Ponsel Raib

Megapolitan
1.600 Petugas Gabungan Disiagakan untuk Pertandingan Piala AFF U19 di Kota Bekasi

1.600 Petugas Gabungan Disiagakan untuk Pertandingan Piala AFF U19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Bikin Antrean Mengular, Ini Alasan MRT Jakarta Sediakan X-Ray di Pintu Masuk

Bikin Antrean Mengular, Ini Alasan MRT Jakarta Sediakan X-Ray di Pintu Masuk

Megapolitan
Uji Emisi Gratis Akan Digelar 3 Hari di Jakarta Barat, Ini Lokasinya

Uji Emisi Gratis Akan Digelar 3 Hari di Jakarta Barat, Ini Lokasinya

Megapolitan
94.000 Dosis Vaksin PMK Tahap Ketiga Tiba di Bandara Soetta

94.000 Dosis Vaksin PMK Tahap Ketiga Tiba di Bandara Soetta

Megapolitan
Kawanan Curanmor Beraksi di Harjamukti Depok, Korban Berpapasan lalu Kejar Pelaku...

Kawanan Curanmor Beraksi di Harjamukti Depok, Korban Berpapasan lalu Kejar Pelaku...

Megapolitan
Pedagang Bubur Jadi Korban Pembacokan di Tambun Bekasi

Pedagang Bubur Jadi Korban Pembacokan di Tambun Bekasi

Megapolitan
Car Free Day Jakarta Ditiadakan Saat Idul Adha 10 Juli 2022

Car Free Day Jakarta Ditiadakan Saat Idul Adha 10 Juli 2022

Megapolitan
Polri Usut Dugaan Penyelewengan Dana ACT, Pemprov DKI Tetap Lanjutkan Kerja Sama

Polri Usut Dugaan Penyelewengan Dana ACT, Pemprov DKI Tetap Lanjutkan Kerja Sama

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.