Kompas.com - 06/06/2017, 19:00 WIB
Warga mengamati pemasangan turap untuk normalisasi kali Ciliwung di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Rabu (1/3/2017). Proyek normalisasi bantaran kali Ciliwung di kawasan Bukit Duri memasuki tahap pemasangan dinding turap untuk menguatkan bantaran agar tidak longsor sekaligus sebagai salah satu antisipasi banjir. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGWarga mengamati pemasangan turap untuk normalisasi kali Ciliwung di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Rabu (1/3/2017). Proyek normalisasi bantaran kali Ciliwung di kawasan Bukit Duri memasuki tahap pemasangan dinding turap untuk menguatkan bantaran agar tidak longsor sekaligus sebagai salah satu antisipasi banjir.
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS — Waktu relokasi permukiman di bantaran Sungai Ciliwung, tepatnya di wilayah Bukit Duri, Jakarta Selatan, disesuaikan dengan permintaan warga pada saat sosialisasi. Warga meminta relokasi dilakukan setelah Lebaran dan libur sekolah.

Dengan pemenuhan permintaan itu, relokasi untuk penataan bantaran Sungai Ciliwung ini sudah tertunda dari rencana semula, yaitu awal April.

"Waktu sosialisasi, ada permintaan (warga agar) waktunya sesudah Lebaran dan kenaikan kelas. Kami sesuaikan dengan permintaan mereka," kata Asisten Perekonomian dan Lingkungan Hidup Kota Jakarta Selatan Freddy Setiawan, Senin (5/6).

Relokasi permukiman di bantaran sungai yang termasuk wilayah RW 001 dan RW 012 Bukit Duri ini merupakan lanjutan dari penataan bantaran Sungai Ciliwung yang dilakukan tahun lalu.

Relokasi akan dilakukan sepanjang sekitar 700 meter, dengan jumlah keluarga yang terkena relokasi 363 keluarga. Dari jumlah ini, hanya dua orang yang terbukti mempunyai sertifikat tanah.

Pembebasan lahan bersertifikat ini dilakukan Dinas Tata Air Provinsi DKI Jakarta. Prosesnya dilakukan dengan tahapan penawaran harga (appraisal).

"Kalau pemilik tak setuju dengan harga, akan tetap dibebaskan lewat pengadilan atau konsinyasi. Mau tidak mau, lahan ini dibebaskan karena untuk kepentingan umum," kata Freddy.

Sementara sebagian besar warga yang tidak memiliki sertifikat tanah akan direlokasi saja. Hingga Juni 2017, sebanyak 330 keluarga sudah mengambil kunci rumah susun.

Rumah susun sederhana sewa yang disediakan adalah Rusunawa Rawa Bebek, Komaruddin, dan Pulo Gebang. Pengundian rusunawa terakhir dilakukan untuk sekitar 100 keluarga di Balai Kota DKI, dua pekan lalu.

Adapun 31 keluarga hingga saat ini belum mengambil jatah rusunawa. "Relokasi terhadap 31 keluarga yang belum mengambil tetap dilakukan. Ini terserah mereka akan mengambil jatah rusunawa atau tidak," kata Freddy.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Depok Melonjak, RS Diminta Siapkan Tambahan Tempat Tidur Perawatan

Kasus Covid-19 di Depok Melonjak, RS Diminta Siapkan Tambahan Tempat Tidur Perawatan

Megapolitan
Anies: Jangan Pernah Matikan Kritik

Anies: Jangan Pernah Matikan Kritik

Megapolitan
Kejaksaan Periksa 5 Saksi Kasus Dugaan Pemerasan oleh Pegawai Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta

Kejaksaan Periksa 5 Saksi Kasus Dugaan Pemerasan oleh Pegawai Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Empat Pelajar di Bekasi Tersengat Listrik Saat Perbaiki Kabel Jaringan WiFi

Empat Pelajar di Bekasi Tersengat Listrik Saat Perbaiki Kabel Jaringan WiFi

Megapolitan
Transjakarta Berikan Apresiasi ke Sopir Bus yang Berhasil Cegah Perempuan Bunuh Diri

Transjakarta Berikan Apresiasi ke Sopir Bus yang Berhasil Cegah Perempuan Bunuh Diri

Megapolitan
Penularan Covid-19 pada Anak Rendah Jadi Alasan Pemprov DKI Lanjutkan PTM 100 Persen

Penularan Covid-19 pada Anak Rendah Jadi Alasan Pemprov DKI Lanjutkan PTM 100 Persen

Megapolitan
Polisi Akan Selidiki Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Polisi Akan Selidiki Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Megapolitan
Sopir Transjakarta Selamatkan Warga yang Hendak Bunuh Diri di Jembatan Dua Jakarta Barat

Sopir Transjakarta Selamatkan Warga yang Hendak Bunuh Diri di Jembatan Dua Jakarta Barat

Megapolitan
Anies Baswedan Berharap Jakarta Jadi Pusat Ekonomi Berskala Global

Anies Baswedan Berharap Jakarta Jadi Pusat Ekonomi Berskala Global

Megapolitan
Banyak Pasien Covid-19 Tak Bergejala Berat, Wali Kota Tangerang: Vaksinasi Sangat Membantu

Banyak Pasien Covid-19 Tak Bergejala Berat, Wali Kota Tangerang: Vaksinasi Sangat Membantu

Megapolitan
Pesepeda Meninggal di Jalan Raya Pasar Minggu, Diduga Korban Tabrak Lari

Pesepeda Meninggal di Jalan Raya Pasar Minggu, Diduga Korban Tabrak Lari

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Ini Daftar 21 Rumah Sakit Rujukan di Depok

Kasus Covid-19 Melonjak, Ini Daftar 21 Rumah Sakit Rujukan di Depok

Megapolitan
Ruko di Cengkareng Kebakaran, 70 Personel Berupaya Padamkan Api

Ruko di Cengkareng Kebakaran, 70 Personel Berupaya Padamkan Api

Megapolitan
Polisi Minta Pedagang Tak Takut Melaporkan Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Polisi Minta Pedagang Tak Takut Melaporkan Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Megapolitan
Pedagang di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Kerap Ditarik Pungli oleh Preman

Pedagang di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Kerap Ditarik Pungli oleh Preman

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.