Kapolda Tegaskan Penyidik Tak Bisa Diintervensi meski Pendukung Rizieq Kepung Bandara

Kompas.com - 06/06/2017, 19:19 WIB
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan menjenguk keluarga almarhum Briptu Anumerta Ridho Setiawan di Tangerang, Jumat (2/6/2017) pagi. Ridho merupakan salah satu polisi korban tewas bom Kampung Melayu, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan menjenguk keluarga almarhum Briptu Anumerta Ridho Setiawan di Tangerang, Jumat (2/6/2017) pagi. Ridho merupakan salah satu polisi korban tewas bom Kampung Melayu, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan menyayangkan rencana pendukung Rizieq Shihab yang akan mengepung bandara Soekarno Hatta saat pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu tiba di Indonesia dari Arab Saudi.

Menurut Iriawan, langkah tersebut tidak akan mengurungkan niat penyidik dalam menyelidiki kasus percakapan via WhatsApp berkonten pornografi yang diduga melibatkan Rizieq dan Firza.

"Untuk apa (mengerahkan massa), mau dikerahkan berapa (jumlah massa), tetap saja enggak ngaruh," ujar Iriawan di Bekasi, Selasa (6/6/2017).

Baca: Paparkan Kasus Rizieq-Firza di Kejagung, Polisi Buktikan Tak Ada Rekayasa

Kendati begitu, Iriawan mengaku sudah menyiapkan strategi pengamanan jika massa jadi mengepung bandara.

"Sudah kita simulasikan (pengamanannya)," ucap dia.

Iriawan mengimbau agar massa tidak melakukan hal tersebut. Menurut dia, bandara merupakan obyek vital negara sehingga harus steril.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita imbau jangan ada pengerahan masa, tapi antisipasi (tetap) kita lakukan," kata Iriawan.

Baca: Jalan Panjang Polisi untuk Pulangkan Rizieq Shihab Pasca Pengajuan Red Notice

Dalam kasus ini polisi telah menetapkan Rizieq dan Firza sebagai rencana. Berdasarkan data imigrasi, visa Rizieq akan habis pada 12 Juni 2017 nanti.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Balik Patung Jakob Oetama yang Sederhana, Pena Berharga  dan Penyertaan Tuhan

Di Balik Patung Jakob Oetama yang Sederhana, Pena Berharga dan Penyertaan Tuhan

Megapolitan
Ada Temuan Pelanggaran Prokes, SDN 05 Jagakarsa Belum Gelar PTM hingga Saat Ini

Ada Temuan Pelanggaran Prokes, SDN 05 Jagakarsa Belum Gelar PTM hingga Saat Ini

Megapolitan
UPDATE 27 September: Bertambah 7 Kasus Covid-19 dan 25 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 27 September: Bertambah 7 Kasus Covid-19 dan 25 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Sebut Rapat Bamus Interpelasi Disetujui Tujuh Fraksi

Ketua DPRD DKI Sebut Rapat Bamus Interpelasi Disetujui Tujuh Fraksi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Depok Capai 1 Juta Penduduk, Masih Kurang 600.000 dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Depok Capai 1 Juta Penduduk, Masih Kurang 600.000 dari Target

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Viani Limardi Bantah Gelembungkan Dana Reses yang Dituduhkan PSI

Anggota DPRD DKI Viani Limardi Bantah Gelembungkan Dana Reses yang Dituduhkan PSI

Megapolitan
Januari-September, DLH Temukan 7 TPS Ilegal di Kota Tangerang

Januari-September, DLH Temukan 7 TPS Ilegal di Kota Tangerang

Megapolitan
Seorang Tukang Bangunan Tewas Tersengat Listrik di Duren Sawit

Seorang Tukang Bangunan Tewas Tersengat Listrik di Duren Sawit

Megapolitan
Korban Pelecehan KPI Minta Perlindungan LPSK agar Tak Dilaporkan Balik

Korban Pelecehan KPI Minta Perlindungan LPSK agar Tak Dilaporkan Balik

Megapolitan
Demo di Depan Gedung KPK Berakhir, Polisi dan Mahasiswa Punguti Sampah

Demo di Depan Gedung KPK Berakhir, Polisi dan Mahasiswa Punguti Sampah

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Viani Limardi Mengaku Belum Terima Surat Pemecatannya sebagai Kader PSI

Anggota DPRD DKI Viani Limardi Mengaku Belum Terima Surat Pemecatannya sebagai Kader PSI

Megapolitan
Kasus Dugaan Pungli 16 Sekuriti di Kembangan, Pihak Penyedia Jasa Keamanan Turut Diperiksa

Kasus Dugaan Pungli 16 Sekuriti di Kembangan, Pihak Penyedia Jasa Keamanan Turut Diperiksa

Megapolitan
Dipanggil terkait Kasus Dugaan Pungli 16 Sekuriti, Ketua RW di Kembangan Tak Hadir

Dipanggil terkait Kasus Dugaan Pungli 16 Sekuriti, Ketua RW di Kembangan Tak Hadir

Megapolitan
Awasi Aktivitas di 6 TPS Liar yang Disegel, DLH Kota Tangerang Gandeng Satpol PP

Awasi Aktivitas di 6 TPS Liar yang Disegel, DLH Kota Tangerang Gandeng Satpol PP

Megapolitan
Kasus Bayi Dijadikan Manusia Silver di Tangsel, Polisi Diminta Ikut Aktif Cegah Eksploitasi Anak

Kasus Bayi Dijadikan Manusia Silver di Tangsel, Polisi Diminta Ikut Aktif Cegah Eksploitasi Anak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.