Ingin Titip Kendaraan di Kantor Pemerintahan Saat Mudik? Ini Syaratnya

Kompas.com - 12/06/2017, 05:46 WIB
Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana berharap dibangunnya ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) Cipinang Besar Utara (Cibesut) Jatinegara, Jakarta Timur bisa menghilangkan masalah tawuran di tempat tersebut. Rabu (30/3/2016) Kompas.com/Robertus BelarminusWali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana berharap dibangunnya ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) Cipinang Besar Utara (Cibesut) Jatinegara, Jakarta Timur bisa menghilangkan masalah tawuran di tempat tersebut. Rabu (30/3/2016)
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga yang mudik bisa menitipkan kendaraannya di kantor kelurahan, kecamatan, dan kantor wali kota masing-masing.

Syaratnya, warga harus menunjukkan surat resmi kendaraan dan data diri saat menitipkan kendaraan.

"Kalau kendaraannya tidak dibawa mudik, silakan dititipkan di kantor kelurahan, kecamatan atau wali kota. Kita siap menampungnya, gratis," ujar Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana, Minggu (11/6/2017).

(Baca juga: Pemudik Bisa Titipkan Kendaraan di Kantor Polisi)

Bambang mengatakan, warga bisa berkoordinasi dengan petugas piket di kantor kelurahan, kecamatan, maupun di kantor wali kota. Warga harus menyerahkan fotokopi KTP dan STNK kendaraan yang dititip.

"Lalu kendaraannya dikunci ganda. Kalau mobil ya jangan tinggalkan barang berharga di dalamnya juga," ujar dia.

Selain menitipkan kendaraan, lanjut Bambang, warga yang akan mudik diimbau untuk melapor ke pihak RT agar pengurus lingkungan bisa tahu dan melakukan pemantauan rumah-rumah yang ditinggal mudik.

(Baca juga: Djarot Persilakan Warga yang Mudik Titip Motor di Kantor Pemerintahan)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Megapolitan
Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Megapolitan
Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Megapolitan
UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

Megapolitan
Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Megapolitan
Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Megapolitan
Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Megapolitan
Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Megapolitan
Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Megapolitan
Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Megapolitan
Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Megapolitan
Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Megapolitan
Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X