Deretan Bus Transjakarta yang Mogok Beroperasi Sebabkan Kemacetan di Harmoni

Kompas.com - 12/06/2017, 12:12 WIB
Antrean bus Transjakarta yang mogok memenuhi jalur Transjakarta sepanjang Koridor 3 Kalideres-Pasar Baru, Senin (12/6/2017). Lalu lintas sempat tersendat akibat mogok kerja ini. KOMPAS.com / Andri DonalAntrean bus Transjakarta yang mogok memenuhi jalur Transjakarta sepanjang Koridor 3 Kalideres-Pasar Baru, Senin (12/6/2017). Lalu lintas sempat tersendat akibat mogok kerja ini.
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Puluhan unit bus Transjakarta yang mogok beroperasi diparkir berderet di sepanjang Jalan KH Hasyim Ashari, dekat Halte Harmoni, Jakarta Pusat, Senin (12/6/2017) siang.

Beberapa bus lain melintas di luar jalur Transjakarta dan beberapa kali berhenti mendadak menyebabkan arus lalu lintas di belakangnya tersendat.

Pantauan Kompas.com sekitar pukul 11.30 WIB, beberapa bus gandeng berwarna merah berbelok ke kiri jalan lalu menutup laju kendaraan di belakangnya. Bahkan ada satu sepeda motor yang hampir terhimpit oleh badan bus dan trotoar di samping kirinya.

Para sopir memilih menurunkan penumpang di luar jalur Transjakarta agar penumpang bisa lebih dekat dengan Halte Harmoni dan berpindah moda transportasi.

(baca: Petugas Transjakarta Demo, Penumpang Disuruh Turun di Tengah Jalan)

Adapun beberapa kendaraan yang hendak melintas di Jalan Gajah Mada juga tertahan antrean bus yang terhalang bus lain menuju akses masuk Halte Harmoni.

Meski kemacetan dan kepadatan terjadi di lokasi, belum nampak ada petugas baik dari Transjakarta maupun kepolisian yang mengatur arus lalu lintas.

Mogok kerja petugas Transjakarta telah terjadi sejak pukul 10.00 WIB. Menurut pengakuan sejumlah petugas, mogok kerja dilakukan di semua koridor layanan Transjakarta, dari Koridor 1 sampai 12.

Adapun pihak PT Transjakarta masih menemui sopir yang berdemo untuk mendengarkan tuntutan aksi mogok tersebut.

(baca: Dengarkan Tuntutan, Pimpinan PT Transjakarta Temui Sopir yang Demo)

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Megapolitan
Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Megapolitan
Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Sudinakertrans Jaktim Ditutup Sementara

Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Sudinakertrans Jaktim Ditutup Sementara

Megapolitan
Dua Kelompok Bentrok di Ciledug, 16 Orang Ditangkap

Dua Kelompok Bentrok di Ciledug, 16 Orang Ditangkap

Megapolitan
UPDATE: Tambah 21 Kasus di Tangsel, 102 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 21 Kasus di Tangsel, 102 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Penampungan Sementara Pedagang Korban Kebakaran Pasar Cempaka Putih Segera Dibangun

Penampungan Sementara Pedagang Korban Kebakaran Pasar Cempaka Putih Segera Dibangun

Megapolitan
Wagub Ariza Sebut Warga Jakarta Semakin Patuh Protokol Kesehatan 2 Pekan Terakhir

Wagub Ariza Sebut Warga Jakarta Semakin Patuh Protokol Kesehatan 2 Pekan Terakhir

Megapolitan
Jokowi Sebut Mini Lockdown Lebih Efektif, Wagub DKI: Sudah Kami Laksanakan

Jokowi Sebut Mini Lockdown Lebih Efektif, Wagub DKI: Sudah Kami Laksanakan

Megapolitan
6 Pedagang Pasar Ciplak Setiabudi Positif Covid-19, Dua Orang Meninggal

6 Pedagang Pasar Ciplak Setiabudi Positif Covid-19, Dua Orang Meninggal

Megapolitan
Pasien Isolasi Graha Wisata Ragunan hanya Bisa Beraktivitas di Kamar

Pasien Isolasi Graha Wisata Ragunan hanya Bisa Beraktivitas di Kamar

Megapolitan
Kota Bogor Zona Merah, Pemkot Perpanjang Masa PSBMK

Kota Bogor Zona Merah, Pemkot Perpanjang Masa PSBMK

Megapolitan
Napi Cai Changpan Lubangi Kamar Tahanan dengan Sekop untuk Kabur dari Lapas Tangerang

Napi Cai Changpan Lubangi Kamar Tahanan dengan Sekop untuk Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Update 29 September: 40 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 1.583 Kasus

Update 29 September: 40 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 1.583 Kasus

Megapolitan
Wisma Jakarta Islamic Centre Bersiap Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Wisma Jakarta Islamic Centre Bersiap Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Terpidana Mati yang Kabur dari Lapas Tangerang Sempat Pulang ke Rumah

Terpidana Mati yang Kabur dari Lapas Tangerang Sempat Pulang ke Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X