Terkait Tuntutan Sopir Transjakarta, Djarot Bilang Bisa Diatur

Kompas.com - 12/06/2017, 20:32 WIB
Kompas TV Sejumlah sopir bus Transjakarta melakukan aksi unjuk rasa di depan halte bus transjakarta Harmoni, Senin (12/6) pagi.
Penulis Nursita Sari
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, tuntutan para sopir bus transjakarta yang ingin diangkat menjadi karyawan tetap sebenarnya bisa diatur. PT Transjakarta akan melihat prestasi mereka selama bekerja.

"Itu bisa diatur, tetapi kami lihat juga prestasinya seperti apa. Kalau dia memang bagus pasti diperpanjang," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (12/6/2017) malam.

Baca juga: Djarot Sayangkan Pegawai Transjakarta Demo dan Telantarkan Penumpang

Djarot mengatakan, para sopir transjakarta seharusnya dapat membicarakan tuntutan mereka dengan benar. Dia menyayangkan aksi demo yang dilakukan para sopir transjakarta tersebut pada Senin siang tadi.

"Ya kan bisa dibicarakan dengan baik. Itu suatu kebiasaan yang buruk. Kita harus punya tanggung jawablah kepada para pelanggan," kata dia.

Persyaratan menjadi sopir transjakarta, kata Djarot, tidak memiliki batasan minimal pendidikan atau ijazah. Siapa pun bisa menjadi sopir selama memiliki keahlian mengemudi.

"Driver pokoknya bisa baca tulis, SMP boleh kok, SMA boleh ya, karena profesi, enggak apa-apa. Apalagi PKWT (perjanjian kerja waktu tertentu) ya, boleh," ucap Djarot.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Senin pagi hingga siang, ratusan pegawai PT Transjakarta melakukan aksi unjuk rasa di kantor pusat Transjakarta di Cawang, Jakarta Timur. Mereka mempersoalkan tidak adanya kejelasan status kekaryawanan mereka.

Para petugas di berbagai unit PT Transjakarta itu mengatakan sudah lelah tidak mendapat kepastian diangkat menjadi karyawan tetap dan terus-menerus berstatus sebagai karyawan PKWT. Sempat ada wacana soal pengangkatan karyawan PKWT menjadi karyawan tetap tetapi tidak pernah ada kelanjutan dari pihak manajemen terkait hal itu.

Lihat juga: Soal Putus Kontrak di Usia 35 Tahun, Ini Penjelasan Dirut Transjakarta



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Pungli, Pelindo II Akan Lakukan Pengawasan secara Berkelanjutan

Cegah Pungli, Pelindo II Akan Lakukan Pengawasan secara Berkelanjutan

Megapolitan
Persatuan Sopir Truk Berharap Penanganan Pungli Tidak Sesaat

Persatuan Sopir Truk Berharap Penanganan Pungli Tidak Sesaat

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, Dinkes Sebut 'Deja Vu' Tahun Lalu

Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, Dinkes Sebut "Deja Vu" Tahun Lalu

Megapolitan
Pemkot Bogor Hibahkan Lahan untuk Pembangunan GKI Yasmin

Pemkot Bogor Hibahkan Lahan untuk Pembangunan GKI Yasmin

Megapolitan
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta, Anies: Kita Hadapi Gelombang Baru

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta, Anies: Kita Hadapi Gelombang Baru

Megapolitan
Polisi Sebut Temukan Beragam Jenis Narkoba Saat Penangkapan Anji

Polisi Sebut Temukan Beragam Jenis Narkoba Saat Penangkapan Anji

Megapolitan
Cegah Pungli di Tanjung Priok, Penyelenggara Jasa Pelabuhan Diminta Perketat Pengawasan

Cegah Pungli di Tanjung Priok, Penyelenggara Jasa Pelabuhan Diminta Perketat Pengawasan

Megapolitan
Uji Coba Lintasan Road Bike di JLNT Tetap Berlanjut meski Rambu Pengecualian Dicopot

Uji Coba Lintasan Road Bike di JLNT Tetap Berlanjut meski Rambu Pengecualian Dicopot

Megapolitan
UPDATE 13 Juni: Bertambah 76, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang jadi 10.001

UPDATE 13 Juni: Bertambah 76, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang jadi 10.001

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, 2.769 Orang Positif Hari Ini

Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, 2.769 Orang Positif Hari Ini

Megapolitan
Anji Ditangkap Polisi Saat Sendirian di Rumah Kawasan Cibubur

Anji Ditangkap Polisi Saat Sendirian di Rumah Kawasan Cibubur

Megapolitan
Musisi Berinisial EAP alias AN Ditangkap, Polisi Temukan Barang Bukti Ganja

Musisi Berinisial EAP alias AN Ditangkap, Polisi Temukan Barang Bukti Ganja

Megapolitan
Anies Targetkan Jakarta Capai Imunitas Kolektif Saat Hari Kemerdekaan

Anies Targetkan Jakarta Capai Imunitas Kolektif Saat Hari Kemerdekaan

Megapolitan
Tenteng Celurit Sambil 'Live' Instagram, Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

Tenteng Celurit Sambil "Live" Instagram, Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

Megapolitan
Pemprov DKI Diusulkan Atur Lintasan Road Bike di JLNT Casablanca dalam Pergub

Pemprov DKI Diusulkan Atur Lintasan Road Bike di JLNT Casablanca dalam Pergub

Megapolitan

Video Rekomendasi

komentar di artikel lainnya
Close Ads X