Terminal 3 Gangguan Listrik, 30 Penerbangan Garuda Indonesia "Delay"

Kompas.com - 13/06/2017, 11:42 WIB
Tampak bangunan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang akan digunakan untuk penerbangan internasional, Selasa (28/3/2017). Pihak Kementerian Perhubungan menargetkan 1 Mei 2017 bangunan ini akan diisi oleh penerbangan internasional dari maskapai Garuda Indonesia. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERATampak bangunan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang akan digunakan untuk penerbangan internasional, Selasa (28/3/2017). Pihak Kementerian Perhubungan menargetkan 1 Mei 2017 bangunan ini akan diisi oleh penerbangan internasional dari maskapai Garuda Indonesia.
|
EditorFidel Ali

TANGERANG, KOMPAS.com - Sistem kelistrikan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (13/6/2017) dini hari tadi sempat terganggu. Gangguan kelistrikan itu menyebabkan sistem check in di counter penerbangan domestik Garuda Indonesia terganggu dan menimbulkan antrean penumpang.

"Gangguannya karena perpindahan sumber kelistrikan dari sumber listrik yang satu ke sumber satunya lagi. Sebenarnya enggak sampai mati lampu, hanya mengedip, tapi memang ada gangguan di bagian counter check in Garuda," kata Public Relation PT Angkasa Pura II Yado Yarismano saat dihubungi Kompas.com, Selasa siang.

Gangguan kelistrikan disebut Yado tidak sampai melumpuhkan fungsi dan fasilitas sarana bandara yang lain. Termasuk dengan mesin x-ray, metal detector, dan sejenisnya dipastikan tetap berfungsi setelah sumber listrik berpindah.

Terkait dengan masalah check in di counter Garuda Indonesia, Direktur Operasional Garuda Indonesia Nicodemus P Lampe mengungkapkan memang ada antrean penumpang sejak dini hari tadi akibat gangguan sistem kelistrikan.

Antrean disebabkan mesin di counter tidak bisa mencetak tiket dan baggage tag penumpang.

"Total ada 30 flight yang terdampak, sebagian besar domestik. Yang bikin lama itu printer enggak berfungsi, enggak bisa print tiket dan baggage tag, petugas kami menanganinya secara manual," tutur Nico.

Baca: Juni 2017, Maskapai Internasional Aliansi "Skyteam" Akan Pindah ke Terminal 3

Dikarenakan gangguan terjadi pada penerbangan pagi hari, maka jadwal penerbangan berikutnya dipastikan terganggu atau mundur dari jadwal yang seharusnya. Hal ini dijelaskan Nico sebagai efek domino dalam dunia penerbangan.

Nico juga memastikan, sistem check in di Terminal 3 kembali normal, termasuk untuk print tiket dan baggage tag per pukul 08.30 WIB tadi. Pihaknya masih mengantisipasi dampak lanjutan dengan menempatkan sejumlah petugas di area keberangkatan.

Mengenai gangguan ini, sebelumnya diungkapkan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD melalui akun Twitternya, @mohmahfudmd. Dia mengeluh telah memilih penerbangan Garuda Indonesia agar bisa sampai tepat waktu, meski pada akhirnya dia pun berangkat terlambat.

"Kadang kita pilih naik @IndonesiaGaruda krn tepat waktu. Pagi GA 203 Yogya-Jkt delay > 2 jam. Kalau 20 menit sih OK tp ini > 2 jam. Duh....," demikian salah satu tweet Mahfud.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Buru Kawanan yang Merampok di Warung Sembako Ciracas

Polisi Buru Kawanan yang Merampok di Warung Sembako Ciracas

Megapolitan
Nasdem Tangsel Tunggu Arahan DPP Susun Strategi Pemenangan Muhamad-Sara

Nasdem Tangsel Tunggu Arahan DPP Susun Strategi Pemenangan Muhamad-Sara

Megapolitan
KAI Beri Diskon Tiket Kereta Api Jarak Jauh Sambut HUT ke-75 RI

KAI Beri Diskon Tiket Kereta Api Jarak Jauh Sambut HUT ke-75 RI

Megapolitan
Seorang Pegawai Positif Covid-19, PN Jakbar Tutup hingga 10 Agustus

Seorang Pegawai Positif Covid-19, PN Jakbar Tutup hingga 10 Agustus

Megapolitan
Polisi Panggil Ahli Bahasa dan TI untuk Usut Kasus Anji dan Hadi Pranoto

Polisi Panggil Ahli Bahasa dan TI untuk Usut Kasus Anji dan Hadi Pranoto

Megapolitan
RSPI Sulianti Saroso Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19

RSPI Sulianti Saroso Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19

Megapolitan
Anies Targetkan Flyover Lenteng Agung dan Tanjung Barat Beroperasi 2021

Anies Targetkan Flyover Lenteng Agung dan Tanjung Barat Beroperasi 2021

Megapolitan
Dilaporkan Menipu, Oknum ASN Kota Tangerang Mengaku Hanya Bantu Korban

Dilaporkan Menipu, Oknum ASN Kota Tangerang Mengaku Hanya Bantu Korban

Megapolitan
Perempuan Ditemukan Tewas di Margonda Residence, Diduga Dibunuh

Perempuan Ditemukan Tewas di Margonda Residence, Diduga Dibunuh

Megapolitan
Disnaker DKI Minta Kantor Pemerintahan Tutup Sementara bila Ada Pegawai Positif Covid-19

Disnaker DKI Minta Kantor Pemerintahan Tutup Sementara bila Ada Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
Flyover Lenteng Agung dan Tanjung Barat Bakal Selesai November 2020

Flyover Lenteng Agung dan Tanjung Barat Bakal Selesai November 2020

Megapolitan
29 Kantor Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara karena Terpapar Covid-19

29 Kantor Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara karena Terpapar Covid-19

Megapolitan
Tambah 43 Kasus Covid-19 dalam 4 Hari di Kabupaten Bekasi, Rata-rata Kerja di Jakarta

Tambah 43 Kasus Covid-19 dalam 4 Hari di Kabupaten Bekasi, Rata-rata Kerja di Jakarta

Megapolitan
Sejumlah Wartawan Positif Covid-19, Ini Imbauan AJI

Sejumlah Wartawan Positif Covid-19, Ini Imbauan AJI

Megapolitan
Dewan Pendidikan Kota Bekasi Imbau Warga Berbagi Wifi agar Siswa Bisa Belajar Online

Dewan Pendidikan Kota Bekasi Imbau Warga Berbagi Wifi agar Siswa Bisa Belajar Online

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X