Ibu-ibu Menabung Tak Bisa Dikalahkan

Kompas.com - 14/06/2017, 18:13 WIB
Ilustrasi menabung, hemat, investasi TOTO SIHONOIlustrasi menabung, hemat, investasi
EditorEgidius Patnistik

Menggapai mimpi

Pola meminjam dan menabung seperti ini yang juga membuat Kasturi (30) bertahan sebagai anggota koperasi lima tahun terakhir. Ibu dua anak itu antre di kantor KKI sejak beberapa saat lalu. Anak keduanya, Risa (4), berada di sebelahnya. Kasturi, yang sedang hamil anak ketiganya, memiliki tabungan pribadi Rp 3 juta. Nilai itu diperoleh dengan setoran bervariasi, tergantung penghasilan dari penjualan kerang hijau yang dikelola bersama suami.

"Kami dagang kerang hijau di Muara Baru. Saya kerjanya membersihkan, merebus, sementara suami yang beternak, dan menjual. Lima tahun lalu kami hanya pedagang, sekarang Alhamdulillah kami sudah punya lahan beternak," ujarnya. Wilayah Kalibaru memang berbatas dengan laut Jakarta.

Awal menjadi anggota, Kasturi hanya meminjam Rp 500.000. Setelah bisa mengelola, dia terakhir mengambil pinjaman Rp 4 juta. Tabungannya pun bertambah sedikit demi sedikit karena adanya tabungan pokok dan tabungan pribadi.

Kisah manis juga dirasakan Casniati (42). Warga Kalibaru Barat ini juga merupakan peserta awal dari KKI. Ibu yang membesarkan dua anak seorang diri ini awalnya hanya pedagang makanan di kantin sebuah sekolah. Mendengar ada koperasi yang meminjamkan uang dengan bunga tetap, dia meminjam Rp 500.000.

Dia lalu membuka toko kelontong di depan rumahnya di Kalibaru Barat, RT 009 RW 005. Kebutuhan sehari-hari, makanan ringan, dijualnya di toko berukuran 3 meter x 3 meter itu. Dari omzet yang hanya Rp 150.000 per minggu, sekarang sudah sekitar Rp 1,5 juta dalam lima tahun terakhir.

"Saya juga sering ambil untuk modal usaha, beli barang dan kebutuhan lain. Akan tetapi, yang pasti sudah tidak pusing kalau ada kebutuhan mendadak," kata Casniati.

Pola meminjam sekaligus menabung ini adalah bagian tidak terpisahkan dari program yang digagas KKI sejak 2011. Koperasi yang mempunyai anggota aktif 7.400 orang per Mei 2017 memadukan dua hal ini, selain satu sektor utama lagi, yaitu pelatihan. Saat meminjam uang, mereka berarti mendapatkan pelatihan dan tabungan. Tabungan pun bisa dua, yaitu yang "dipaksa" yang disebut tabungan pokok dan tabungan opsional atau tabungan pribadi.

Ribuan anggota koperasi itu tersebar di tiga kecamatan utara Jakarta, Cilincing, Koja, dan Tanjung Priok. Semua anggota adalah perempuan, sebagian besar ibu rumah tangga, punya atau pernah mempunyai usaha, dan hampir dipastikan merupakan bagian masyarakat berpenghasilan rendah.

Meski tidak semuanya mencapai kisah sukses yang sama, pengurus berani mengklaim kredit macet mereka 0 persen. Dan, yang paling membanggakan, jumlah total tabungan ibu-ibu di koperasi tersebut mencapai kisaran Rp 2,8 Miliar.

Leonardus Kamilius, penggagas KKI, menceritakan, tabungan anggota tersebut berada di urutan kedua penyumbang nilai aset terbesar koperasi dari total Rp 7,5 miliar. Selain dana pihak ketiga, dana tabungan itulah yang koperasi atur setiap hari agar proses simpan-pinjam tetap berjalan. Ini membuktikan, kekuatan ibu untuk menabung tak bisa diremehkan.

"Kami menanamkan mimpi agar mereka 'terpaksa' menabung ketika meminjam uang. Ternyata, mereka juga mulai menabung sendiri. Bisa dibayangkan ibu-ibu ini mengatur dan membantu keluarga. Mereka sedang menggapai mimpi masing-masing," kata Leon.

Karena itu, menabunglah. Hidup akan kau taklukkan!

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 14 Juni 2017, di halaman 1 dengan judul "Ibu-ibu Menabung Tak Bisa Dikalahkan".

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5.532 Meter Jalan Rusak di Kota Tangerang Diperbaiki, Wali Kota: Semoga Menambah Kenyamanan

5.532 Meter Jalan Rusak di Kota Tangerang Diperbaiki, Wali Kota: Semoga Menambah Kenyamanan

Megapolitan
Cari Penjambret Kalung Emas 16 Gram di Pondok Cabe, Polisi: Motor Pelaku Tanpa Plat Nomor, Tak Ada Rekaman CCTV Lain

Cari Penjambret Kalung Emas 16 Gram di Pondok Cabe, Polisi: Motor Pelaku Tanpa Plat Nomor, Tak Ada Rekaman CCTV Lain

Megapolitan
Angka Positif Covid-19 di Kota Tangerang Turun, Wali Kota dan Dinkes Sama-sama Sebut karena PPKM Mikro

Angka Positif Covid-19 di Kota Tangerang Turun, Wali Kota dan Dinkes Sama-sama Sebut karena PPKM Mikro

Megapolitan
Video Aksinya Viral, Penjambret Handphone 4 Remaja Sudah Ditangkap Polisi

Video Aksinya Viral, Penjambret Handphone 4 Remaja Sudah Ditangkap Polisi

Megapolitan
Belajar dari Lokasi Penembakan di Cengkareng, Wagub DKI Ajak Warga Aktif Laporkan Pelanggaran Jam Operasional

Belajar dari Lokasi Penembakan di Cengkareng, Wagub DKI Ajak Warga Aktif Laporkan Pelanggaran Jam Operasional

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Megapolitan
Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Megapolitan
HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

Megapolitan
2 Bantuan Biaya Kuliah Sedang Dibuka bagi Warga Jakarta, Ini Beda KIP dan KJMU

2 Bantuan Biaya Kuliah Sedang Dibuka bagi Warga Jakarta, Ini Beda KIP dan KJMU

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar demi Bantuan Kuliah Rp 9 Juta

Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar demi Bantuan Kuliah Rp 9 Juta

Megapolitan
Penjambretan Marak di Tangsel, Korbannya Bocah hingga Lansia

Penjambretan Marak di Tangsel, Korbannya Bocah hingga Lansia

Megapolitan
Terjaring Razia Protokol Kesehatan, Millen Cyrus Positif Konsumsi Benzo

Terjaring Razia Protokol Kesehatan, Millen Cyrus Positif Konsumsi Benzo

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

Megapolitan
Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Megapolitan
Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X