Djarot: Dulu Ada Pak Ahok Enak Membaginya

Kompas.com - 15/06/2017, 14:21 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bersama sang istri yang juga Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta Happy Farida di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (15/6/2017). Kedua baru tiba dari Istana Negara usai pelantikan Djarot sebagai gubernur oleh Presiden Joko Widodo. KOMPAS.com/NURSITA SARIGubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bersama sang istri yang juga Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta Happy Farida di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (15/6/2017). Kedua baru tiba dari Istana Negara usai pelantikan Djarot sebagai gubernur oleh Presiden Joko Widodo.
Penulis Nursita Sari
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat akan menjalani pemerintahan hingga akhir masa jabatan periode 2012-2017 tanpa wakil gubernur. Dia akan mengerjakan pekerjaan gubernur dan wakil gubernur seorang diri.

Djarot menyebut hal itu berbeda saat Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Kalau dulu kan ada Pak Ahok enak membaginya ya," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (15/6/2017).

Saat masih menjabat sebagai wakil gubernur, Djarot menyebut dia lebih banyak bekerja di luar, sementara Ahok, sebagai gubernur, menyelesaikan pekerjaan di kantor.

"Koordinasi lebih enak, bisa bagi itu, bagi waktu, bagi tugas. Sekarang kan kami sendiri," kata dia.

Bekerja sendiri, kata Djarot, lebih berat dibandingkan bekerja berdua. Namun, Djarot menyebut pekerjaan harus tetap diselesaikan karena merupakan tanggung jawab.

Baca: Ketua DPRD DKI : Djarot Jangan Sampai Lemah dalam Memutuskan

Dia pun bersyukur Pemprov DKI Jakarta memiliki birokrat yang solid dan kompak sehingga bisa bekerja sama.

"Makanya saya bilang sama temen-temen birokrasi, ini kerja kami harus maksimal lho sehingga sampai bulan Oktober kami bisa memberikan yang terbaik untuk warga Jakarta," ucap Djarot.

Djarot menjadi gubernur definitif untuk menggantikan Ahok yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta pasca-putusan pengadilan yang menyatakan ia bersalah dalam kasus dugaan penodaan agama.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X