Kompas.com - 16/06/2017, 06:33 WIB
Keluarga Joni, yang tinggal di gang sempit, sudah berada di Rumah Aman Kementrian Sosial (Kemensos) di Bambu Apus, Jakarta Timur, Kamis (15/6/2017). KOMPAS.COM/Anggita MuslimahKeluarga Joni, yang tinggal di gang sempit, sudah berada di Rumah Aman Kementrian Sosial (Kemensos) di Bambu Apus, Jakarta Timur, Kamis (15/6/2017).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial, Nahar mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi seperti Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan serta Pemprov DKI guna membantu mengurus keluarga Joni dan Isa yang sebelumnya berumahkan gang sempit di Jakara.

Lihat juga: Gang Sempit Itu Rumahku...

Nahar mengatakan, selain masalah sosial yang dihadapi Joni dan keluarganya, masalah seperti kesehatan serta pendidikan juga harus masuk ke dalam prioritas yang diberikan untuk keluarga itu.

Dua anak Joni belum mendapatkan pendidikan yang layak karena keterbatasan ekonomi  keluarga tersebut.

"Tadi saya turun dengan orang Dinsos DKI tapi kan banyak kaitannya masalah kesehatan lalu pendidikan anaknya enggak sekolah, lalu tempat tinggal. Minimal tiga hal harus diselesaikan," ujar Nahar saat dihubungi Kompas.com, Kamis (15/6/2017).

Anak Joni yang paling kecil juga harus ditangani. Dari hasil tes kesehatan, anak tersebut mengalami sedikit kelainan di bagian tubuhnya yang terlihat layu. Untuk itu perlu diberikan perawatan yang intensif.

Saat ini, anggota keluarga Joni telah mendapat perawatan di Rumah Aman Kemensos di Bambu Apus, Jakarta Timur. Rencannya pada Jumat besok Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga akan mengunjungi keluarga tersebut.

Baca juga: Mensos Khofifah Temui Keluarga Joni Jumat Besok

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Curi Ponsel Siswa SMP di Dasbor Motor lalu Ditangkap Warga, Pelaku: Saya Gelap Mata

Curi Ponsel Siswa SMP di Dasbor Motor lalu Ditangkap Warga, Pelaku: Saya Gelap Mata

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di PIK yang Digerebek Polisi Kelola 14 Aplikasi

Kantor Pinjol Ilegal di PIK yang Digerebek Polisi Kelola 14 Aplikasi

Megapolitan
Ini Peran 99 Karyawan Perusahaan Pinjol Ilegal yang Digerebek Polisi di PIK

Ini Peran 99 Karyawan Perusahaan Pinjol Ilegal yang Digerebek Polisi di PIK

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di PIK Digerebek, Polisi: Tidak Ada Izin dari OJK

Kantor Pinjol Ilegal di PIK Digerebek, Polisi: Tidak Ada Izin dari OJK

Megapolitan
Munarman Bersikap Tenang Saat Sidang, Kuasa Hukum: Selalu Kalem asal Tak Dipancing

Munarman Bersikap Tenang Saat Sidang, Kuasa Hukum: Selalu Kalem asal Tak Dipancing

Megapolitan
Digerebek Polisi, Pegawai Perusahaan Pinjol di PIK Mengaku Tak Tahu Kantornya Ilegal

Digerebek Polisi, Pegawai Perusahaan Pinjol di PIK Mengaku Tak Tahu Kantornya Ilegal

Megapolitan
Berupaya Tabrak Polisi Saat Akan Ditangkap di Cipondoh, Pencuri Motor Ditembak, lalu Tewas di RS

Berupaya Tabrak Polisi Saat Akan Ditangkap di Cipondoh, Pencuri Motor Ditembak, lalu Tewas di RS

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di PIK Digerebek, 99 Karyawan Diamankan

Kantor Pinjol Ilegal di PIK Digerebek, 99 Karyawan Diamankan

Megapolitan
Pencopetan Kembali Terjadi di Terminal Pulogadung, Kali Ini Pelakunya Residivis

Pencopetan Kembali Terjadi di Terminal Pulogadung, Kali Ini Pelakunya Residivis

Megapolitan
PN Jakarta Barat Ditutup Sementara akibat Covid-19, Pelayanan Mendesak Tetap Berjalan

PN Jakarta Barat Ditutup Sementara akibat Covid-19, Pelayanan Mendesak Tetap Berjalan

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Capai 3.509, Kasus Aktif Kini 14.082

UPDATE 26 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Capai 3.509, Kasus Aktif Kini 14.082

Megapolitan
Kantor Pinjol di Kawasan PIK Digerebek Polisi

Kantor Pinjol di Kawasan PIK Digerebek Polisi

Megapolitan
Pemuda Disekap hingga Tewas, Polisi Sebut Pelaku Sakit Hati Tak Diajak Korban Cari Kerja

Pemuda Disekap hingga Tewas, Polisi Sebut Pelaku Sakit Hati Tak Diajak Korban Cari Kerja

Megapolitan
Keluarga Kakek 89 Tahun Korban Pengeroyokan di Cakung Datangi Mapolres Jakarta Timur

Keluarga Kakek 89 Tahun Korban Pengeroyokan di Cakung Datangi Mapolres Jakarta Timur

Megapolitan
Harga dari Distributor Masih Tinggi, Pedagang di Pasar Serpong Belum Jual Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Harga dari Distributor Masih Tinggi, Pedagang di Pasar Serpong Belum Jual Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.