Kompas.com - 16/06/2017, 22:32 WIB
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan barisan pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kerap disebut Teman Ahok genap dua tahun pada Jumat (16/6/2017) ini. Salah satu pendiri Teman Ahok Singgih Widiyastono menyampaikan kebahagiaannya atas capaian tersebut.

Menurut dia, dua tahun Teman Ahok berkiprah, banyak memberikan pengetahuan kepada masyarakat perihal pencalonan pemimpin daerah yang tak melulu harus dari partai politik (parpol).

"Bahwa masyarakat bisa mencalonkan calon yang mereka inginkan bukan cuma dari parpol saja, tapi juga bisa dari pencalonan secara perseorangan/independen yang dulunya memang banyak yang belum tahu," kata Singgih kepada Kompas.com, Jumat sore.

Dia juga merasa bangga bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa pada dasarnya masyarakat bisa mengusung, membiayai, dan memilih calon pemimpin sendiri.

Singgih mengakui, banyak orang yang menunggu pergerakan Teman Ahok selanjutnya meskipun banyak hal tidak berjalan sesuai harapan mereka, termasuk vonis penjara dua tahun terhadap Ahok.

"Walaupun hasil kemarin tidak sesuai harapan, tapi cita-cita kami sampai sekarang tetap ingin menularkan semangat perubahan positif buat demokrasi politik di Indonesia," kata dia.

Karena itu, Teman Ahok, kata Singgih bakal hadir di daerah-daerah lain di Indonesia guna mendukung calon pemimpin daerah yang memiliki prinsip memajukan daerahnya dengan semangat melayani warganya seperti Ahok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelapor Dugaan Korupsi Transjakarta Dipanggil KPK, Sampaikan Bukti Tambahan

Pelapor Dugaan Korupsi Transjakarta Dipanggil KPK, Sampaikan Bukti Tambahan

Megapolitan
Ada 761.279 Lansia di DKI Jakarta, yang Vaksinasi Booster Baru 57 Persen

Ada 761.279 Lansia di DKI Jakarta, yang Vaksinasi Booster Baru 57 Persen

Megapolitan
Libatkan Propam, Polisi Lanjutkan Gelar Perkara Kasus Pensiunan Polri Tabrak Lari Mahasiswa UI

Libatkan Propam, Polisi Lanjutkan Gelar Perkara Kasus Pensiunan Polri Tabrak Lari Mahasiswa UI

Megapolitan
Menengok Halte Bundaran HI yang Dulu Disebut Bakal Halangi Pandangan ke Arah Patung Selamat Datang...

Menengok Halte Bundaran HI yang Dulu Disebut Bakal Halangi Pandangan ke Arah Patung Selamat Datang...

Megapolitan
Warga Menginap di Depan Kampung Susun Bayam demi Tagih Janji Jakpro, Bawa Kasur hingga Kompor

Warga Menginap di Depan Kampung Susun Bayam demi Tagih Janji Jakpro, Bawa Kasur hingga Kompor

Megapolitan
Kali Meluap, 5 RT di Jakarta Terendam Banjir 60-70 Cm

Kali Meluap, 5 RT di Jakarta Terendam Banjir 60-70 Cm

Megapolitan
Pencuri Gasak Macbook dengan Pecahkan Kaca Mobil di Tangerang

Pencuri Gasak Macbook dengan Pecahkan Kaca Mobil di Tangerang

Megapolitan
Jatuh dari 'Flyover' Usai Tabrak Pembatas Jalan, Pengendara Motor Meninggal

Jatuh dari "Flyover" Usai Tabrak Pembatas Jalan, Pengendara Motor Meninggal

Megapolitan
Polisi Kembangkan Teknologi ETLE untuk Tilang Pengendara yang Tak Punya SIM

Polisi Kembangkan Teknologi ETLE untuk Tilang Pengendara yang Tak Punya SIM

Megapolitan
Ferdy Sambo Peluk Putri Candrawathi yang Kembali Hadiri Sidang Usai Terpapar Covid-19

Ferdy Sambo Peluk Putri Candrawathi yang Kembali Hadiri Sidang Usai Terpapar Covid-19

Megapolitan
Harga Sewa Kampung Susun Akuarium Cuma Rp 40.000, Kenapa Kampung Susun Bayam Capai Rp 750.000?

Harga Sewa Kampung Susun Akuarium Cuma Rp 40.000, Kenapa Kampung Susun Bayam Capai Rp 750.000?

Megapolitan
Lansia Tewas Diduga Tertabrak Kereta di Pesanggrahan, Ditemukan Mengambang di Genangan Air

Lansia Tewas Diduga Tertabrak Kereta di Pesanggrahan, Ditemukan Mengambang di Genangan Air

Megapolitan
APBD DKI Jakarta 2023 Rp 83,7 Triliun, Disahkan Hari Ini

APBD DKI Jakarta 2023 Rp 83,7 Triliun, Disahkan Hari Ini

Megapolitan
Jakpro Turunkan Tarif Kampung Susun Bayam, Mayoritas Warga Gusuran JIS Masih Keberatan

Jakpro Turunkan Tarif Kampung Susun Bayam, Mayoritas Warga Gusuran JIS Masih Keberatan

Megapolitan
Kronologi Wanita di Bintaro Tewas Tersetrum, Berawal dari Cabut Colokan Kulkas

Kronologi Wanita di Bintaro Tewas Tersetrum, Berawal dari Cabut Colokan Kulkas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.