"Teman Ahok" Dua Tahun, Apa Capaian dan Harapannya

Kompas.com - 16/06/2017, 22:32 WIB
Salah satu pendiri Teman Ahok, Singgih Widyastono saat ditemui di Sekretariat Teman Ahok di Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (24/3/2016). Kompas.com/Alsadad RudiSalah satu pendiri Teman Ahok, Singgih Widyastono saat ditemui di Sekretariat Teman Ahok di Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (24/3/2016).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan barisan pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kerap disebut Teman Ahok genap dua tahun pada Jumat (16/6/2017) ini. Salah satu pendiri Teman Ahok Singgih Widiyastono menyampaikan kebahagiaannya atas capaian tersebut.

Menurut dia, dua tahun Teman Ahok berkiprah, banyak memberikan pengetahuan kepada masyarakat perihal pencalonan pemimpin daerah yang tak melulu harus dari partai politik (parpol).

"Bahwa masyarakat bisa mencalonkan calon yang mereka inginkan bukan cuma dari parpol saja, tapi juga bisa dari pencalonan secara perseorangan/independen yang dulunya memang banyak yang belum tahu," kata Singgih kepada Kompas.com, Jumat sore.

Dia juga merasa bangga bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa pada dasarnya masyarakat bisa mengusung, membiayai, dan memilih calon pemimpin sendiri.

Singgih mengakui, banyak orang yang menunggu pergerakan Teman Ahok selanjutnya meskipun banyak hal tidak berjalan sesuai harapan mereka, termasuk vonis penjara dua tahun terhadap Ahok.

"Walaupun hasil kemarin tidak sesuai harapan, tapi cita-cita kami sampai sekarang tetap ingin menularkan semangat perubahan positif buat demokrasi politik di Indonesia," kata dia.

Karena itu, Teman Ahok, kata Singgih bakal hadir di daerah-daerah lain di Indonesia guna mendukung calon pemimpin daerah yang memiliki prinsip memajukan daerahnya dengan semangat melayani warganya seperti Ahok.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Megapolitan
Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Megapolitan
Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Megapolitan
Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

Megapolitan
Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X