Kompas.com - 20/06/2017, 18:27 WIB
Seiring pertumbuhan kota, kepadatan lalu lintas kerap terjadi di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, seperti terlihat Kamis (23/4). Mengatasi kemacetan merupakan salah satu tugas Pemerintah Kota Depok untuk menuju kota yang cerdas (smart city). KOMPAS/DENTY PIAWAI NASTITIESeiring pertumbuhan kota, kepadatan lalu lintas kerap terjadi di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, seperti terlihat Kamis (23/4). Mengatasi kemacetan merupakan salah satu tugas Pemerintah Kota Depok untuk menuju kota yang cerdas (smart city).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorDian Maharani

DEPOK, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Depok sedang mewacanakan menerapkan sistem online untuk layanan angkot yang ada di kota tersebut.

Tujuan penerapan sistem ini adalah memudahkan para pengguna untuk mengakses dan meminimalisir angkot-angkot tersebut ngetem di pinggir jalan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok Sidik Mulyono mengatakan, sistem online angkot yang akan diterapkan di Depok mengadopsi sistem online yang kini diterapkan sejumlah layanan penyedia jasa ojek.

"Memang tidak bisa seperti ojek yang bisa menjemput sampai ke gang-gang. Tapi akan memudahkan penumpang melacak posisi angkot yang mereka tunggu," kata Sidik saat dihubungi, Selasa (20/6/2017).

Baca: Angkutan Berbasis Aplikasi di Depok Dilarang Jemput Penumpang di Lokasi Ini...

Sidik belum menjelaskan lebih banyak hal mengenai rencana tersebut. Sebab, ia mengaku ingin memaparkan rencana tersebut ke Dinas Perhubungan dan DPRD terlebih dulu.

Sidik meyakini, jika disetujui, sistem ini akan membuat angkot bisa kembali bersaing dengan moda transportasi lainnta. Selain itu, sistem ini juga diyakini mampu meminimalisir kemacetan di Depok.

"Karena angkot-angkot yang ngetem terlalu lama di badan jalan ikut menyumbangkan kemacetan di Depok," ujar Sidik.

Baca: Sopir Angkot di Depok Diharap Tak Gelar Aksi Mogok

Kompas TV Taksi Online Keluhkan Penetapan Tarif Bawah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Area TPU Semper yang Sempat Kebanjiran Diuruk dengan Tanah Buangan MRT Jakarta

Area TPU Semper yang Sempat Kebanjiran Diuruk dengan Tanah Buangan MRT Jakarta

Megapolitan
Hasil Tracing di SMAN 4 Jakarta, 4 Siswa Dinyatakan Positif Covid-19

Hasil Tracing di SMAN 4 Jakarta, 4 Siswa Dinyatakan Positif Covid-19

Megapolitan
Perumahan Vida di Bekasi Dipertimbangkan Jadi Lokasi 'Street Race'

Perumahan Vida di Bekasi Dipertimbangkan Jadi Lokasi "Street Race"

Megapolitan
Hingga Vonis Diketok, Bruder Angelo Tak Juga Akui Perbuatan Cabulnya

Hingga Vonis Diketok, Bruder Angelo Tak Juga Akui Perbuatan Cabulnya

Megapolitan
Dishub DKI Sebut Bus Transjakarta Rute Senen-JIS Akan Diuji Coba Tahun Ini

Dishub DKI Sebut Bus Transjakarta Rute Senen-JIS Akan Diuji Coba Tahun Ini

Megapolitan
Kuasa Hukum Bruder Angelo Sebut Vonis 14 Tahun Penjara Berlebihan

Kuasa Hukum Bruder Angelo Sebut Vonis 14 Tahun Penjara Berlebihan

Megapolitan
Pedagang Roti Jadi Korban Begal di Bekasi, Saksi Sebut Pelaku Masih Remaja

Pedagang Roti Jadi Korban Begal di Bekasi, Saksi Sebut Pelaku Masih Remaja

Megapolitan
 Banjir Tak Surut dalam 6 Jam Seperti Janji Anies, Ini Penjelasan Wagub DKI

Banjir Tak Surut dalam 6 Jam Seperti Janji Anies, Ini Penjelasan Wagub DKI

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 Hampir 3.000, RSDC Wisma Atlet Minta Tambahan Tenaga Kesehatan

Jumlah Pasien Covid-19 Hampir 3.000, RSDC Wisma Atlet Minta Tambahan Tenaga Kesehatan

Megapolitan
Gugat Anies ke PTUN, Apindo: Bukan Soal Besaran Kenaikan UMP, tetapi Regulasinya

Gugat Anies ke PTUN, Apindo: Bukan Soal Besaran Kenaikan UMP, tetapi Regulasinya

Megapolitan
Dishub DKI Akan Siapkan 3 Moda Transportasi untuk Masyarakat Datang ke JIS

Dishub DKI Akan Siapkan 3 Moda Transportasi untuk Masyarakat Datang ke JIS

Megapolitan
Batasi Mobilitas, Dishub DKI Pertahankan Aturan Ganjil Genap di 13 Ruas Jalan

Batasi Mobilitas, Dishub DKI Pertahankan Aturan Ganjil Genap di 13 Ruas Jalan

Megapolitan
Pelaku Cabul 'Bruder Angelo' Divonis 14 Tahun Penjara, Hakim: Dia Merusak Mental Anak

Pelaku Cabul "Bruder Angelo" Divonis 14 Tahun Penjara, Hakim: Dia Merusak Mental Anak

Megapolitan
UPDATE 20 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.636 Orang

UPDATE 20 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.636 Orang

Megapolitan
Masyarakat Diminta Tak 'Panic Buying' agar Distribusi Minyak Goreng Merata

Masyarakat Diminta Tak "Panic Buying" agar Distribusi Minyak Goreng Merata

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.