Polres Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Ratusan Satwa Liar

Kompas.com - 21/06/2017, 05:56 WIB
Beberapa orang melakukan demo di Balai Kota DKI untuk menuntut penutupan pasar satwa liar di Jatinegara, Kamis (13/10/2016). Jessi Carina Beberapa orang melakukan demo di Balai Kota DKI untuk menuntut penutupan pasar satwa liar di Jatinegara, Kamis (13/10/2016).
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com- Selama sepekan, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggagalkan pengiriman ilegal ratusan satwa dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pada Jumat (16/6/2017) pekan lalu, 279 reptil jenis ular tak bersetifikat asal Manokwari diamankan petugas di Pelabuhan Tanjung Priok.

Modusnya, ratusan satwa itu dimasukan ke dalam sejumlah kardus berukuran besar dan tas gendong oleh tersangka bernisial IR.

Namun, saat memasuki mesin pemindai x-ray, petugas mencurigai adanya benda berbentuk hewan di dalam kedua wadah itu.

Petugas kemudian memeriksa kardus dan tas tersebut dan menemukan ratusan reptil tak bersetifikat yang hendak diselundupkan.

Baca: Tren Koleksi Satwa Langka yang Berujung Pidana...

Sebanyak 279 ekor jenis reptil itu terdiri dari spesies ular Green Tree Python Condro  20 ekor,  Mono Pohon 96 ekor, Python Patola 5 ekor, Python Gol Albert 4 ekor, Mono Tanah atau Aspera  89 ekor, Pensil 11 ekor, dan Eagle atau Derik  9 ekor.

Spesies Biawak Papua atau Varanus Jobiensis itu ada sebanyak 2 ekor. Sementara untuk spesiesnya kadal berbagai jenis sebanyak 43 ekor, antara lain Kadal Panama 9 ekor, Kadal Duri 33 ekor, dan Kadal Hijau 1 ekor.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkoordinasi dengan Karantina dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta untuk mengevaluasi seluruh hewan tersebut.

"Sebanyak 279 satwa liar tanpa dokumen dan sertifikat itu diketahui berasal dari Papua dan dibawa KM penumpang Dobonsolo," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Roberthus Yohanes De Deo Tresna Eka Trimana, Selasa (20/6/2017).

Baca: Satwa Langka Diselundupkan ke Luar Negeri Menggunakan Tas Sekolah

Lalu pada Minggu pekan lalu, di area pintu transit Terminal Tanjung Priok, petugas kembali mengamankan 49 satwa dilindungi. Satwa-satwa itu hendak dijual ke Kota Bandung. Satwa itu didatangkan dari Papua Barat.

"Ketika pemeriksaan akan berakhir kedapatan seorang yang bukan penumpang KM Ciremai berada di pintu transit, mengambil dua karton barang dari petugas keamanan KM Ciremai. Petugas saat itu mencurigainya, yang ternyata benar kardus tersebut berisi satwa dilindungi tidak lengkapi dokumen resmi. Pria ini inisial JS (30)," ujar Roberthus.

Seluruh satwa yang diamankan akan dibawa ke pusat penyelamatan satwa di Kawasan Tegal Alur.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir di Underpass Toll JORR Surut, Jalanan Dibuka Kembali

Banjir di Underpass Toll JORR Surut, Jalanan Dibuka Kembali

Megapolitan
Dinas BMSDA Bekasi Sebut Banjir di Bintara akibat Luapan Kali Cakung

Dinas BMSDA Bekasi Sebut Banjir di Bintara akibat Luapan Kali Cakung

Megapolitan
Terpleset Saat Lihat Kali Cakung yang Deras, Pemuda di Bekasi Hilang Terbawa Arus

Terpleset Saat Lihat Kali Cakung yang Deras, Pemuda di Bekasi Hilang Terbawa Arus

Megapolitan
Sempat Dimatikan karena Banjir, Sebagian Gardu Listrik Wilayah Tangerang dan Sekitarnya Kembali Menyala

Sempat Dimatikan karena Banjir, Sebagian Gardu Listrik Wilayah Tangerang dan Sekitarnya Kembali Menyala

Megapolitan
Sempat Diliburkan karena Banjir, Aktivitas Seluruh Sekolah di Bekasi Kembali Normal

Sempat Diliburkan karena Banjir, Aktivitas Seluruh Sekolah di Bekasi Kembali Normal

Megapolitan
Sempat Banjir, Tol Jagorawi Sudah Beroperasi Normal

Sempat Banjir, Tol Jagorawi Sudah Beroperasi Normal

Megapolitan
Sebagian Korban Banjir Cipinang Melayu Sudah Kembali ke Rumah

Sebagian Korban Banjir Cipinang Melayu Sudah Kembali ke Rumah

Megapolitan
Rabu Pagi, Masih Ada Tiga Titik Banjir di Kelapa Gading

Rabu Pagi, Masih Ada Tiga Titik Banjir di Kelapa Gading

Megapolitan
Satu Anak yang Terseret Arus Saat Berenang di Kali Ditemukan Tewas

Satu Anak yang Terseret Arus Saat Berenang di Kali Ditemukan Tewas

Megapolitan
Viral Sopir Ambulans Dianiaya Saat Bawa Jenazah, Polisi Jaksel Usut

Viral Sopir Ambulans Dianiaya Saat Bawa Jenazah, Polisi Jaksel Usut

Megapolitan
Jakarta Banjir Lagi: 294 RW Terendam, AEON Mall JGC Diserang, hingga Istana Tergenang

Jakarta Banjir Lagi: 294 RW Terendam, AEON Mall JGC Diserang, hingga Istana Tergenang

Megapolitan
Bocah di Bekasi Tewas Tenggelam Saat Bermain di Selokan Saat Banjir

Bocah di Bekasi Tewas Tenggelam Saat Bermain di Selokan Saat Banjir

Megapolitan
Ditolak Dua Kali Sopir Taksi Online, Vebby Nyaris Naik Transjakarta Bawa Pulang Jenazah Bayinya

Ditolak Dua Kali Sopir Taksi Online, Vebby Nyaris Naik Transjakarta Bawa Pulang Jenazah Bayinya

Megapolitan
Masih Ada Genangan di Jalur KRL, PT KCI Tetap Berlakukan Rekayasa Perjalanan Kereta

Masih Ada Genangan di Jalur KRL, PT KCI Tetap Berlakukan Rekayasa Perjalanan Kereta

Megapolitan
Polisi Tetapkan 8 Tersangka Perusakan AEON Mall Jakarta Garden City

Polisi Tetapkan 8 Tersangka Perusakan AEON Mall Jakarta Garden City

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X