Sejumlah Perubahan Aturan Melegakan Pegawai PT Transjakarta

Kompas.com - 21/06/2017, 07:04 WIB
Karyawan kontrak PT Transjakarta menggelar aksi unjuk rasa di Cawang, Jakarta Timur, Senin (12/6/2017). KOMPAS.com/Sherly PuspitaKaryawan kontrak PT Transjakarta menggelar aksi unjuk rasa di Cawang, Jakarta Timur, Senin (12/6/2017).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Operasional Swakelola PT Transjakarta Budi Marcelo mengatakan, meski PT Transjakarta belum memenuhi tuntutan untuk menjadikan mereka pegawai tetap, pihak manajemen telah mengubah sejumlah aturan yang dinilai menekan para pegawai.

Budi mengatakan, aturan yang diubah antara lain pegawai frontliner yang berumur 35 tahun ke atas kini masih diperbolehkan bekerja. Dengan syarat masih sehat dan harus mengikuti tes kesehatan.

"Kayak 35 tahun frontliner harus di-cut, itu sekarang diberi kesempatan untuk meneruskan kerja selama masih fit. Memang akan ada tes kesehatan dan semoga tes kesehatannya enggak kelewatan," kata Budi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (20/6/2017).

Kebijakan lainnya yang berubah terkait jam kerja petugas on board atau petugas di dalam bus. Saat ini petugas on board bekerja lima hari dan sehari libur. Sebelumnya, pegawai pada posisi itu dipaksa bekerja selama enam hari dengan satu hari kerja.

"Dan itu perkembangan yang baik. Enam hari kerja benar-benar merupakan siksaan buat mereka," ujar Budi.

Senin pekan lalu, sejumlah pegawai PT Transjakarta sempat menggelar aksi unjuk rasa menuntut kenaikan status dari pegawai kontrak menjadi karyawan tetap. Dampak aksi mogok itu sempat mengganggu pelayanan bus transjakarta di sejumlah koridor.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Megapolitan
Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Megapolitan
Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Megapolitan
Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Megapolitan
FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

Megapolitan
Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Megapolitan
MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

Megapolitan
Kasus Meningkat, Pusat Karantina Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Hampir Penuh

Kasus Meningkat, Pusat Karantina Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Hampir Penuh

Megapolitan
RS Ummi Dapat Teguran Keras, MER-C: Seharusnya Bima Arya Percaya Penuh pada RS

RS Ummi Dapat Teguran Keras, MER-C: Seharusnya Bima Arya Percaya Penuh pada RS

Megapolitan
Di Tengah Polemik Tes Swab, Rizieq Shihab Pergi Tinggalkan RS Ummi

Di Tengah Polemik Tes Swab, Rizieq Shihab Pergi Tinggalkan RS Ummi

Megapolitan
Kontroversi Tes Swab Diam-diam Rizieq Shihab yang Berbuntut Kasus Hukum...

Kontroversi Tes Swab Diam-diam Rizieq Shihab yang Berbuntut Kasus Hukum...

Megapolitan
Modus Pencabulan Bocah di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi hingga Imingi Bertemu Artis

Modus Pencabulan Bocah di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi hingga Imingi Bertemu Artis

Megapolitan
Terus Bertambah, Ini Sederet Pejabat yang Dicopot Akibat Kerumunan Massa Rizieq

Terus Bertambah, Ini Sederet Pejabat yang Dicopot Akibat Kerumunan Massa Rizieq

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X