Djarot Batal Sambut Kedatangan Obama

Kompas.com - 30/06/2017, 14:31 WIB
KOMPAS.com/ALSADAD RUDI Suasana Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, jelang kedatangan mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, Jumat (30/6/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tidak sempat ikut menyambut kedatangan mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat (30/6/2017) siang.

Obama tiba di bandara sekitar pukul 12.15 WIB, sedangkan Djarot tiba di sana pukul 12.30 WIB.

Ketika Obama mendarat, Djarot masih menunaikan shalat Jumat di Masjid Baitussalam di kompleks Halim Perdanakusuma.

(Baca juga Hotel Mewah Tempat Obama Menginap Selama di Jakarta)

Djarot mengira Obama bakal tiba setelah ia menunaikan shalat Jumat. Namun, kedatangan Obama dimajukan.

"Sepuluh menit lebih cepat. Perkiraan kami habis shalat Jumat kita masih sempat ngobrol-ngobrol, ya. Karena datangnya lebih awal 10 menit, sehingga tidak sempat," ujar Djarot saat ditemui saat akan meninggalkan Bandara Halim.

Sebelum ke Jakarta, Obama beserta keluarganya berlibur di Bali dan Yogyakarta. Ia dijadwalkan berada di Jakarta dan Bogor selama dua hari mulai hari ini.

Djarot mengucapkan selamat datang atas kedatangan Obama, yang pernah tinggal di Jakarta.

"Selamat bernostalgia di Jakarta. Semoga baik dan datangnya tepat, minggu pertama bulan Syawal. Jadi bisa menikmati Jakarta yang sekarang masih agak lengang. Selamat menikmati Jakarta untuk Pak Obama," ujar Djarot.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorLaksono Hari Wiwoho
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X