Wali Kota Depok Enggan Langsung Berikan Sanksi untuk PNS yang Absen

Kompas.com - 03/07/2017, 16:32 WIB
Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad beserta wakilnya, Pradi Supriyatna saat bersalam-salaman dengan para PNS pasca libur lebaran di halaman Balai Kota Depok, Senin (3/7/2017). Kompas.com/Alsadad RudiWali Kota Depok Idris Abdul Shomad beserta wakilnya, Pradi Supriyatna saat bersalam-salaman dengan para PNS pasca libur lebaran di halaman Balai Kota Depok, Senin (3/7/2017).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorDian Maharani

DEPOK, KOMPAS.com - Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad menyatakan enggan langsung memberikan sanksi untuk pegawai negeri sipil ( PNS) yang absen pada hari pertam kerja setelah libur lebaran, Senin (3/7/2017).

Menurut Idris, hal itu disebabkan karena ada PNS yang tidak bisa masuk kerja karena beberapa alasan.

"Seperti kemarin ada berita ada beberapa yang orangtuanya meninggal di kampungnya, yang sakit keras. Mudah-mudahan itu sudah selesai," kata Idris di Balai Kota Depok, Senin (3/7/2017).

Baca: Usai Libur Lebaran, 21 PNS Pemkot Bekasi Bolos Kerja

Idris meyakini tidak ada PNS Depok yang tidak masuk tanpa alasan yang jelas. Ia yakin kalaupun ada yang absen, mereka punya alasan yang kuat dan bisa mempertanggungjawabkannya. Karena itu, Idris menyatakan Pemkot Depok tidak menyiapkan sanksi khusus.

"Paling tidak sanksinya teguran. Karena ini ada edaran dari kementerian agar datang tepat waktu. Dan dalam edaran itu tidak sanksi yang definitif. Kita di daerah punya otoritas," ujar Idris.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Politisi PAN Ini Pasang Wifi Gratis untuk Belajar Online di 7 Titik di Jakbar

Politisi PAN Ini Pasang Wifi Gratis untuk Belajar Online di 7 Titik di Jakbar

Megapolitan
Diduga Sebar Kebohongan Obat Covid-19, Anji Dilaporkan ke Polisi

Diduga Sebar Kebohongan Obat Covid-19, Anji Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Pemprov Jakarta Sebut Ganjil Genap Diterapkan untuk Paksa Warga Tetap di Rumah

Pemprov Jakarta Sebut Ganjil Genap Diterapkan untuk Paksa Warga Tetap di Rumah

Megapolitan
UPDATE 3 Agustus: Bertambah 1, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Genap 600

UPDATE 3 Agustus: Bertambah 1, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Genap 600

Megapolitan
UPDATE 3 Agustus: Bertambah 24, Kini Ada 572 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 3 Agustus: Bertambah 24, Kini Ada 572 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Sita 131 Kg Sabu, Terbesar Sepanjang Sejarah di Jakarta Selatan

Sita 131 Kg Sabu, Terbesar Sepanjang Sejarah di Jakarta Selatan

Megapolitan
Calon Pendamping Mohammad Idris di Pilkada 2020 Incar Swasta untuk Bangun Depok

Calon Pendamping Mohammad Idris di Pilkada 2020 Incar Swasta untuk Bangun Depok

Megapolitan
Polisi: 3 Pencuri Spesialis Ganjal ATM dengan Obeng Belajar Melalui Media Sosial

Polisi: 3 Pencuri Spesialis Ganjal ATM dengan Obeng Belajar Melalui Media Sosial

Megapolitan
3 Pencuri Spesialis Ganjal ATM Ditangkap Polisi, Diduga Sudah Beraksi 9 Kali

3 Pencuri Spesialis Ganjal ATM Ditangkap Polisi, Diduga Sudah Beraksi 9 Kali

Megapolitan
Dampingi Mohammad Idris di Pilkada 2020, IBH Ingin Pikat Pemilih 'Asli Depok dan Jawa'

Dampingi Mohammad Idris di Pilkada 2020, IBH Ingin Pikat Pemilih "Asli Depok dan Jawa"

Megapolitan
Kapolda Metro Jaya: Peredaran Narkoba saat Pandemi Covid-19 Cukup Tinggi

Kapolda Metro Jaya: Peredaran Narkoba saat Pandemi Covid-19 Cukup Tinggi

Megapolitan
Polisi Sebut Wilayah Pondok Gede dan Jatiasih Rawan Tawuran di Bekasi

Polisi Sebut Wilayah Pondok Gede dan Jatiasih Rawan Tawuran di Bekasi

Megapolitan
Imam Budi Hartono Klaim Sudah Disetujui Partai untuk Dampingi Idris di Pilkada Depok

Imam Budi Hartono Klaim Sudah Disetujui Partai untuk Dampingi Idris di Pilkada Depok

Megapolitan
Kali Jaletreng Tercemar karena Pembuangan Limbah, Dinas LH Tangsel Kecolongan

Kali Jaletreng Tercemar karena Pembuangan Limbah, Dinas LH Tangsel Kecolongan

Megapolitan
Polda Metro Ungkap 2.894 Kasus Narkotika Sepanjang Januari-Agustus 2020

Polda Metro Ungkap 2.894 Kasus Narkotika Sepanjang Januari-Agustus 2020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X