Kompas.com - 05/07/2017, 12:11 WIB
Warga mengamati pemasangan turap untuk normalisasi kali Ciliwung di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Rabu (1/3/2017). Proyek normalisasi bantaran kali Ciliwung di kawasan Bukit Duri memasuki tahap pemasangan dinding turap untuk menguatkan bantaran agar tidak longsor sekaligus sebagai salah satu antisipasi banjir. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGWarga mengamati pemasangan turap untuk normalisasi kali Ciliwung di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Rabu (1/3/2017). Proyek normalisasi bantaran kali Ciliwung di kawasan Bukit Duri memasuki tahap pemasangan dinding turap untuk menguatkan bantaran agar tidak longsor sekaligus sebagai salah satu antisipasi banjir.
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana lengang terlihat di rumah-rumah bantaran sungai Ciliwung tepatnya Bukit Duri, Jakarta Selatan.

Sebagian besar rumah sudah kosong penghuni, sementara warga yang tinggal masih sibuk memindahkan barang atau membongkar rumah mereka sendiri.

Bantuan evakuasi berupa pengangkutan barang ke rusunawa Cakung dan Rawabebek sudah dilakukan petugas untuk terakhir kalinya pada Rabu (5/7/2017) pagi.

Ada sekitar lebih dari 5 truk bak terbuka yang disediakan. Menyusul akan dikeluarkannya Surat Peringatan ketiga (SP3) untuk para penghuni rumah di bantaran sungai Ciliwung, warga memilih untuk mengikuti ketentuan yang ada dan melakukan proses pemindahan pemukiman. Dengan begitu, tidak perlu ada penggusuran paksa.

Baca: Sebelum Rumah di Bukit Duri Dibongkar, BBWSCC Akan Mulai Normalisasi

"Warga sini sih enggak susah ya untuk pindah juga. Yang penting kita ikutin aturan, kita dapat gantinya (tempat tinggal baru), dibantu proses (pemindahan) ke sananya, yah sudah mau bagaimana lagi," ujar Sauri, salah satu warga RT 01 yang terkena penertiban bangunan saat ditemui Kompas.com, Rabu (5/7/2017).

Sauri mengaku bahwa warga setempat sebagian besar sudah pindah ke rusunawa Cakung dan meninggalkan Bukit Duri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Warga yang masih tinggal hanyalah yang membongkar rumah dan berniat menjual lagi kayu serta perabotan yang tersisa.

"Kita yang disini cuma yang masih kerja, bongkar rumah, antar anak ke sekolah sama ngurusin pindahan," ujarnya.

Pantauan Kompas.com, pintu-pintu rumah sudah banyak tertutup dan digembok.

 

Baca: Penertiban Bangunan di Bukit Duri Dilakukan pada 11 Juli

Tidak ada anak kecil yang berlarian dan bermain, seperti kondisi mulanya. Hanya beberapa orang terlihat lalu lalang.

"Saya sendiri dan keluarga sudah pindah-pindah barang dari sebelum lebaran. Orang tua juga sudah di sana," tambah Sauri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Megapolitan
Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Megapolitan
Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Megapolitan
Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Megapolitan
Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Megapolitan
PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

Megapolitan
Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Megapolitan
LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Megapolitan
Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Megapolitan
Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.