Kompas.com - 07/07/2017, 07:40 WIB
Area pemeriksaan barang kargo Bandara Soekarno Hatta, Rabu (15/4/2015) KOMPAS.com/YOGA SUKMANAArea pemeriksaan barang kargo Bandara Soekarno Hatta, Rabu (15/4/2015)
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Viralnya video seorang ibu yang menampar petugas Aviation Security (Avsec) perempuan di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, mengingatkan kembali mengenai ketatnya prosedur pemeriksaan keamanan yang berlakuk di bandara seluruh Indonesia.

Bukan hanya di Indonesia, semua bandara di seluruh dunia menerapkan peraturan serupa dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama berlangsungnya penerbangan sipil.

Pengamat penerbangan Alvin Lie menjelaskan, pemeriksaan atau yang lebih dikenal dengan istilah security check point (SCP) di seluruh bandara di Indonesia diterapkan dua kali.

Satu SCP diletakkan di batas antara ruang publik dengan area check in, satu SCP lagi ditempatkan sebelum memasuki area pemberangkatan atau boarding lounge.

"Di SCP satu sana koper itu kan di-scan. Itu belum terlalu ketat karena masih ada security check berikutnya. Yang menjadi sasaran utama di sana, barang yang akan masuk bagasi itu di-scan dulu, apakah ada barang-barang yang masuk kategori berbahaya," kata Alvin kepada Kompas.com, Kamis (6/7/2017).

(baca: Kronologi Kejadian Seorang Ibu Tampar Petugas Bandara di Manado)

Adapun SCP dua, pemeriksaan diberlakukan lebih ketat. Atas dasar ketentuan tertulis dari Kementerian Perhubungan, semua penumpang pesawat di SCP dua diminta menanggalkan semua barang yang terbuat dari bahan logam untuk diperiksa melalui mesin x-ray.

Jika setelah barang dengan bahan logam dipisahkan namun penumpang masih ditandai dengan bunyi ketika melewati metal detector, penumpang diminta mundur kembali dan memeriksa barang bawaannya.

"Kalau sudah semua barang yang mengandung logam dikeluarkan dan ternyata orang yang lewat masih bunyi, orang itu diperiksa lagi. Kalau pas diraba ternyata ada yang tidak wajar, akan diperiksa lagi diajak masuk ke ruang pemeriksaan khusus, di mana pakaian pun harus dilepas," tutur Alvin.

Penumpang yang masuk ke ruang pemeriksaan khusus akan diminta mengikuti prosedur petugas, di mana intinya semua bagian tubuh serta barang bawaan penumpang diperiksa secara saksama.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X