Kompas.com - 08/07/2017, 22:44 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno bersama atlet Ali Adrian, saat ditemui di kediaman Sandiaga di wilayah Jakarta Selatan, Sabtu (8/7/2017). KOMPAS.COM/Anggita MuslimahWakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno bersama atlet Ali Adrian, saat ditemui di kediaman Sandiaga di wilayah Jakarta Selatan, Sabtu (8/7/2017).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno mengatakan perihal pemindahan ibu kota dari Jakarta harus ada dukungan dari masyarakat Indonesia.

“Apapun keputusannya (pemindahan ibu kota) harus dilakukan setelah melibatkan publik dalam mengambil keputusan penting. Kalau masih wacana harus pastikan ada dukungan dari semua masyarakat,” ujar Sandiaga saat ditemui di kediamannya di wilayah Jakarta Selatan, Sabtu (8/7/2017).

Menurut Sandi, perihal pemindahan ibu kota ini memerlukan diskursus yang terbuka. Sebab, hal ini dampaknya pada bangsa dan negara. Sehingga aspirasi dari masyarakat juga harus didengar.

Baca juga: Pemindahan Ibu Kota Diyakini Bisa Dilakukan di Era Jokowi

“Bentuknya seperti apa harusnya dipikirkan baik-baik bagaimana pelibatan publik dalam kajiannya,” kata Sandi.

Ia juga berpendapat, pemindahan ibu kota harus dipikirkan dengan matang karena menyangkut banyak hal dan berdampak pada berbagai aspek kehidupan.

"Keputusannya pasti harus dipikirkan dengan baik, dampaknya untuk ekonomi, sosial, dan dampak yang lain. Tapi saya yakin, Jakarta semakin lama akan semakin menarik bagi para pebisnis mice di regional ASEAN maupun Asia," ucap Sandi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menyebutkan, biaya untuk memindahkan ibu kota ke tempat lain tidak murah.

Sandi berharap pihak berwenang dan pemangku kepentingan memikirkan bagaimana potensi Jakarta ke depan yang diprediksi akan jadi kota dengan tingkat ekonomi terbaik di kancah internasional.

Baca juga: Anggaran Pemindahan Ibu Kota Bisa Tukar Guling dengan Swasta

Kompas TV Pemprov Kalteng Siap Jika Palangkaraya Jadi Ibu Kota
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan Perkantoran Tak Berfungsi

Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan Perkantoran Tak Berfungsi

Megapolitan
Pemprov DKI Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 4 Kali Berturut-Turut

Pemprov DKI Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 4 Kali Berturut-Turut

Megapolitan
Pengunjung Pasar Anyar dan Pasar Poris Diimbau Pakai PeduliLindungi

Pengunjung Pasar Anyar dan Pasar Poris Diimbau Pakai PeduliLindungi

Megapolitan
Hasil Olah TKP, Kecepatan Bus Transjakarta Saat Tabrakan di Cawang 55,4 Km Per Jam

Hasil Olah TKP, Kecepatan Bus Transjakarta Saat Tabrakan di Cawang 55,4 Km Per Jam

Megapolitan
Ini Nomor Kontak Darurat bagi Warga yang Terkena Bencana di Kota Tangerang

Ini Nomor Kontak Darurat bagi Warga yang Terkena Bencana di Kota Tangerang

Megapolitan
Pemkot Bekasi Klaim Capaian Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Capai 71,85 Persen

Pemkot Bekasi Klaim Capaian Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Capai 71,85 Persen

Megapolitan
Dimulai di Era Ahok, Kini Anies Lanjutkan Kerja Sama dengan NTT untuk Pengadaan Daging Sapi

Dimulai di Era Ahok, Kini Anies Lanjutkan Kerja Sama dengan NTT untuk Pengadaan Daging Sapi

Megapolitan
Jasad Seorang Pria Ditemukan di Bak Mobil Pikap, Awalnya Dikira Sedang Tiduran

Jasad Seorang Pria Ditemukan di Bak Mobil Pikap, Awalnya Dikira Sedang Tiduran

Megapolitan
1,8 Juta Warga Belum Divaksin, Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Vaksinasi Malam Hari

1,8 Juta Warga Belum Divaksin, Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Vaksinasi Malam Hari

Megapolitan
Update 6 Korban Kecelakaan Transjakarta yang Dirawat di RSUD Budhi Asih, 2 Orang Boleh Pulang

Update 6 Korban Kecelakaan Transjakarta yang Dirawat di RSUD Budhi Asih, 2 Orang Boleh Pulang

Megapolitan
Pelaku Masturbasi di Jok Motor Milik Perempuan Diperiksa Kejiwaannya

Pelaku Masturbasi di Jok Motor Milik Perempuan Diperiksa Kejiwaannya

Megapolitan
Update Covid-19 di Jakarta, Tak Ada Lagi RT Zona Merah dan DKI Catat Nol Kematian

Update Covid-19 di Jakarta, Tak Ada Lagi RT Zona Merah dan DKI Catat Nol Kematian

Megapolitan
Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta, Dinkes DKI Sebut Belum Tentu dari Konsumsi Obat

Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta, Dinkes DKI Sebut Belum Tentu dari Konsumsi Obat

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta: Duduk di Belakang Terpental ke Tengah hingga Bunyi Dentuman

Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta: Duduk di Belakang Terpental ke Tengah hingga Bunyi Dentuman

Megapolitan
Berubah Pakai Data Dukcapil, Depok Akan Kurangi Target Vaksinasi Covid-19

Berubah Pakai Data Dukcapil, Depok Akan Kurangi Target Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.