Halte Tambahan untuk Lift Dibangun di Bawah Halte CSW Koridor 13

Kompas.com - 09/07/2017, 21:04 WIB
 Uji coba pengoperasian layanan bus transjakarta koridor 13 (Tendean-Ciledug), Jakarta, Senin (15/5/2017). Jalur transjakarta sepanjang 9,3 kilometer ini akan dilengkapi 12 halte dan direncanakan beroperasi mulai Juni 2017. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Uji coba pengoperasian layanan bus transjakarta koridor 13 (Tendean-Ciledug), Jakarta, Senin (15/5/2017). Jalur transjakarta sepanjang 9,3 kilometer ini akan dilengkapi 12 halte dan direncanakan beroperasi mulai Juni 2017.
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Operasional PT Transjakarta Daud Joseph menyampaikan, pihaknya akan membangun sebuah bangunan berupa halte tambahan terlebih dahulu sebelum memasang lift guna mengakses Halte CSW di Koridor 13 transjakarta (Tendean-Ciledug).

Lift dibuat sekaligus dengan bangunan halte untuk menghindari penyalahgunaan seperti yang terjadi di lift beberapa halte lain.

"Atas masukan dari konsultan, lift untuk ke Halte CSW perlu dibuat di dalam bangunan agar lebih awet. Coba lihat lift di JPO (jembatan penyeberangan orang) di Sarinah, itu maaf-maaf ya, ada banyak kotoran manusia di sana dan sering ada yang buang air kecil," kata Daud kepada Kompas.com, Minggu (9/7/2017).

(Baca juga: Halte Tirtayasa di Koridor 13 Transjakarta Disiapkan Jadi Halte Integrasi)

Selain mengantisipasi penyalahgunaan fasilitas publik, pihak PT Transjakarta turut mempertimbangkan faktor teknis.

Jarak Halte CSW dari jalan raya di bawahnya terukur setinggi 23 meter, sedangkan pemasangan lift dianjurkan konsultan agar tidak untuk sekali naik dengan ketinggian seperti itu.

Secara teknis, menurut Daud, ada mekanisme tertentu dari sistem kelistrikan sebuah lift dalam bentuk pengait setinggi 11 meter.

Jarak 11 meter ini merupakan hitung-hitungan ketika sistem kelistrikan bermasalah, sehingga dalam jarak 11 meter harus ada pintu keluar atau lantai untuk evakuasi orang di dalamnya.

"Rencananya, akan kami buat tiga lantai untuk memenuhi jarak amannya itu. Nah, agar lantai halte itu tidak sia-sia, ada wacana menyewakan kepada tenant-tenant dan juga sebagai tempat parkir sepeda," tutur Daud.

Pertimbangan membuka area parkir sepeda karena jalur di sekitar Halte CSW terpantau cukup banyak pekerja yang berangkat dengan sepeda dan melanjutkan perjalanannya menggunakan kereta api rel listrik (KRL).

Jika ada parkiran sepeda di sana, tempat parkir tersebut bisa jadi alternatif pekerja dengan sepeda yang hendak melanjutkan perjalanan melalui layanan bus transjakarta Koridor 13.

"Haltenya akan kami bangun mulai tahun ini. Sistemnya nanti tap, jadi yang bisa pakai lift cuma pengguna bus transjakarta," ujar Daud.

(Baca juga: Jalur Koridor 13 Transjakarta Baru Dipasangi Lampu LED di 40 Titik)

Keberadaan lift diperlukan karena Halte CSW akan terintegrasi dengan layanan mass rapid transit (MRT) yang masih dalam pembangunan.

Adapun saat ini akses ke Halte CSW baru menggunakan tangga dengan model anak tangga yang tidak dapat dilalui penyandang disabilitas.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terdampak Pandemi Covid-19, Garuda Indonesia Akhiri Kontrak 700 Karyawan

Terdampak Pandemi Covid-19, Garuda Indonesia Akhiri Kontrak 700 Karyawan

Megapolitan
Tim Termuda dari UI Raih Juara 3 Kompetisi Metalurgi Internasional di China

Tim Termuda dari UI Raih Juara 3 Kompetisi Metalurgi Internasional di China

Megapolitan
Lurah di Jakarta Diimbau Adakan Kegiatan Kepemudaan untuk Peringati Hari Sumpah Pemuda

Lurah di Jakarta Diimbau Adakan Kegiatan Kepemudaan untuk Peringati Hari Sumpah Pemuda

Megapolitan
Gagas Limbah Metal Jadi Bahan Bangunan, Mahasiswa UI Juara 3 Dunia Metal Cup 2020

Gagas Limbah Metal Jadi Bahan Bangunan, Mahasiswa UI Juara 3 Dunia Metal Cup 2020

Megapolitan
Mobilitas Masyarakat Meningkat Saat PSBB Transisi, Paling Tinggi di Tempat Kerja

Mobilitas Masyarakat Meningkat Saat PSBB Transisi, Paling Tinggi di Tempat Kerja

Megapolitan
Motif Pembunuhan PSK di Bekasi Janggal, Pelaku Mau Ambil Rp 1,8 Juta tapi Tak Jadi

Motif Pembunuhan PSK di Bekasi Janggal, Pelaku Mau Ambil Rp 1,8 Juta tapi Tak Jadi

Megapolitan
Pengamat Sebut Guru Intoleran di SMA Jaktim Kurang Kompeten dan Tak Tahan Kritik

Pengamat Sebut Guru Intoleran di SMA Jaktim Kurang Kompeten dan Tak Tahan Kritik

Megapolitan
Pasutri Spesialis Ganjal ATM Ditangkap Saat Beraksi di Pondok Aren

Pasutri Spesialis Ganjal ATM Ditangkap Saat Beraksi di Pondok Aren

Megapolitan
Anies: Libur Panjang Memang Menggoda, tapi Covid-19 Masih di Sekitar Kita...

Anies: Libur Panjang Memang Menggoda, tapi Covid-19 Masih di Sekitar Kita...

Megapolitan
Hari Pertama Operasi Zebra 2020 di Jakarta, 3.577 Pelanggar Ditilang

Hari Pertama Operasi Zebra 2020 di Jakarta, 3.577 Pelanggar Ditilang

Megapolitan
Banjir di Perumahan Kota Bekasi Surut Pagi Ini, Warga Mulai Bersih-bersih

Banjir di Perumahan Kota Bekasi Surut Pagi Ini, Warga Mulai Bersih-bersih

Megapolitan
Viral Percakapan Rasial Guru SMA di Jaktim, Disdik Diminta Data Pengajar Intoleran

Viral Percakapan Rasial Guru SMA di Jaktim, Disdik Diminta Data Pengajar Intoleran

Megapolitan
Sehari Pelaksanaan Operasi Zebra, Satlantas Jakpus Tindak 354 Pelanggar

Sehari Pelaksanaan Operasi Zebra, Satlantas Jakpus Tindak 354 Pelanggar

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Minta Camat Siagakan Posko Banjir dan Tempat Pengungsian

Wali Kota Jakbar Minta Camat Siagakan Posko Banjir dan Tempat Pengungsian

Megapolitan
203 Kendaraan Ditilang pada Hari Pertama Operasi Zebra di Jakbar

203 Kendaraan Ditilang pada Hari Pertama Operasi Zebra di Jakbar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X