Kompas.com - 10/07/2017, 17:42 WIB
Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan saat mengecek tes urine di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, Senin (19/6/2017) siang. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAKapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan saat mengecek tes urine di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, Senin (19/6/2017) siang.
|
EditorDian Maharani

TANGERANG, KOMPAS.com - Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan mengimbau pelaku rekan penembak Italia Chandra Kirana Putri (22) agar segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

Imbauan itu disampaikan setelah penembak Italia, Saiful (25), ditangkap dalam kondisi meninggal dunia di Lampung karena melawan dan membahayakan petugas saat hendak diamankan pada Minggu (9/7/2017) siang.

"Kami tetap mengimbau satu pelaku lagi untuk menyerahkan diri. Kalau tidak, akan kami kejar ke mana pun," kata Harry kepada pewarta pada Senin (10/7/2017) siang.

Harry menceritakan, Saiful pada hari Minggu pukul 14.30 WIB sudah ditangkap tim gabungan Polres Metro Tangerang bersama Polda Metro Jaya di daerah Tanjung Bintang, Lampung Selatan.

Baca: Kapolda Metro Minta Rekan Penembak Italia Segera Menyerahkan Diri

Saat itu, satu pelaku lain yang identitasnya masih belum diungkap oleh polisi melarikan diri dari lokasi. Sedangkan Saiful melawan dan coba menyerang polisi dengan tindakan yang membahayakan petugas di lapangan.

Sesuai prosedur, petugas pun memberi tindakan tegas berupa tembakan di tempat kepada Saiful yang membuatnya tewas seketika.

Sebelumnya, polisi telah menyebar sketsa terduga pelaku perampok rumah Italia yang merupakan satu pelaku lagi selain Saiful.

Wajah pelaku yang ini terlihat jelas melalui rekaman kamera CCTV yang terpasang di seberang rumah Italia.

Baca: Ucapan Terima Kasih dan Rasa Syukur Orangtua Italia

Sedangkan Saiful sebelumnya tidak dibuatkan sketsa oleh polisi karena dalam rekaman CCTV dia mengenakan helm sehingga wajahnya terhalang.

Harry turut menjanjikan kembali pada pihak keluarga mendiang Italia untuk segera meringkus satu pelaku lagi yang masih dalam pengejaran.

"Pelaku lainnya sudah dalam pengejaran kami. Kemarin memang saat ditindak waktu penangkapan, satunya melarikan diri," tutur Harry.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Megapolitan
Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Megapolitan
Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Megapolitan
Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Megapolitan
Gudang di Tambora Kebakaran, Petugas Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api

Gudang di Tambora Kebakaran, Petugas Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api

Megapolitan
Sidang Kebakaran Lapas Tangerang, Kuasa Hukum Terdakwa Belum Tentu Hadirkan Saksi Meringankan

Sidang Kebakaran Lapas Tangerang, Kuasa Hukum Terdakwa Belum Tentu Hadirkan Saksi Meringankan

Megapolitan
Kans Kemenangan Anies Baswedan Dinilai Lebih Tinggi di Pilkada DKI Dibandingkan Pilpres

Kans Kemenangan Anies Baswedan Dinilai Lebih Tinggi di Pilkada DKI Dibandingkan Pilpres

Megapolitan
4 Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Tak Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya

4 Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Tak Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya

Megapolitan
Tak Kunjung Dibuatkan JPO, Warga Cilenggang Protes Bentangkan Spanduk

Tak Kunjung Dibuatkan JPO, Warga Cilenggang Protes Bentangkan Spanduk

Megapolitan
Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Kejari Jakbar Tetapkan 2 Tersangka Baru

Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Kejari Jakbar Tetapkan 2 Tersangka Baru

Megapolitan
Jika Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Gagal Lagi, Kontraktor Akan Ditunjuk Langsung

Jika Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Gagal Lagi, Kontraktor Akan Ditunjuk Langsung

Megapolitan
Anies Baswedan Dinilai Bisa Lebih Terang-terangan Mau Maju Pilpres 2024

Anies Baswedan Dinilai Bisa Lebih Terang-terangan Mau Maju Pilpres 2024

Megapolitan
Menantu Rizieq Shihab Bebas dari Penjara, Kuasa Hukum Ungkap Kondisinya

Menantu Rizieq Shihab Bebas dari Penjara, Kuasa Hukum Ungkap Kondisinya

Megapolitan
Kakek 89 Tahun Disebut Dapat Ancaman Pembunuhan Sebelum Dikeroyok, Ini Tanggapan Polisi

Kakek 89 Tahun Disebut Dapat Ancaman Pembunuhan Sebelum Dikeroyok, Ini Tanggapan Polisi

Megapolitan
Kerumunan di MOI, Camat Kelapa Gading Ingatkan Penyelenggara Acara untuk Antisipasi Pengunjung

Kerumunan di MOI, Camat Kelapa Gading Ingatkan Penyelenggara Acara untuk Antisipasi Pengunjung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.