Kompas.com - 11/07/2017, 13:19 WIB
Penulis Jessi Carina
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menceritakan pengalamannya menjadi anggota DPRD Jawa Timur. Djarot mengatakan tidak ada perbedaan penghasilan antara anggota Dewan yang rajin dan yang malas.

"Saya pernah jadi anggota Dewan lho, mereka yang rajin, suka menerima pengaduan dengan mereka yang jarang-jarang masuk itu take home pay-nya sama," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (11/7/2017).

(baca: Anggota DPRD DKI Terima Rp 80 Juta Per Bulan jika Tunjangan Naik)

Padahal, beban kerja anggota Dewan yang rajin lebih berat daripada yang malas hadir. Akibatnya, kata Djarot, anggota Dewan yang rajin ikut-ikutan malas bekerja karena merasa penghasilannya sama dengan yang jarang masuk.

"Akhirnya ada kejadian seperti itu, yang rajin jadi ikut-ikut malas karena dipikir sama saja," ujar Djarot.

Dengan adanya rencana menaikkan tunjangan Dewan melalui peraturan daerah (perda), Djarot berharap anggota Dewan semakin profesional dan tidak ada lagi yang terlibat kasus proyek fiktif.

Djarot bahkan ingin tunjangan anggota Dewan bisa diatur dengan sistem tunjangan kinerja daerah (TKD) agar lebih adil.

"Dengan cara seperti itu sehingga kita membangun sistem demokrasi yang sehat. Dan saya tahu harapan PP (Peraturan Pemerintah) itu ya seperti itu," ujar Djarot.

(baca: Supaya "Fair", Djarot Ingin Tunjangan Dewan Pakai Sistem TKD)

Adapun, PP yang dimaksud Djarot adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pemimpin dan Anggota DPRD.

Terbitnya PP tersebut menjadi angin segar bagi anggota DPRD di dalamnya diatur soal kenaikan tunjangan

Untuk menerapkan PP tersebut di Jakarta, Pemprov DKI dan DPRD DKI harus membuat perda dalam waktu tiga bulan setelah PP keluar. Adapun, PP tersebut terbit pada 2 Juni 2017, artinya perda harus sudah disahkan sebelum 2 September.

Kompas TV Jakarta diperkirakan akan dihadapkan dengan masalah pendatang baru yang ingin mengadu nasib di Ibu Kota.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Truk Parkir Tanpa Tanda Darurat

Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Truk Parkir Tanpa Tanda Darurat

Megapolitan
Tol Jatikarya yang Tersandera Ahli Waris, Berkali-kali Diblokade karena Urusan Ganti Rugi...

Tol Jatikarya yang Tersandera Ahli Waris, Berkali-kali Diblokade karena Urusan Ganti Rugi...

Megapolitan
Ketika Anies Wariskan Program Sumur Resapan ke Pj Gubernur, Klaim Jadi Kunci Banjir Cepat Surut

Ketika Anies Wariskan Program Sumur Resapan ke Pj Gubernur, Klaim Jadi Kunci Banjir Cepat Surut

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Tembok MTSn 19 Pondok Labu Roboh, 3 Korban Tewas | Tembok MTSn 19 Roboh, 3 Tewas, 1 Luka-luka

[POPULER JABODETABEK] Tembok MTSn 19 Pondok Labu Roboh, 3 Korban Tewas | Tembok MTSn 19 Roboh, 3 Tewas, 1 Luka-luka

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Potensi Hujan Petir Disertai Angin Kencang di Jakbar, Jaksel, dan Jaktim

Prakiraan Cuaca BMKG: Potensi Hujan Petir Disertai Angin Kencang di Jakbar, Jaksel, dan Jaktim

Megapolitan
100 Rumah di Kembangan Selatan Terendam Banjir, Warga Mengungsi ke Musala

100 Rumah di Kembangan Selatan Terendam Banjir, Warga Mengungsi ke Musala

Megapolitan
Anies Melayat ke Rumah Korban Tewas Peristiwa Tembok Roboh di MTsN 19

Anies Melayat ke Rumah Korban Tewas Peristiwa Tembok Roboh di MTsN 19

Megapolitan
Tabrak Truk yang Terparkir di Jalan TB Simatupang, Pengendara Motor Tewas

Tabrak Truk yang Terparkir di Jalan TB Simatupang, Pengendara Motor Tewas

Megapolitan
Kemensos Sebut Masih Ada 4.000 ODGJ yang Dipasung

Kemensos Sebut Masih Ada 4.000 ODGJ yang Dipasung

Megapolitan
BPBD DKI: Tembok MTsN 19 Roboh Diduga Tak Mampu Menahan Banjir

BPBD DKI: Tembok MTsN 19 Roboh Diduga Tak Mampu Menahan Banjir

Megapolitan
PT KCN yang Cemari Marunda Perbaiki Dokumen Izin agar Bisa Beroperasi Lagi

PT KCN yang Cemari Marunda Perbaiki Dokumen Izin agar Bisa Beroperasi Lagi

Megapolitan
PT Transjakarta Akui Uji Coba Sistem 'Tap In-Tap Out' Kurang Meluas

PT Transjakarta Akui Uji Coba Sistem "Tap In-Tap Out" Kurang Meluas

Megapolitan
Anies: Jangan Sampai Kejadian seperti Tembok Roboh MTsN 19 Terulang

Anies: Jangan Sampai Kejadian seperti Tembok Roboh MTsN 19 Terulang

Megapolitan
Anies Ucapkan Belasungkawa atas Tragedi Tembok Roboh MTsN 19 yang Tewaskan 3 Siswa

Anies Ucapkan Belasungkawa atas Tragedi Tembok Roboh MTsN 19 yang Tewaskan 3 Siswa

Megapolitan
Maling Bobol Kotak Amal Mushala di Tanjung Priok, Aksinya Terekam Kamera CCTV

Maling Bobol Kotak Amal Mushala di Tanjung Priok, Aksinya Terekam Kamera CCTV

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.