Djarot: Apa Ini Mutasi PNS DKI yang Terakhir? Tidak...

Kompas.com - 13/07/2017, 12:13 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyampaikan pidato dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta yang digelar di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2017). KOMPAS.com/NURSITA SARIGubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyampaikan pidato dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta yang digelar di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan bahwa ini bukan lah perombakan PNS DKI terakhir yang dia lakukan pada sisa masa jabatannya.

Meski jabatannya berakhir pada Oktober 2017, Djarot mengatakan masih ada kemungkinan untuk melakukan perombakan lagi.

"Apa ini yang terakhir mutasi? Tidak. Selama mendapat persetujuan dari Kemendagri, kita bisa lakukan mutasi," ujar Djarot saat memberi sambutan di depan PNS DKI di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (13/7/2017).

Djarot mengatakan kinerja pejabat yang baru dilantik akan dievaluasi dalam waktu satu bulan ini. Mereka harus langsung beradaptasi dan melakukan pekerjaan dengan cepat. Jika lambat, mereka bisa saja diganti lagi.


Djarot mengatakan hal tersebut diperbolehkan selama mendapatkan izin dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

"Saya sudah konsultasi dengan Pak Tjahjo saat Hari Bhayangkara, apakah boleh? Boleh kata beliau. Ini bukan untuk saya, bukan untuk anda, tapi semata-mata untuk rakyat Jakarta. Mari kita bikin bangga rakyat Jakarta terhadap Pemprov DKI," ujar Djarot.

Baca: Rotasi Pejabat DKI, Djarot Harap Bisa Bentuk Tim yang Luar Biasa

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Agus Suradika membenarkan bahwa kemungkinan perombakan lagi masih terbuka. Apalagi, ada PNS DKI yang sudah memasuki masa pensiun pada Agustus 2017 nanti.

Agus mengatakan jabatan yang ditinggal pensiun tidak boleh kosong terlalu lama. "Tapi tetap harus ada izin Kemendagri," ujar Agus.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap 2 Penjambret Tas Merek Gobelini di Tanjung Priok

Polisi Tangkap 2 Penjambret Tas Merek Gobelini di Tanjung Priok

Megapolitan
Korban Dugaan Pelecehan Seksual Dewan BPJS TK Tiba-tiba Meminta Maaf

Korban Dugaan Pelecehan Seksual Dewan BPJS TK Tiba-tiba Meminta Maaf

Megapolitan
Dihadiri 11 Anggota, DPRD Komisi A Sahkan Rancangan Anggaran Dinas Gulkarmat Rp 1,2 Triliun

Dihadiri 11 Anggota, DPRD Komisi A Sahkan Rancangan Anggaran Dinas Gulkarmat Rp 1,2 Triliun

Megapolitan
Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Megapolitan
Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Megapolitan
Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Megapolitan
Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Megapolitan
Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Megapolitan
Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Megapolitan
Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Megapolitan
Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Megapolitan
DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

Megapolitan
Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Megapolitan
Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Megapolitan
BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X