Kasus Perdagangan Manusia, Kejagung Ekstradisi Warga Afghanistan ke Australia

Kompas.com - 13/07/2017, 12:46 WIB
Ilustrasi perdagangan manusia HANDININGIlustrasi perdagangan manusia
|
EditorIndra Akuntono


TANGERANG, KOMPAS.com -
Kejaksaan Agung mengeksekusi permohonan ekstradisi dari Pemerintah Australia untuk seorang warga negara Afghanistan bernama Ahmad Zia Alizadah di Terminal 3 Internasional Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (13/7/2017) pagi.

Ahmad merupakan pelaku kasus tindak pidana perdagangan manusia yang diungkap Polres Wonosari pada 2014.

"Yang bersangkutan sudah diserahterimakan dari Pemerintah Republik Indonesia kepada Pemerintah Australia yang diwakilkan oleh Australian Federal Police (AFP) dan sudah naik pesawat tujuan Australia," kata Direktur II Jamintel Kejaksaan Agung Andar Perdana kepada Kompas.com, di lokasi.

(baca: Menyikapi Perdagangan Manusia)

Permohonan ekstradisi Ahmad telah disetujui melalui Keputusan Presiden Nomor 9/2017 yang terbit pada 12 April 2017.

Andar tidak menjelaskan lebih lanjut apa kepentingan Pemerintah Australia meminta ekstradisi untuk Ahmad, namun AFP disebut akan menyelidiki kasus yang sama dan melibatkan Ahmad di Australia.

"Ada kasus yang sama juga di Australia. Gimana nanti perkembangannya, tergantung pada kepolisian di Australia," tutur Andar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kasus Ahmad yang ditangani Polres Wonosari, ada 17 warga negara Afghanistan yang jadi korban dan diperdagangkan olehnya.

Ahmad pun telah diproses hukum dan menjalani masa hukuman sebagai terpidana tindak pidana perdagangan manusia pada pertengahan 2015 lalu selama enam bulan.

Kompas TV Proses perekrutan anak di bawah umur yang menjadi korban perdagangan manusia dilakukan melalui media sosial.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Megapolitan
Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Megapolitan
Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Megapolitan
Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin,

Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin,

Megapolitan
Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Megapolitan
Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Megapolitan
Jakarta Telah Capai Target 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Jakarta Telah Capai Target 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Megapolitan
2 Orang Ditembak Orang Tak Dikenal di Pintu Keluar Tol Bintaro

2 Orang Ditembak Orang Tak Dikenal di Pintu Keluar Tol Bintaro

Megapolitan
Ada Senjata Tajam dan Stik Golf di Mobil Massa Pemuda Pancasila

Ada Senjata Tajam dan Stik Golf di Mobil Massa Pemuda Pancasila

Megapolitan
Polisi Bayar Rp 50 Juta ke LSM yang Memeras, Kompolnas Minta Propam Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

Polisi Bayar Rp 50 Juta ke LSM yang Memeras, Kompolnas Minta Propam Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

Megapolitan
Luka di Tubuh Polisi yang Amankan Demo Pemuda Pancasila di DPR Diduga karena Pukulan Benda Tumpul

Luka di Tubuh Polisi yang Amankan Demo Pemuda Pancasila di DPR Diduga karena Pukulan Benda Tumpul

Megapolitan
Kapolres Jakpus: LSM Tamperak Paksa Keluarga Tersangka Bikin Testimoni Polisi Terima Suap

Kapolres Jakpus: LSM Tamperak Paksa Keluarga Tersangka Bikin Testimoni Polisi Terima Suap

Megapolitan
Baru Dibangun, Tutup Sumur Resapan di Jalan Intan Cilandak Sudah Jebol

Baru Dibangun, Tutup Sumur Resapan di Jalan Intan Cilandak Sudah Jebol

Megapolitan
LSM Tamperak yang Peras Polisi Juga Pernah Datangi Kemenkeu dan BNN

LSM Tamperak yang Peras Polisi Juga Pernah Datangi Kemenkeu dan BNN

Megapolitan
Saat Anies Tunjuk Elite Politik Jadi Panitia Formula E...

Saat Anies Tunjuk Elite Politik Jadi Panitia Formula E...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.