Anies Yakin Wacana Pemindahan Ibu Kota Bukan Gagasan Setengah Matang

Kompas.com - 15/07/2017, 18:48 WIB
Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri acara halal bi halal DPD Partai Demokrat DKI Jakarta di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (15/7/2017). Kompas.com/Alsadad RudiGubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri acara halal bi halal DPD Partai Demokrat DKI Jakarta di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (15/7/2017).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan meyakini wacana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke tempat lain bukan gagasan setengah matang. Ia yakin Presiden Joko Widodo sudah memikirkan dengan baik agar wacana tersebut nantinya bisa terealisasi.

"Tentu ada timnya, ada kajiannya, ada keseriusan dalam menggodok ide. Jadi bukan sesuatu yang setengah matang. Saya percaya itu (wacana pemindahan Ibu Kota) bukan setengah matang," kata Anies saat ditemui di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (15/7/2017).

Anies enggan berkomentar banyak mengenai wacana tersebut. Ia meminta agar masyarakat bersama-sama mengamati perkembangan wacana tersebut. Menurut Anies, dirinya hanya akan fokus pada tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta mulai Oktober 2017.

"Saya Gubernur Jakarta. Saya akan menjalankan tugas di Jakarta dengan sebaik-baiknya. Dan selama namanya Daerah khusus Ibu Kota, saya akan jalankan dengan baik," ujar Anies.

Wacana pemindahan ibu kota negara mencuat dalam beberapa pekan terakhir. Lewat akun twitter resminya, Presiden Joko Widodo angkat bicara mengenai wacana tersebut.

"Wacana pemindahan Ibu Kota masih dalam tahap kajian. Perlu kalkulasi matang agar benar-benar bermanfaat -Jkw," tulis Jokowi, melalui akun Twitter @Jokowi, Kamis (13/7/2017).

Lihat: Akhirnya, Jokowi Angkat Bicara soal Wacana Pemindahan Ibu Kota

Selama ini, wacana pemindahan Ibu Kota RI dijelaskan oleh para pembantu Jokowi, seperti Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro. Menurut Bambang, tahapan pemindahan Ibu Kota RI sudah bisa dimulai pada 2018.

Pemerintah saat ini masih mencari wilayah yang pas untuk dijadikan ibu kota baru menggantikan Jakarta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Tangerang Tambah Tempat Pengungsian

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Tangerang Tambah Tempat Pengungsian

Megapolitan
Daya Beli Masyarakat Menurun, Banyak Pengusaha Warteg Terancam Gulung Tikar

Daya Beli Masyarakat Menurun, Banyak Pengusaha Warteg Terancam Gulung Tikar

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta Mulai Naik, Ada Apa?

Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta Mulai Naik, Ada Apa?

Megapolitan
KPU Tangsel Sebut Pembukaan Kotak Suara Sudah Sesuai Aturan

KPU Tangsel Sebut Pembukaan Kotak Suara Sudah Sesuai Aturan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akui Kesulitan Pindahkan Tumpukan Sampah di Samping Tol Jorr Bekasi Barat

Pemkot Bekasi Akui Kesulitan Pindahkan Tumpukan Sampah di Samping Tol Jorr Bekasi Barat

Megapolitan
Diperiksa Terkait Senjata Api Suaminya, Nindy Ayunda Diajukan 17 Pertanyaan

Diperiksa Terkait Senjata Api Suaminya, Nindy Ayunda Diajukan 17 Pertanyaan

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Pasien Berkurang, RS Wisma Atlet Rawat 3.785 Orang

UPDATE 27 Januari: Pasien Berkurang, RS Wisma Atlet Rawat 3.785 Orang

Megapolitan
Penyanyi Nindy Kembali Diperiksa Polisi, Kali Ini Soal Kepemilikan Senjata Api Suaminya

Penyanyi Nindy Kembali Diperiksa Polisi, Kali Ini Soal Kepemilikan Senjata Api Suaminya

Megapolitan
Bawaslu Tangsel Sesalkan KPU Buka Kota Suara Tanpa Perintah MK

Bawaslu Tangsel Sesalkan KPU Buka Kota Suara Tanpa Perintah MK

Megapolitan
Beda PPKM di Jakarta Tahap I dan II yang Perlu Diketahui

Beda PPKM di Jakarta Tahap I dan II yang Perlu Diketahui

Megapolitan
Kala Pemprov DKI Sebut Okupansi RS Covid-19 di DKI Menipis karena Warga Non-Jakarta

Kala Pemprov DKI Sebut Okupansi RS Covid-19 di DKI Menipis karena Warga Non-Jakarta

Megapolitan
Pengacara Tak Punya Surat Kuasa, Raffi Ahmad Dinilai Tak Serius Jalani Sidang

Pengacara Tak Punya Surat Kuasa, Raffi Ahmad Dinilai Tak Serius Jalani Sidang

Megapolitan
Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Megapolitan
Aksi Pencuri di Rumah Kontrakan Koja Terekam CCTV, 2 Motor Raib

Aksi Pencuri di Rumah Kontrakan Koja Terekam CCTV, 2 Motor Raib

Megapolitan
Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X