"Jalur Pedestrian untuk Pejalan Kaki, Selain Itu Enggak Boleh"

Kompas.com - 17/07/2017, 19:54 WIB
Jalur pedestrian dilintasi pengendara sepeda motor di pedestrian Jalan KH. Noer Ali, Kalimalang mengarah ke lampu merah atau perempatan Bekasi Cyber Park (BCP), Senin (17/7/2017) sore. KOMPAS.COM/Anggita MuslimahJalur pedestrian dilintasi pengendara sepeda motor di pedestrian Jalan KH. Noer Ali, Kalimalang mengarah ke lampu merah atau perempatan Bekasi Cyber Park (BCP), Senin (17/7/2017) sore.
|
EditorDian Maharani

BEKASI, KOMPAS.com – Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Hidayat Subroto Hadi menegaskan bahwa jalur pedestrian di Kota Bekasi hanya untuk para pejalan kaki.

“(Jalur) pedestrian yang sudah dibuat adalah untuk pejalan kaki, selain itu enggak boleh,” ujar Broto saat ditemui di Gedung Dinas PUPR Kota Bekasi, Senin (17/7/2017).

Ia menjelaskan dibeberapa titik jalur pedestrian seringkali dipakai untuk lahan ojek menunggu penumpang dan para pedagang, bahkan ada pula sepeda motor yang melintas di pedestrian.

Menurutnya jalur pedestrian benar-benar berfungsi untuk pejalan kaki, sehingga pengendara sepeda motor tidak boleh naik ke jalan khusus pedestrian.

Sementara untuk ojek online dan pedagang boleh berada di daerah sana asalkan tidak masuk ke jalan khusus pejalan kaki.

Baca: Cerita Koalisi Pejalan Kaki, Dicibir hingga Tiduran di Trotoar

“(Jalur) pedestrian ada pembatasnya, pakai batu pengaman dan besi, pedagang juga enggak boleh karena kami sudah melakukan koordinasi dengan Satpol, bukan merazia, cuma imbauan,” kata Broto.

Broto menjelaskan, saat ini panjang trotoar di Kota Bekasi sekitar 42 kilometer dengan kondisi yang beragam.

Setiap tahunnya akan ada penambahan minimal 1 kilometer untuk membuat baru atau perbaikan trotoar. Untuk trotoar yang dibangun dengan desain khusus totalnya ada 5.275 meter.

Broto mengatakan, pembangunan pedestrian ini sejak akhir tahun 2015 tidak hanya untuk keindahan kota tetapi juga bisa menjadi tempat untuk kegiatan masyarakat.

Baca: Trotoar Direbut, Pejalan Kaki Bisa Berbuat Apa?

Kompas TV Komunitas Pejalan Kaki Gelar Aksi Penyelamatan Trotoar

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Megapolitan
Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Megapolitan
Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Megapolitan
APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X